2 GADIS SADIS DARI ZAMAN MODERN

2 GADIS SADIS DARI ZAMAN MODERN
Part 36


__ADS_3

"Lalu bagaimana dengan ibu selir jika terjadi penyerangan pada istana ini?" tanya pangeran ketiga. Ai Li pun langsung memberi tahu mereka bertiga.


"Baiklah, mari kita mulai saja drama keluarga bahagia kita" ucap An Xia yang langsung mendapatkan pelototan oleh Ai Li.


"Apa kau sudah katarak? Kenapa matamu melotot seperti itu?" tanya An Xia disertai kekehan ringan.


"Kurasa tinggal di istana semakin membuat mu tambah bodoh" cela Ai Li.


Akhirnya Mereka pun tertawa dengan bahagia. Seluruh rencana telah mereka susun dengan baik tanpa ada yang tahu.


Dari kejauhan, seseorang terlihat memperhatikan segala tingkah laku mereka berempat dari balik dinding sambil alis nya sesekali berkerut.


"Apa mereka tidak memiliki pekerjaan lain? Tertawa berempat di gazebo seperti orang gila saja, kalau saja bukan gara-gara yang mulia, aku pun malas mengikuti mereka." ucap orang itu sambil sesekali menghela napas berat.


"Bagaimana bisa mereka tidak menyadari kehadiranku? Mereka benar-benar tidak waspada sama sekali" umpatnya sambil menguap. Tak lama dia pun pergi meninggalkan paviliun Ai Li menuju ke gubuk yang paling kecil dan paling buruk di ujung belakang istana.


"Salam yang mulia.." orang itu pun segera bersujud

__ADS_1


"Ada informasi apa?" tanya seorang pemuda dengan malas.


"Yang mulia, besok pagi jendral han akan berangkat bersama pangeran kedua dan juga pangeran ketiga ke perbatasan sekaligus untuk memburu para bandit yang akhir-akhir ini telah banyak menelan korban'' ucap pemuda itu


"Bagaimana dengan paman kaisar?" Tanya nya, ternyata dia adalah mantan putra mahkota yang sekarang ini telah di turunkan menjadi pangeran pertama. Dan yang dia suruh memata-matai pangeran kedua dan pangeran ketiga itu orang kepercayaannya yang bernama Hao Cun.


"Mereka sudah sampai di perbatasan yang mulia, mereka juga memasang tenda di balik bukit Huang." ucap Hao Cun kembali


"Apa ada yang melihat mu saat memata- matai mereka?"


"Bagus kalau begitu. Dan satu lagi, terus awasi kedua pangeran itu." ucapnya sambil melirikkan matanya kekanan dan kekiri.


"Baik yang mulia" ucap hao cun patuh


"Aneh.. Tadi aku merasa ada orang yang mengawasi ku, tapi tak ada siapa-siapa disini" gumam pangeran pertama sambil celingak-celinguk.


Sementara yang di cari oleh pangeran pertama sedang terkekeh di atas atap kamarnya sambil menatap langit.

__ADS_1


"Dasar pangeran bodoh, dia bahkan tak bisa menemukan ku" ucapnya sambil bangun dan meloncat dari satu atap ke atap yang lain menuju istana dingin.


"Yang mulia.." ucapnya sambil membungkuk di hadapan selir Ming


"Informasi apa yang kau bawa?" tanya selir Ming sambil mendudukkan dirinya di kursi


"Pangeran pertama sudah mulai mengerahkan orang-orang nya untuk melakukan pemberontakan" ucapnya dengan pelan


"Lalu?" tanya selir Ming lagi


"Kaisar memberikan perintah pada jendral Han, pangeran kedua dan pangeran ketiga untuk menumpas para pemberontak. Mereka akan berangkat besok beserta 200 orang prajurit elit kerajaan" ucapnya lagi


"Bagus, istana dalam keadaan kosong. Kirim kabar segera pada kakak ku agar dia bisa bersiap untuk menyerang." ucap selir Ming dengan kilatan dendam dan kebencian di matanya.


"Baik yang mulia" ucap orang itu pun patuh sambil menghilang dari depan selir Ming.


"Bagus, tinggal selangkah lagi, putraku akan segera jadi kaisar. Dan aku bisa mengendalikan kekaisaran ini dengan posisiku sebagai ibu suri" ucapnya disertai gelak tawa bahagia.

__ADS_1


__ADS_2