2 GADIS SADIS DARI ZAMAN MODERN

2 GADIS SADIS DARI ZAMAN MODERN
Part 65


__ADS_3

flash back


Xin Quan memasuki ruang kerja kaisar Xin dan membisikan rencananya pada sang ayah.


"Ayahanda, pangeran kelima memintaku untuk menemui nya di penginapan, tapi aku menolaknya, aku meminta dia untuk datang dan menemuiku di paviliun ku malam ini" ucap Xin Quan


"Apa kau sudah gila Quan'er? Pangeran kelima bukanlah laki-laki yang baik, rumor nya dia telah meniduri semua pelayan nya di kediamannya sendiri" ucap kaisar Xin


"Aku memiliki rencana untuk menjebak dia bersama dengan dayangku, sepertinya dia tertarik pada pangeran kelima" ucap Xin Quan


"Lalu apa rencanamu?"tanya kaisar Xin


"Aku akan meminta Siyi untuk mencoba gaun ku nanti malam dan menyuruhnya untuk menungguku di paviliun, aku yakin pangeran kelima memiliki niat buruk terhadapku" ucap Xin Quan


"Apa kau tak merasa kasihan pada dayangmu itu? Bagaimana jika pangeran kelima berbuat sesuatu padanya?"tanya kaisar Xin


"Huh.. Untuk apa aku peduli, Siyi bahkan sering menjelekanku, bahkan dia juga menyebarkan rumor yang buruk tentangku di luaran sana, hingga semua orang membenciku dan menganggap aku putri yang manja dan juga sombong" ucap Xin Quan


"Baiklah.. Tapi kau harus berhati-hati" ucap kaisar Xin.


Selepas dari ruang kerja kaisar Xin, Xin Quan meminta agar Siyi melakukan perawatan terhadap dirinya, dia juga bercerita bahwa pangeran kelima akan menemuinya malam ini.


Siyi yang mendengar hal itu pun merasa sangat senang, dia berpikir untuk merayu pangeran kelima, apalagi melihat pakaian yang hendak di kenakan Xin Quan yang terlihat begitu terbuka dan juga menerawang membuatnya berfikir jika dia lebih pantas menggunakan pakaian itu.


Xin Quan yang melihat bayangan senyum Siyi dari cermin pun menyeringai, niat nya untuk menyingkirkan Siyi dari sisinya pun sudah bulat.


"Dasar dayang serakah.. Kau pikir aku tak tahu apa yang kau rencanakan?" gumam Xin Quan dalam hati sambil menyimpan pakaian itu di atas peraduannya.


Saat malam tiba, dayang dari Selir Hai datang dan meminta putri Xin Quan agar ikut berkumpul di taman bersama para selir, Xin Quan pun segera beranjak dati tempat duduknya dan meminta Siyi menyalakan semua dupa.


Bergegas Xin Quan pun meninggalkan paviliunnya, Siyi yang melihat pakaian Xin Quan tergeletak di atas tempat tidur pun segera mengambilnya, pada saat dia memakainya, pakaian itu pun terlihat begitu indah, apalagi dengan fostur tubuh Siyi yang bagus.

__ADS_1


Siyi terus bercermin sambil memandang penampilan baru nya, dia begitu mengagumi dirinya sendiri, Siyi pun bergegas merias dirinya, tak lupa menyalakan dupa sesuai perintah Xin Quan.


Xin Quan mengganti hanfu nya dengan pakaian serba hitam, dan melihat pangeran kelima saat ini sedang memandang paviliun nya sambil duduk di atas sebuah batang pohon yang besar.


Untuk memancing pangeran ke lima segera masuk, Xin Quan melesat ke arah kamarnya sendiri sambil membawa pedang di tangannya, dan rencananya berhasil.


Pangeran kelima pun ikut melesat ke dalam kamar Xin Quan yang sudah di pasang dupa perangsang. Xin Quan segera memasuki ruang rahasia nya yang menghubungkan kamarnya dengan sebuah taman tak jauh dari kediaman para selir.


Pangeran kelima terus mengitari kamar Xin Quan dan otomatis banyak menghirup asap dari dupa perangsang, hingga akhirnya menyeretnya untuk masuk ke dalam peraduan Xin Quan, dimana Siyi saat itu berada.


flash back off


Xin Quan terkenal sangat manja namun sombong, itu bukan rahasia lagi. Fakta nya itu adalah rumor semata.


Xin Quan seorang gadis yang cenderung barbar, menyukai tantangan dan juga sangat cerdas.


Kali ini Xin Quan berhasil menyingkirkan Siyi dan juga pangeran kelima, penghalangnya hanya sisa dua, pangeran keempat dan juga pangeran ke enam.


Siyi di usir dari istana dan ikut bersama pangeran ke empat, pemuda itu terlihat sangat kesal pada Siyi karena telah menggagalkan rencananya dan kini harus mengikutinya.


Meskipun begitu, pangeran kelima tidak berniat untuk menjadikan Siyi sebagai selir nya, dia hanya akan memperlakukan Siyi seperti pelayan yang lainnya.


Siyi sedih saat mengetahui hal itu, terlebih saat tahu jika Yui dan Yun yang juga merupakan pelayan pangeran kelima. Sama seperti dirinya.


Bahkan pangeran ke lima memperlakukan Yui dan Yun dengan begitu manis, sangat berbeda dengan perlakuan pada nya.


Xin Quan pun kini terbebas dari dayang berwajah dua itu, dan menikmati hidup nya dengan sangat baik, dalam dua minggu kedepan Xin Quan akan segera bertunangan dengan pangeran ketujuh.


Ai Li dan juga An Xia tertawa terbahak-bahak saat mendengar berita tentang calon ipar mereka dari orang kepercayaan mereka, dalam sekejap kedua nya pun menyeringai keji


"Akan sangat menyenangkan jika kita membangun kedekatan dengan calon adik ipar, kurasa sesekali kita harus bermain bersama agar lebih menarik" ucap Ai Li

__ADS_1


"Kurasa sekarang pangeran kelima sedang mengamuk besar, bukannya mendapatkan sekutu tapi malah dapat pelayan baru" ucap An Xia


"Kurasa itu cukup bagus, mengingat pangeran kelima itu sangat menyukai pelayannya" sarkas An Xia


"Bagaimana jika kita mengirimkan hadiah ke daerah selatan? Sepertinya sedikit bermain dengannya itu takkan jadi masalah" ucap Ai Li.


"Aku setuju.. Aku juga sudah lama tak bermain. Rasanya tanganku sudah gatal ingin merobek tenggorokan orang" ucap An Xia dengan mata yang berbinar.


"Beberapa mata-mata pangeran keempat yang berada di istana ini sudah aku kurung di penjara bawah tanah, bagaimana jika kita sedikit bermain bersama mereka?" tanya Ai Li


"Tentu saja.. Anakku itu pasti sudah menantikan permainan ibu nya. Ayo pergi bermain" ajak An Xia sambil membawa beberapa benda kecil yang di masukan ke dalam saku hanfu nya.


Sementara Ai Li hanya membawa sebuah toples berisi bubuk cabai di tangannya.


Tap...


Tap...


Tap...


Kedua wanita hamil itu pun berjalan menyelusuri lorong menuju istana bawah tanah.


Di perjalanan, mereka banyak mrndengar suara cambukan juga jeritan dari orang-orang yang tengah di siksa membuat kedua wanita itu semakin bersemangat dan mempercepat langkah nya.


"Apakah mereka sudah mau bicara?"tanya An Xia pada seorang prajurit yang menjaga sel paling ujung.


"Belum putri" jawab prajurit itu


"Lalu kenapa kau diam saja, jika mereka tak mau bicara, potong saja lidahnya dan jadikan daging bakar. Dasar tak berguna" ucap An Xia sambil mendekati salah satu tahanan dan memasukan pasir kedalam mulutnya.


"Kalau kau masih tetap bungkam, aku tak segan-segan memasukan tikus mati itu ke dalam mulutmu" ucap An Xia sambil mendudukkan dirinya pada sebuah kursi.

__ADS_1


__ADS_2