
"Kenapa? Kalian tidak mau mengambilkannya untuk istriku? Baiklah.. Biar prajurit saja yang melakukannya" ucap pangeran kedua sambil menyeringai.
"Tidak pangeran, biar hamba saja yang mengambilnya.." ucap pelayan 1 dengan cepat.
Dirinya saat ini tak mau terkena hukuman, apalagi jika hukuman itu berasal dari pangeran kedua yang terkenal sebagai iblis perang kekaisaran Yuan.
Terkena beberapa sengatan lebah menurut mereka mungkin tidak seberapa jika di bandingkan dengan hukuman papan ataupun cambuk yang bisa saja pangeran kedua itu berikan.
Jadi mereka berdua pun menyanggupi keinginan Ai Li tersebut dengan cepat.
Senyuman Ai Li nampak sumringah saat mendengar kesanggupan dari kedua pelayan itu, dia pun segera duduk dengan tenang di kursinya menunggu madu yang di janjikan kedua pelayan itu.
Pelayan 1 naik ke atas tangga dan bersiap untuk menggambil buah mangga yang di tunjuk pangeran ketiga, sedangkan pelayan 2 saat ini masih dibawah dengan setia memegangi tangga.
Tangan mungil Ai Li mengambil jarum kecil dari saku bajunya, dalam sekejap dia melemparkan jarum itu ke arah sarang lebah hingga membuat lebah-lebah itu terbang berhamburan kesemua arah.
Ngeeeeng...
Suara lebah pun terasa begitu kencang di telinga kedua pelayan itu. Pelayan dua mendongak ke atas dan melihat puluhan lebah bersiap menyerangnya hingga pegangan tangannya pun terlepas.
Pelayan 1 yang kini ada di atas pun merasakan jika tangga yang menopang tubuh nya itu bergoyang, saat dia menoleh ke bawah dia baru sadar jika temannya itu tak berada di tempatnya.
Karena panik, tangga pun semakin bergetar hingga akhirnya menjatuhkan dirinya dari ketinggian 3 meter hingga membuat beberapa tulang punggung nya retak dan patah karena tertimpa tangga yang berat.
Sedangkan pelayan dua saat ini menceburkan dirinya ke dalam kolam untuk menghindari amukan lebah itu, wajahnya sudah tak beraturan dan di penuhi beberapa benjolan akibat serangan lebah-lebah itu.
Para prajurit segera datang dan membantu kedua pelayan itu, mereka di bawa ke tabib untuk di obati.
Ai Li dan An Xia pun memberikan dua mangkuk bubur mereka sebagai ucapan permintaan maaf.
Tanpa ragu, kedua pelayan itu pun segera memakan bubur yang di sediakan, namun bukannya enak, sekarang mereka malah merasakan sakit yang lebih hebat lagi.
__ADS_1
Leher mereka terasa seperti tercekik hingga membuat kedua pelayan itu pun melotot dan segera memuntahkan makanan di dalam mulutnya.
"Bubur ini.." pelayan 1 pun menoleh pada pelayan 2, kedua nya saling pandang dan mengangguk setuju.
Mereka benar-benar telah salah memilih lawan saat ini, bukannya membunuh Ai Li dan juga An Xia, mereka malah hampir saja mencelakakan diri mereka sendiri.
Ternyata kedua istri pangeran itu tak bisa di anggap remeh, mereka baru sadar saat ini jika iblis yang sebenarnya bukanlah pangeran kedua atau pun pangeran ketiga melainkan kedua istri mereka.
Setelah menarik nafas dan menghembuskannya beberapa kali, mereka pun baru menyadari jika saat ini kedua iblis wanita itu sedang berdiri di ambang pintu sambil tersenyum lebar.
Mereka sempat bergidik melihat cara membalas yang di lakukan kedua istri pangeran itu yang terkesan anggun dan juga tak meninggalkan celah.
Hingga mungkin tak ada satu orang pun yang percaya jika kedua gadis yang ada di hadapannya itu kini adalah pelaku kejahatan.
"Bagaimana rasa buburnya? Apakah enak?" tanya Ai Li sambil menaik turunkan alisnya.
Kedua pelayan itu pun menggelengkan kepalanya dengan pandangan yang err... Sungguh tak bisa di ungkapkan dengan kata-kata.
An Xia berjalan kedepan dan mendekat kearah kedua pelayan yang terbaring itu. Tangannya masih memegang 2 botol vitamin yang mereka berikan, hingga membuat kedua pelayan itu pun kembali menahan nafas nya dan menelan ludah nya dengan paksa.
"Aah.. Aku sampai lupa, jika vitamin yang kalian berdua berikan tadi itu belum sempat kami minum, tapi sepertinya kalian berdua jauh lebih membutuhkan kedua vitamin ini di bandingkan kami" ucap An Xia.
Tangan mungil gadis itu telah mencengkram dagu gadis pelayan 1 sambil memaksanya untuk meminum ramuan vitamin yang dibawanya.
Pelayan 1 berusaha untuk memberontak dengan sekuat tenaga, namun karena tubuhnya yang lemah dan juga beberapa luka retak di punggungnya, membuat pelayan 1 tak bisa melakukan pemberontakan yang berarti.
Akhirnya dia pun menelan ramuan itu dengan paksa, matanya melotot ke arah An Xia yang saat ini tengah tertawa dengan bahagia.
Pelayan 2 bergidik ngeri melihat cara An Xia membalikan permainan mereka, dia pun memutar otak dengan cepat agar tak bernasib sama dengan pelayan 1.
Saat ini tubuh pelayan 1 tengah kejang-kejang, matanya melotot memandang An Xia yang sedang tertawa bak iblis di depannya. Dari sudut bibir pelayan itu keluar busa berwarna putih, jari telunjuk pelayan 1 menunjuk ke arah An Xia, tapi dia tak bisa mengatakan apa pun hingga akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya dengan mata terbuka dan mulut menganga penuh dengan busa.
__ADS_1
An Xia berjalan menuju pelayan 2, gadis itu dengan anggun menyingkap hanfu yang di pakainya dan mendudukan dirinya dengan anggun di sebuah kursi tak jauh dari pelayan 2.
Kaki kanan gadis itu diangkat dan kembali di jatuhkan di atas kaki kirinya, tangannya bersedekap dada dengan mata yang terpejam.
Tak akan ada yang percaya jika gadis yang berpenampilan polos dan cantik bak bidadari itu bisa berbuat kejam bak iblis.
Semua orang percaya jika istri dari pangeran kedua dan pangeran ketiga itu adalah gadis yang bodoh dan tidak memiliki kemampuan apa pun.
Tapi saat ini pelayan 2 jelas bisa melihat jejak kekejaman di wajah keduanya.
Ai Li masih santai menikmati ketakutan yang kini di rasakan pelayan 2, sudut bibir gadis itu menyunggingkan senyuman sinis yang mungkin tak pernah bisa di lihat siapa pun.
"Katakan padaku, kau ingin mati dengan cara seperti apa? Apakah dengan racun seperti temanmu itu? Atau kah dengan cara di gantung atau di penggal? Aah.. Tapi aku tak suka melakukan hukuman seperti itu. Aku lebih suka dengan cara menyayat dan menguliti tubuh musuhku. Dengan begitu aku bisa menikmati nyanyian kematian yang merdu" ucap Ai Li sambil memainkan pisau kecil di tangannya.
"Tuan putri, hamba salah. Mohon tuan putri berbesar hati mengampuni hamba, hamba bisa melakukan apa pun untuk kedua tuan putri" ucap pelayan itu dengan tubuh yang bergetar.
Ai Li berdecih mendengar ucapan pelayan itu, dia pun bangkit berdiri dan membalikan badannya.
Clap..
Slash..
"Aaargh..."
Klontang...
Ai Li pun melemparkan pisau nya setelah menikam jantung dan juga memenggal kepala pelayan itu. Dan segera keluar dari ruang pengobatan beriringan dengan An Xia dengan santai.
Kaisar Yuan yang sejak tadi memperhatikan kedua gadis itu segera masuk ke dalam ruang pengobatan di iringi kasim Bo.
Saat pintu itu terbuka, keduanya pun tertegun melihat pemandangan yang err.. Tak biasa.
__ADS_1
"Sungguh dua iblis kecil yang licik.. Mereka benar-benar sangat pandai menyembunyikan kekejaman nya di balik senyuman" ucap Kaisar Yuan sambil menggelengkan kepala.
Sedangkan kasim Bo sudah terduduk di lantai, kakinya seolah tak memiliki tulang lagi melihat kondisi kedua pelayan itu.