2 GADIS SADIS DARI ZAMAN MODERN

2 GADIS SADIS DARI ZAMAN MODERN
Part 37


__ADS_3

Selir Ming berjingkrak dalam hati, bayangan kemenangan sudah di depan mata. Merasa yakin jika rencana nya akan berhasil, dia pun tertawa dengan kencang.


Sedangkan Ai Li bersama An Xia masih bersantai di gazebo bersama suami mereka, menghabiskan waktu bersama, menikmati senja. Tak lama Selir agung pun datang bersama selir kehormatan, mengganggu keromantisan keempat insan yang sedang di mabuk cinta itu.


"Apakah kalian begitu bahagia sampai-sampai tidak menyadari kedatangan kami?" tanya selir agung


"Salam ibunda selir" keempat orang itu pun langsung bangun dan membungkuk


"Bangunlah.. Apa yang membuat kalian begitu bahagia hari ini?" tanya selir kehormatan


"Sebenarnya kami hanya sedang menghabiskan waktu bersama ibunda, mengingat besok para pangeran akan pergi untuk memberantas para pemberontak" ucap Ai Li.


"Ibunda.. Bagaimana jika ibunda berdua menginap di paviliun kami? Aku ingin sekali menghabiskan banyak waktu bersama ibunda" ucap Ai Li dengan tatapan memohon.


"Benar ibu, bisakah ibu tinggal di paviliunku selama aku pergi? Aku merasa khawatir pada kalian berdua" ucap pangeran kedua. Akhirnya selir agung dan selir kehormatan pun menganggukkan kepalanya menyetujui keinginan anak dan menantu nya.


"Baiklah.. Mulai besok ibu berdua akan tinggal di paviliun kalian" ucap selir agung hingga membuat Ai Li terharu dan langsung memeluk nya.


"Terima kasih ibu" ucap Ai Li dengan manja.


akhirnya mereka pun kembali ke paviliun masing-masing untuk beristirahat.


Keesokan harinya pangeran kedua, pangeran ketiga beserta jendral Han dan para prajurit terpilih pun bersiap untuk pergi menggunakan kuda mereka masing-masing. Setelah berpamitan dengan kaisar dan seluruh penghuni istana, mereka pun berangkat di ikuti tatapan yang err sangat-sangat membahagiakan dari pangeran pertama.


Otak kosong nya sudah menyusun banyak rencana untuk membunuh kedua saudara tirinya itu dengan berbagai cara.


Berbagai ranjau, pembunuh bayaran dan juga bandit telah di sediakan untuk menghadang dan menghabisi orang-orang itu.


Selir Ming juga sudah mengirim surat untuk kaisar Ming untuk bersiap-siap melakukan penyerangan pada istana kekaisaran.


Dia pun mengirimkan peta untuk memudahkan pergerakan para prajurit Ming memasuki istana. Penjaga gerbang pun sudah di ganti dengan orang-orang nya.


Dia merasa bahwa rencana nya sudah sangat matang dan berjalan mulus hingga saat ini hingga membuatnya merasa di atas angin.


"Hanya tinggal menunggu waktu. Peperangan akan segera terjadi" ucapnya disertai tawa mengembang.

__ADS_1


Sementara pasukan yang dikirim istana saat ini sudah mulai berjalan menuju desa terpencil. Mereka pun dengan waspada menarik tali kekang kuda mereka menyusuri jalan setapak untuk menuju paviliun lotus darah.


Sesampainya disana, mereka pun di sambut dengan baik oleh seluruh anggota Ai Li. Mereka juga di persilakan untuk beristirahat di tempat yang sudah di sediakan. Segera dua orang anggota ai li berpakaian prajurit dan menggunakan topeng wajah yang mirip dengan prajurit itu. Mereka berdua pun melukai tubuh mereka dengan membuat banyak lebam dan sayatan pedang agar akting nya semakin meyakinkan.


Memacu kuda mereka menuju ke istana untuk menyampaikan kabar duka.


Sementara di istana, kaisar sedang melakukan rapat dengan beberapa pejabat. Mereka membahas untuk membangun kembali desa-desa yang sudah di hancurkan oleh para pemberontak. Tak lama pintu besar pun di dorong oleh dua orang prajurit hingga membuat seisi aula menjadi ricuh.


"Hormat hamba yang mulia, maaf mengganggu kesibukan yang mulia, tapi kami harus menyampaikan informasi yang sangat penting." ujar salah satu prajurit itu.


Kaisar pun mengedarkan pandangannya, meneliti keadaan kedua prajurit nya itu dengan seksama.


"Katakanlah.." ucap kaisar dengan tegas sambil terus menyorot kedua prajurit itu membuat kedua nya langsung menunduk


"Yang mulia.. Kedua pangeran beserta jendral Han telah di culik oleh para pemberontak, dan para prajurit banyak yang meninggal dan juga mengalami luka-luka" ucap prajurit itu


"Apa yang terjadi?" tanya pangeran pertama sambil melirik kedua prajurit itu sementara hatinya bersorak gembira mendengar kabar itu.


"Kami di hadang puluhan bandit dan juga pembunuh bayaran yang mulia" ucap keduanya dengan serempak.


"Kirim lebih banyak prajurit lagi untuk memberantas para pemberontak" ucap kaisar yuan.


Pangeran pertama yang mendengar ucapan ayahnya pun langsung mengajukan diri untuk ikut bertempur


"Ayahanda, izinkan pangeran ini ikut dalam kelompok. Aku takut terjadi sesuatu pada kedua saudaraku itu." ucap pangeran pertama meyakinkan kaisar. Kaisar yuan pun menghela napas berat.


"Baiklah.. Bawa prajurit untuk membantumu menyelesaikan masalah ini" ucap kaisar Yuan.


"Baiklah ayahanda, pangeran ini akan memilih 300 orang prajurit yang tangguh." ucap pangeran pertama sambil membungkuk dan segera keluar dari istana dengan senyum manis nya.


"Heh.. Menolong pangeran kedua dan pangeran ketiga? Lebih baik aku segera bergabung dengan paman kaisar dan segera menyusun rencana penyerangan" gumam pangeran pertama dalam hati sambil terus berjalan menuju tempat latihan para prajurit.


Dia pun memilih 300 orang prajurit yang tangguh dan segera menyuruh mereka bersiap-siap.


Pangeran pertama pun segera berjalan menuju istana dingin untuk menemui selir Ming dan memberitahu rencana nya.

__ADS_1


Sesampainya di istana dingin, segera saja dia masuk dan menyapa ibunya


"Salam ibunda" ucap pangeran pertama


"bangunlah putraku" ucap selir Ming sambil membantu pangeran pertama untuk berdiri


"Duduklah" ucapnya.


Pangeran pertama pun segera duduk di samping ibunya.


"Ada apa putraku?" tanya selir Ming


"Ibunda, besok aku akan pergi bersama 300 orang prajurit pulihan kita" ucap pangeran pertama


"Tapi untuk apa?" tanya selir Ming


"Saat ini pangeran kedua dan pangeran ketiga beserta jendral Han sedang di culik oleh para bandit dan juga pembunuh bayaran" ucap pangeran pertama


"Biarkan saja mereka, apa untung nya bagimu menolong mereka?" tanya selir ming


"Aku pergi bukan untuk menolong mereka ibu, tapi sebaliknya. Aku beserta semua prajurit ku akan bergabung bersama dengan pasukan paman kaisar untuk segera menyusun rencana penyerangan ke istana ini" ucap pangeran pertama dengan tegas.


Mata selir ming terlihat berbinar mendengar jawaban putranya.


"Baiklah. Ibu merestuimu nak, kau harus membawa kemenangan untuk pihak kita. Jangan lupa untuk melenyapkan kedua pangeran tak berguna itu agar kelak tak menghalangi mu untuk naik tahta" ucap selir Ming


"Pangeran ini mengerti ibu" ucap nya sambil mengangguk


"Kapan kau akan berangkat?" tanya selir Ming.


"Besok pagi ibu" ucap pangeran pertama.


"Pergilah beristirahat agar besok wajah mu itu semakin segar" ucap selir ming lagi. Pangeran pertama pun langsung berdiri dan berpamitan pada ibunya.


"Heh.. Kita lihat saja siapa yang akan menang. Kaisar bodoh itu pasti akan segera menemui azal nya" ucap selir Ming di sertai tawa iblis nya.

__ADS_1


__ADS_2