2 GADIS SADIS DARI ZAMAN MODERN

2 GADIS SADIS DARI ZAMAN MODERN
Part 94


__ADS_3

Suasana pagi begitu meriah di kekaisaran Yuan, apalagi dengan Ai Li dan juga An Xia yang saat ini tengah cek cok di gazebo taman, kedua wanita hamil itu terlihat sedikit kesal dengan para pelayan nya, Ai Li terus saja mengoceh jika kue milik nya terlalu manis, sedangkan An Xia terus saja menggerutu karena di rasa kue nya kurang manis.


An Xia dan Ai Li saling menatap setelah itu kedua ibu hamil itu pun saling mendengus dan memalingkan muka nya.


"Apa kau mau terkena diabetes, kue ini jelas-jelas terlalu manis rasanya!" ucap Ai Li sambil mencibir indra perasa milik An Xia.


"Apa lidahmu itu terlalu tipis? Jelas-jelas kue ini terasa hambar dan kurang manis" ejek An Xia sambil melotot.


"Huh, seperti nya aku harus segera menyiapkan lahan untuk menguburkanmu, hari ini lidahmu yang bermasalah, mungkin besok-besok seluruh tubuh mu juga akan bermasalah" sarkas Ai Li


"Ya, aku pikir juga sebaiknya aku menyuruh para prajurit untuk menyiapkan kayu bakar untukmu, hari ini lidah mu sudah tipis, siapa tahu besok-besok nyawa mu juga menipis" sarkas An Xia tak kalah pedas.


"Ohoo... Aku akan segera mencarikan istri baru untuk pangeran ketiga, sepertinya saat ini kau sudah mulai kena tebiat, bukankah itu ciri-ciri orang yang akan segera mati?" tanya Ai Li


"Kau juga terlalu bawel hari ini, jika kau punya permintaan terakhir katakan saja, jangan sampai kau mati penasaran" ledek An Xia.


Kedua wanita itu akhirnya bersungut-sungut mengumpat satu sama lain sambil saling melirik dengan ujung mata mereka.


"Aakh.." rintih Ai Li sambil memegang perut nya.


An Xia menoleh dan melihat sahabatnya mengerang kesakitan pun langsung panik, dia segera memanggil para prajurit untuk mengangkat Ai Li dan membawanya ke paviliun anggrek bulan.


Sementara beberapa pelayan dia suruh untuk memanggil tabib dan juga semua anggota kekaisaran Yuan.


Pangeran kedua bergegas datang saat di beri tahu keadaan Ai Li, saking paniknya pangeran kedua bahkan lupa untuk berpamitan pada seluruh keluarga dan juga para pejabat yang sedang berkumpul di aula rapat.


Selir agung bersama selir kehormatan terlihat sangat heboh, alih-alih melihat menantu mereka yang mau melahirkan, kedua calon nenek itu malah saling berdebat memperebutkan kamar bayi dan juga baju bayi.

__ADS_1


Selir Agung telah mempersiapkan sebuah kamar dan menghiasnya dengan indah, namun selir kehormatan tak mau kalah, dia juga menyiapkan sebuah kamar bayi dengan ornamen yang lebih meriah.


Akhirnya perang mulut pun tak bisa lagi di hindari, kedua calon nenek itu pun saling menyerang dengan sindiran dan juga umpatan.


Selir kehormatan dengan langkah cepat menyuruh para pelayan nya untuk mengambil ayunan bayi dan membawa nya ke paviliun anggrek bulan.


Selir agung masih memilih baju untuk cucu pertama nya, karena bingung, dia pun meminta para pelayan untuk membawa satu peti baju bayi itu ke paviliun anggrek bulan.


Kaisar Yuan di buat tak berdaya melihat kelakuan kedua selir nya, apa lagi di tambah pangeran kedua yang sejak tadi terus saja berjalan mondar-mandir di depan pintu kamar Ai Li.


Sementara itu di dalam kamar, Ai Li sedang berjuang untuk melahirkan anak nya, tapi sepertinya dia sedikit kesulitan.


Jendral Han dan keluarga nya pun telah di jemput oleh para prajurit kekaisaran agar bisa hadir di acara kelahiran cucu pertama mereka.


Mereka pun tiba dengan cepat di istana kekaisaran dan segera melangkah dengan cepat menuju paviliun anggrek bulan.


"Apakah anaknya sudah lahir?" tanya Liu Xiang yang merupakan ibu kandung Ai Li pada selir kehormatan, sepertinya istri jendral Han itu telah melupakan tata krama saat berhadapan dengan keluarga kekaisaran.


Selir agung segera memeluk Liu Xiang, kedua calon nenek itu terlihat saling menguatkan.


Kaisar Yuan juga menepuk pundak putra keduanya agar tenang, tapi bukannya merasa tenang, pangeran kedua malah terlihat semakin gelisah.


Pangeran kedua mengusak rambutnya sendiri dengan frustasi, langkah nya pun semakin berat, Ai Li belum juga melahirkan setelah berjuang selama dua jam, dan semua orang di buat panik oleh nya.


"Astaga.. Ini mengingatkanku pada saat kelahiran Ai Li.. Semoga saja calon keponakan ku itu tidak memiliki sifat bar-bar yang sama dengan ibu nya" ucap Han Junyi yang langsung dapat pelototan dari Han Fangli


Sedangkan jendral Han terlihat mengingat-ingat peristiwa kelahiran Ai Li belasan tahun yang lalu, dirinya juga sama gelisah dan frustasi nya seperti pangeran kedua saat itu karena Liu Xiang belum juga melahirkan setelah berjuang selama tiga jam.

__ADS_1


"Kau benar, peristiwa ini sama seperti saat Ai Li lahir, ibumu bahkan harus berjuang selama tiga jam untuk melahirkan anak nakal itu" ucap jendral Han.


"Aduh... Perutku" rintih An Xia.


Semua orang pun langsung melirik ke arah An Xia yang sedang meringis sambil memegang perut nya, pangeran ketiga bergegas menggendong An Xia untuk di bawa ke paviliunnya.


"Cepat panggilkan tabib.. Sepertinya istriku juga akan segera melahirkan" teriak pangeran ketiga sambil membopong An Xia setengah berlari.


"Sabar sayang, sebentar lagi tabib nya akan datang" hibur pangeran ketiga sambil mengelap peluh di dahi An Xia setelah sampai di paviliun nya.


Butuh waktu 15 menit hingga para tabib perempuan itu datang ke paviliun serigala milik pangeran ketiga, dengan cepat tabib itu pun segera menangani kelahiran bayi An Xia.


Pangeran ketiga di suruh menunggu di luar, tapi sepertinya An Xia tak ingin di tinggalkan sendiri di dalam kamar itu, tangannya mencengkeram pergelangan tangan pangeran ketiga, hingga akhirnya para tabib pun membiarkan saja pangeran ketiga duduk di samping An Xia sambil terus menyemangati istrinya.


"Ayo tuan putri.. Dorong yang kuat" ucap tabib membakar semangat Ai Li agar terus berjuang.


Sepertinya anak dalam kandungan Ai Li sedang menunggu hingga anak yang ada di perut An Xia pun ikut lahir, tak berapa lama suara tangisan bayi pun terdengar nyaring dari dua paviliun yang berbeda.


Ai Li dan An Xia melahirkan di hari yang sama dan jam yang sama, seolah telah janjian saja.


Oaaak....


Ooaak...


Suara tangisan bayi mengejutkan semua orang yang sedang menunggu di depan pintu, dengan langkah cepat pangeran kedua pun mendobrak pintu dan melihat anak pertama nya yang masih merah.


Segera dia menuju ke ranjang Ai Li dan mencium istrinya penuh cinta. Tapi baru saja beberapa saat, tiba-tiba perut Ai Li kembali di buat mulas dan juga sakit.

__ADS_1


"Tabib.. Sepertinya masih ada satu lagi" ucap Ai Li sambil memegang perutnya.


Semua orang yang berada di dalam kamar Ai Li pun sontak di suruh keluar oleh para tabib yang menangani kelahiran putra nya Ai Li dengan cepat.


__ADS_2