
Kaisar Yuan segera menulis surat untuk di berikan pada kaisar Xin, saat ini dia tak lagi seperti seorang ayah, tapi lebih mirip seorang musuh yang merencanakan hal buruk untuk musuhnya.
Meskipun pangeran keempat, pangeran kelima dan juga pangeran keenam merupakan putra nya dari Selir Ming dan juga selir Xu, tapi dia tak juga berbelas kasih pada orang-orang yang berniat merongrong kekuasaannya.
Dimata nya saat ini hanya pangeran kedua, pangeran ketiga dan juga pangeran ke tujuh yang memasuki matanya dan di anggap kehadirannya oleh kaisar Yuan. Namun tidak dengan pangeran yang lainnya.
Mata-mata pangeran keempat pun bergegas mengikuti prajurit yang di kirimkan oleh kaisar Yuan untuk mengetahui isi gulungan yang di bawa nya.
Hingga tujuh hari kemudian prajurit itu pun sampai di gerbang istana kekaisaran Xin dan segera meminta izin untuk menghadap kaisar Xin.
Kaisar Xin menerima gulungan yang di bawa oleh prajurit itu dan membacanya dengan seksama, senyum nya pun terlihat mengembang, dia benar-benar puas dengan isi dari gulungan tersebut.
"Mohon maaf sebelumnya yang mulia.. Kaisar Yuan meminta balasan langsung dari anda" ucap prajurit itu sambil menunduk.
Kaisar Xin langsung memanggil kasimnya dan menyuruh untuk membuat balasan surat untuk kaisar Yuan.
"Tulis.. Aku kaisar Xin menerima lamaran dari kaisar Yuan untuk putriku Xin Quan dan pangeran ketujuh" ucap kaisar Xin menyuruh kasim nya untuk menulis sambil terus tertawa bahagia.
Putri Xin Quan terlihat bersemu merah, hatinya begitu bahagia saat tahu jika ayahnya telah menerima lamaran itu, dia memang sudah sejak lama menaruh hati pada pangeran ketujuh, dan hari ini surga telah berpihak padanya dengan mengirimkan lamaran itu.
Xin Quan pun tersenyum manis, hatinya menghangat. Pangeran impiannya sebentar lagi akan segera menjadi milik nya.
Kaisar Xin memang telah mengetahui jika pangeran keempat, kelima dan keenam berkhianat pada kekaisaran Yuan dari surat yang di kirimkan oleh kaisar Yuan, namun fokusnya bukanlah pada tulisan itu tapi pada tulisan di bawah nya yang menyatakan pangeran ketujuh merupakan calon putra mahkota selanjutnya yang berarti calon kaisar masa depan di kekaisaran Yuan.
Tentang pengkhianatan ketiga pangeran itu, bisa dia pikirkan nanti, yang terpenting adalah putri kesayangannya akan menjadi calon permaisuri masa depan di kekaisaran Yuan.
Sedangkan Mata-mata yang di kirim pangeran keempat segera memacu kudanya kembali menuju daerah utara untuk memberikan informasi itu pada pangeran keempat.
"Hormat hamba pangeran" ucap Mata-mata itu setelah sampai di hadapan pangeran keempat
"Berita apa yang kau bawa sekarang?" tanya pangeran keempat dengan mata yang menyorot tajam.
"Pangeran.. Saat ini yang mulia kaisar telah mengirimkan surat lamaran untuk putri Xin Quan dari kekaisaran Xin. Bahkan kaisar Xin telah membalas surat itu dan menyetujui lamaran yang di kirimkan oleh kaisar Yuan" ucap Mata-mata itu kembali
__ADS_1
"Putri Xin Quan? Lalu pangeran mana yang akan di nikahkan dengan putri Xin Quan itu?" tanya pangeran keempat kembali.
"Pangeran ketujuh.." ucap Mata-mata itu.
"Bagus, sepertinya ayahanda hanya memikirkan ketiga pangeran sialan itu di bandingkan denganku" ucap pangeran keempat sambil melemparkan cangkir di tangannya.
Prang...
Suara cangkir yang terjatuh..
Pangeran kelima beserta pangeran keenam pun bergegas menuju ruang kerja pangeran keempat.
Keduanya merasa heran mendengar suara benda jatuh dari ruang kerja saudara keempat mereka.
"Astaga.. Ada apa ini kakak keempat?" tanya pangeran kelima saat melihat wajah pangeran keempat yang memerah menahan amarah nya yang menggebu.
"Apa kalian tahu apa yang telah di lakukan oleh kaisar tua sialan itu? Dia mengirimkan lamaran pada kaisar Xin untuk pangeran ketujuh" ucap pangeran keempat.
"Putri Kaisar Xin?" tanya pangeran kelima dan juga pangeran keenam.
Pangeran kelima membulatkan matanya kaget saat mendengar nama itu, dirinya telah lama menyimpan hati pada putri Xin Quan sejak masih sama-sama di akademi, namun karena kesibukannya untuk menggulingkan kaisar Yuan dari tahtanya, pangeran kelima seakan lupa dan tidak memiliki waktu untuk menemui Xin Quan.
"Dasar kaisar tua b******k.. Berani sekali dia mengambil milik ku" ucap pangeran kelima sambil mengepalkan tangannya.
"Kenapa kalian berdua jadi marah seperti itu? Lebih baik sekarang kita pikirkan cara untuk menghadapi kaisar tua itu, sepertinya dia sudah mulai mencium rencana kita" ucap pangeran keenam
Pangeran keempat dan pangeran kelima pun segera menatap mata saudara keenamnya itu
"Apa kau memiliki rencana?" tanya pangeran keempat
"Itu masalah gampang, aku akan segera menyuruh orang-orang ku untuk menyusup ke istana kekaisaran Xin dan menculik putri Xin Quan" ucap pangeran keenam
Pangeran keempat pun mengangguk setuju dengan rencana pangeran keenam, namun tidak dengan pangeran kelima.
__ADS_1
"Aku sendiri yang akan menyusup ke istana kekaisaran Xin, dan menculik Xin Quan" ucap pangeran kelima.
"Apa maksud mu kakak kelima? Jangan mengambil resiko terlalu besar untuk masalah ini, biarkan orang-orang ku yang melakukan hal itu, kau bisa menikmatinya saat dia sudah di bawa kemari" ucap pangeran keenam yang mengerti jalan pikiran pangeran kelima
Namun pangeran kelima menggelengkan kepalanya dan bergegas berjalan mengambil kudanya dan langsung memacunya menuju kekaisaran Xin.
Jarak dari daerah utara menuju kekaisaran Xin hanyalah sehari semalam dengan menggunakan kuda, hingga akhirnya pangeran kelima pun Sampai pada sore keesokan harinya.
Pangeran kelima segera mencari penginapan yang paling dekat dengan istana kekaisaran Xin, dia berencana untuk menemui Xing Quan malam ini.
Putri Xin Quan saat ini sedang duduk di depan jendela kamar nya, setelah selesai makan malam, dia memang terbiasa duduk di dekat jendela sambil membaca buku.
Pikirannya menerawang jauh ke masa lalu, dulu dirinya begitu menyukai pangeran kelima, namun karena pangeran kelima saat itu menyukai sahabatnya yang merupakan putri dari seorang pejabat daerah membuat Xin Quan patah hati.
Dirinya begitu marah saat tahu jika pria yang di sukainya menyukai sahabatnya, dan yang lebih menyakitkan hatinya adalah dirinya pernah memergoki pangeran kelima yang sedang bercinta dengan sahabatnya itu.
Xin Quan yang patah hati pun langsung memutuskan untuk meninggalkan akademi dan kembali ke istana nya.
Tap...
Tap...
Tap...
Syuut...
Seseorang dengan pakaian serba hitam memasuki kamar Xin Quan yang masih setia dalam lamunannya, dirinya bahkan tak menyadari jika saat ini ada seseorang yang sedang memandang wajahnya yang terlihat begitu cantik di bawah terpaan sinar rembulan.
Sreet...
Xin Quan pun menggeserkan kursinya dan segera bangkit dari duduknya kemudian berjalan menuju peraduan.
Tanpa di sadari, seseorang yang menyusup itu pun segera memeluk Xin Quan dari belakang dan langsung mengecup tengkuk gadis itu.
__ADS_1
"Siapa kau?" tanya Xin Quan sambil membalikkan tubuhnya melihat penyusup yang kini ada di hadapannya.