2 GADIS SADIS DARI ZAMAN MODERN

2 GADIS SADIS DARI ZAMAN MODERN
Part 69


__ADS_3

Prajurit yang tadi mengikuti He Tian akhirnya tersadar dari kebodohannya, mereka pun mulai melihat ke arah Ai Li dan kawan-kawan nya dengan pandangan yang tak biasa.


Salah seorang prajurit pun berseru dengan lantang mengejutkan semua orang.


"Dasar wanita j****g, berani sekali kalian membunuh tuan muda kami, sudah di pastikan kalian tidak akan bisa keluar dari sini hidup-hidup, kalian harus mati" teriak nya sambil mencabut pedang nya dan mulai menyerang Ai Li.


Ai Li hanya tersenyum tipis melihat serangan kecil seperti itu, bahkan anggota nya memiliki kecepatan yang bagus, tapi ini apa? Seperti orang-orang ini tak pernah tahu perbedaan antara langit dan bumi.


Ai Li hanya menggeser tubuh nya saat sabetan pedang itu di layangkan oleh prajurit yang sedang marah, prajurit lainnya pun langsung mengambil pedang nya dan menyerang An Xia dan juga Xin Quan.


Serangan berkelompok pun di lancarkan ke sepuluh prajurit itu dengan sangat cepat, namun hanya mainan untuk Ai Li.


"Astaga.. Hanya seperti ini saja kemampuan kalian?" ucap Ai Li memprovokasi


Para prajurit itu sambil menggelengkan kepalanya.


"Bahkan anak umur sepuluh tahun saja jauh lebih cepat dari kalian" lanjutnya


Para prajurit pun semakin berang, mereka menyerang dengan membabi buta.


An Xia hanya meloncat kekiri dan ke kanan menghindari sabetan pedang para prajurit sedangkan Xin Quan langsung menyambut serangan itu dengan palu kecil di tangannya, badan nya meliuk-liuk seperti ular hingga


Brak...


1


Brak...


2


Brak...

__ADS_1


3 orang prajurit pun terjatuh dengan kepala yang bocor, Xin Quan menggunakan kecepatan nya dan juga kemampuan bertarung jarah dekat dengan menghantamkan palu kecil itu di kepala para prajurit...


Bruk...


Bruk...


Bruk...


3 orang prajurit mati dengan mata melotot dan kepala yang terus mengeluarkan darah.


Percikan darah prajurit itu tak sengaja mengenai wajah An Xia yang haus darah, seketika An Xia langsung tersenyum iblis dan bergerak semakin lincah.


Krak...


Krak...


Krak...


An Xia mematahkan leher 3 orang prajurit dengan santai dan senyuman yang menghiasi wajah nya, sedangkan Ai Li belum mau menyelesaikan pertarungannya dan terus menerus meringsek mebyerang para prajurit dengan samurai di tangannya.


Baju keempat prajurit itu pun sudah compang camping dengan luka sabetan di seluruh tubuh, darah mulai merembes ke seluruh pakaian mereka, tragis dan sangat mengenaskan, itulah gambaran untuk ke sepuluh prajurit itu yang jadi mainan dari ketiga iblis mungil yang kini tengah menyeringai puas.


Ai Li memenggal kepala keempat prajurit itu tanpa berkedip, kemudian tertawa dengan begitu bahagia.


Orang-orang yang melihat itu pun semakin bergidik ngeri, sungguh iblis mungil yang luar biasa kejam, bahkan ketiga nya tanpa perasaan menginjak-injak tubuh prajurit yang telah mati itu sambil bersenandung ringan..


Ai Li, An Xia dan juga Xin Quan meloncat kearah kuda nya masing-masing dan melanjutkan perjalanan, menukmati hidup sekalian membasmi hama pengganggu.


Xin Quan semakin kagum pada kedua calon kakak ipar nya, yang selalu tampil cantik dan anggun sekalipun dalam pertarungan, selalu tampil memukau bak dewi bahkan saat memenggal kepala musuhnya, sungguh keindahan yang mematikan.


Ketiga wanita itu pun berhenti di salah satu kedai makan yang sangat ramai, saat ketiganya melangkah, tatapan demi tatapan pun tertuju pada mereka bertiga.

__ADS_1


Ada yang menatapnya penuh kekaguman, kecemburuan, bahkan ada juga yang menatap mereka dengan tatapan mesum nya, tapi di acuhkan oleh ketiganya.


Mereka berjalan dengan anggun menuju salah satu bangku kosong dan mulai memesan makanan.


Ai Li terlihat begitu santai, An Xia hanya tersenyum tipis memperhatikan kelakuan sahabatnya itu sambil mengelus perut nya yang masih rata, sedangkan Xin Quan masih tidak menurunkan kewaspadaan nya.


Kematian tuan muda He Tian beserta ke sepuluh prajuritnya pun menyebar dengan cepat dari mulut ke mulut, ada yang mengatakan jika itu pantas karena selama ini tuan muda He itu terlalu sombong dan sering menindas orang, namun tak sedikit pula yang menyayangkan kematiannya karena masih muda.


"Kurasa tuan muda He itu memang pantas menerima kematian yang menyakitkan, mengingat selama ini dia juga banyak berbuat jahat pada kita semua" ucap salah seorang pria di salah satu bangku paling ujung.


"Iya, dia memang terlalu sombong dan juga jahat, tapi syukurlah sekarang dia sudah bertemu dewa yama" timpal yang lain.


"Bagaimana pun juga, kita bekerja pada bangsawan He, jangan sampai dia mendengar ocehan kalian ini, meskipun aku pikir ini memang pantas" timpal yang lain


Seketika kedai itu pun riuh dengan umpatan-umpatan dari orang-orang yang pernah di tindas oleh tuan muda tersebut.


Ai Li dan An Xia hanya tersenyum tipis mendengar ucapan orang-orang itu, sedangkan Xin Quan seperti sedang merencanakan sesuatu hingga akhirnya dia pun berbisik.


"Bukankah bangsawan He itu sering menindas orang? Bagaimana jika kita merampok rumah nya, hasil jarahannya kita bagikan pada rakyat-rakyat kecil itu" ucap Xin Quan.


Ai Li dan An Xia pun melotot kan matanya, keduanya memang pembunuh yang sadis, tapi apa ini? Merampok? Sejak kapan gadis di sebelahnya ini menjadi orang miskin hingga harus merampok harta orang lain?


Sepertinya mereka memang belum terlalu mengenal Xin Quan, gadis itu di penuhi misteri, namun mengingat mereka berdua juga perlu mainan untuk menyenangkan hati, mereka pun menyetujui usul dari Xin Quan dan akan membantunya untuk merampok.


Ai Li, An Xia dan Xin Quan pun segera pergi dari kedai makan itu setelah membayar, mereka akan mencari penginapan untuk beristirahat agar malam nanti bisa menyusup di kediaman bangsawan He sambil membuat pertunjukan menaik 'menggendong emas dari lubang buaya'


Bukan isapan jempol, bangsawan He memang memiliki banyak selir di kediaman nya dan ada juga beberapa gundik, pria tua itu sangat gemar sekali mengoleksi kecantikan untuk memperindah kediaman nya.


Malam pun menjelang, ketiga wanita itu pun telah bersiap untuk berkunjung menuju kediaman bangsawan He, mereka akan memainkan rencana masing-masing, Xin Quan akan menggoda bangsawan He, Ai Li membobol gudang dan menjarah harta bangsawan He, sedangkan An Xia akan mengeksekusi orang-orang yang akan menghalangi jalan Ai Li.


Saat ini mereka bukan apa-apa, tunggu saja beberapa bulan lagi setelah Xin Quan menikah dengan pangeran ketujuh, bukankah itu berarti istana kekaisaran Yuan akan di penuhi dengan iblis-iblis cantik yang haus darah? Tak hanya itu, kini iblis cantik itu pun pandai menjarah.

__ADS_1


Ketiganya melenggang menuju kediaman bangsawan He dengan anggun, jika Xin Quan melewati gerbang depan, berbeda dengan Ai Li dan juga An Xia yang meloncat mrlalui pagar belakang kediaman


__ADS_2