
Pangeran kedua segera melesat menuju tempat dimana rakyat kekaisaran Jing di sekap dan juga di perbudak oleh Ma Chao dan juga komplotan nya, kali ini dia ingin membebaskan mereka semua dari jerat ketakutan dan ketidak berdayaannya karena kejahatan dari Ma Chao.
Tentu saja hal ini membuat seluruh rakyat kekaisaran Jing bersorak bahagia, ternyata masih ada orang baik yang bersedia menyelamatkan mereka dari semua penyiksaan yang selama ini mereka terima.
Bahkan rakyat kekaisaran Jing memaksa agar pangeran kedua menjadi kaisar yang baru untuk memimpin mereka, hingga membuat pemuda itu terperanjat kaget dan hampir saja terjatuh.
Bukan karena menginginkan posisi sebagai kaisar, tapi perintah ayahandanya lah yang membuat pangeran kedua pada akhirnya melangkahkan kakinya dan berusaha untuk membebaskan rakyat dari segala penindasan.
Di kekaisaran Yuan saat ini, Yuan Jicheng dan Xin Quan juga telah berpamitan pada kaisar Yuan, keduanya telah sepakat untuk kembali menuju kekaisaran Xin setelah mendengar kabar buruk tentang penyakit yang di derita oleh sang kaisar.
Bukan hal yang aneh jika saat ini keduanya terburu-buru, karena Xin Quan merupakan putri satu-satunya dari kaisar Xin sekaligus calon penerus tahta kekaisaran.
Mereka berangkat menggunakan kereta istana kekaisaran Yuan, dan langsung menuju ke istana kekaisaran Xin untuk melihat kondisi sang kaisar yang mulai menurun.
Pangeran ketujuh juga saat ini telah bersiap untuk melamar seorang gadis, dia merupakan putri dari seorang sastrawan yang sangat terkenal di seluruh kekaisaran Yuan.
Wu Zillin, itulah nama gadis yang kini mulai membuat pangeran ke tujuh tertarik, bukan karena gadis itu kuat dan juga pandai bertarung, tapi karena gadis itu sangatlah lembut dan juga penyayang.
Wu Zillin adalah gadis yang paling cerdas di mata pangeran ke tujuh, selain pandai menari, bernyanyi, menyulam, melukis dan bersyair, Wu Zillin juga gadis yang paling sopan dan juga sangat ramah.
Kelemah lembutan Wu Zillin, membuat pangeran ketujuh tak bisa mengalihkan pandangannya barang sedetik pun dari gadis itu.
Meskipun terlahir dari keluarga biasa dan bukan merupakan putri bangsawan, tapi kecerdasan dan juga bakat yang di miliki gadis itu sungguh tak bisa di anggap remeh.
Dia berhasil menaklukan hati pangeran ke tujuh dan membuatnya menjadi satu-satunya gadis terpilih diantara seluruh gadis di kekaisaran Yuan.
Tidak aneh jika saat ini pangeran ke tujuh memilih gadis seperti Wu Zillin, karena tempramen pangeran ke tujuh yang sedikit keras, di tambah sifat kekanak-kanakannya yang masih menempel, membuat pemuda itu yakin untuk meminang Wu Zillin dan menjadikannya sebagai calon istri sekaligus calon permaisuri kekaisaran Yuan di masa depan.
__ADS_1
Meskipun gadis itu baru saja menginjak usia lima belas tahun, tapi sifat dewasa dan juga keibuan nya membuat pangeran ketujuh yakin untuk menjadikan Wu Zillin sebagai pelabuhan cinta terakhir nya.
Kali ini dia tak akan lagi membuat kesalahan yang sama seperti dulu, dia akan memperjuangkan cintanya secara penuh untuk Wu Zillin.
Keluarga Wu sendiri saat ini telah menerima dekrit pernikahan dari kaisar Yuan, mereka dengan senang hati menerima dekrit itu dan menganggapnya sebagai anugerah.
Meski Wu Zillin sebenarnya ingin menolak dekrit itu, tapi dia mengurungkannya, karena menolak dekrit kaisar sama saja seperti membunuh seluruh keluarga nya.
Wu Zillin tak ingin keluarga nya di anggap penghianat atau pun pemberontak, karena itulah saat ini dia berusaha untuk dapat menerima dekrit itu dengan hati yang lapang.
Hati dan pikiran Wu Zillin saat ini masih meragu, apalagi mengingat jika calon suaminya itu merupakan calon kaisar, tidak ada yang bisa menjamin jika di masa depan, pangeran ke tujuh tidak akan mengangkat satu atau bahkan lebih banyak lagi selir untuk memperkuat posisinya sebagai kaisar.
Karena itulah Wu Zillin mempersiapkan diri dari sekarang untuk tidak terlalu sakit hati pada akhirnya nanti.
Tapi sepertinya ketakutan Wu Zillin saat ini tidak berdasar, bahkan pada saat rapat di aula istana, para pembesar kekaisaran telah mengajukan putri mereka untuk menjadi selir dari pangeran ke tujuh, namun langsung di tolaknya.
Hati Wu Zillin begitu terkesiap mendengar penuturan dari pangeran ke tujuh, bahkan dia sampai meneteskan air matanya karena merasa begitu terharu dengan keteguhan yang di tunjukkan oleh calon suaminya itu.
Wu Zillin juga berjanji dalam hatinya untuk tidak menghianati pangeran ke tujuh dan bersedia sehidup semati dengan sang suami nantinya.
Aula sejenak di penuhi kericuhan, para pembesar dan juga para bangsawan sepertinya belum mau mengubur keinginan mereka dan terus mengungkapkan keberatan nya. Mereka berdalih jika calon permaisuri haruslah dari golongan bangsawan dan bukan dari golongan rakyat biasa.
Wu Zillin tertunduk saat mendengar ucapan dari para pembesar dan juga para bangsawan, tapi tak lama, Wu Zillin kembali menegakan kepalanya di hadapan semua orang. Dia tak ingin menjadi gadis yang lemah yang pada akhirnya bisa saja membuat calon suaminya itu menjadi tidak berdaya.
Pangeran ketujuh tersenyum tipis melihat tindakan yang di lakukan oleh calon istrinya itu, tentu saja dia sangat mengerti tentang apa yang di risaukan oleh calon permaisuri nya, tapi dia hanya memandang dengan penuh kelembutan sambil sesekali berdecih melihat tindakan dari para bangsawan dan juga pejabat yang berusaha menjilat nya.
Pangeran ketujuh pun berdiri dari kursinya, kakinya melangkah ke arah Wu Zillin yang kini telah kembali bersikap tenang.
__ADS_1
Tangan kanan pangeran ke tujuh pun terulur, dia segera menggenggam tangan Wu Zillin dan membawanya berdiri di samping nya sambil terus menatap dengan penuh kelembutan.
"Jika kalian semua tidak menginginkan gadis pilihan ku ini menjadi permaisuri masa depan di kekaisaran ini! Maka baiklah, aku juga tak akan memaksanya!" ucap pangeran ke tujuh dengan tenang.
Rona wajah para bangsawan dan juga pembesar kekaisaran pun kembali cerah mendengar ucapan dari pangeran ke tujuh, sangat berbeda dengan reaksi yang di tunjukkan oleh keluarga Wu yang kini berubah suram.
Begitu pun dengan Wu Zillin, ingin rasanya gadis itu pergi dari aula secepat nya, tapi genggaman tangan pangeran ketujuh begitu erat dan juga seolah menenangkan detak jantung nya yang sedari tadi seolah di pompa karena takut dan juga cemas.
"Silahkan kalian meninggalkan kekaisaran Yuan! Aku tak membutuhkan orang-orang bermuka dua dan juga suka menjilat, bagiku Wu Zillin adalah segalanya. Dan mulai besok aku akan memeriksa seluruh keuangan keluarga kalian sebelum meninggalkan kekaisaran ini! Jangan sampai kalian semua melakukan kecurangan terhadap ayahanda ku! Kalian juga tak perlu berpura-pura merasa khawatir tentang masa depan kekaisaran ini! Karena aku sudah mendapatkan kandidat yang lebih cocok untuk menggantikan posisi kalian semua!" ucap pangeran ke tujuh sambil mencium punggung tangan gadis pilihannya.
Jedeeeer...
Bagaikan terkena petir di siang hari, para pembesar dan juga bangsawan pun langsung berubah pucat, mereka tak menyangka jika pangeran ketujuh akan berubah menjadi lebih kejam jika berhubungan denga Wu Zillin.
...----------------...
Terima kasih banyak untuk dukungan dari semua pembaca setia novel ini, mohon maaf jika banyak sekali typo ataupun ujaran kebencian dan juga kekerasan yang ada di dalamnya.
Novel ini akan segera berakhir dalam satu bab ke depan, yuks baca juga karya author yang lain:
Novel ini masih akan berlanjut hingga bab ke 250 ya, sedangkan novel terbaru author saat ini sudah kembali membuka give away untuk sepuluh orang pendukung terbanyak.
Jangan lupa dukung karya terbaru author, siapa tahu di tanggal 7 januari 2023 nanti, andalah yang mendapatkan kesempatan untuk mendapatkan gift dari author. 🙏🙏🙏
__ADS_1