
Pangeran ketujuh pun segera melangkahkan kaki nya dengan cepat menuju tempat keluarga nya berkumpul.
Bibir nya terus menyunggingkan senyuman bangga melihat pertunjukan yang di buat kedua kakak iparnya itu.
Selir agung yang melihat putra bungsunya datang pun segera mengajaknya untuk bergabung bersama mereka.
Mata pangeran ketujuh terus melirik ke arah An Xia dan juga Ai Li yang saat ini tengah menyantap kue lezat di depan mereka.
"Bahkan setelah membunuh dengan begitu sadis, kedua kakak ipar masih bisa menikmati makanan dengan tenang. Wajahnya tak menunjukan kekejaman sama sekali justru terlihat sangat cantik dan imut, benar-benar iblis berwajah dewi" gumam pangeran kedua dalam hati
An Xia dan Ai Li yang menyadari ada yang terus memperhatikan mereka pun hanya acuh, mereka tidak terganggu sama sekali dan masih dengan tenang menyesap teh nya.
Tindakan Ai Li dan juga An Xia justru malah membuat suami mereka terlihat gemas, dan langsung mencubit hidung nya hingga membuat kedua wanita yang kini sedang berbadan dua itu mendengus dan mengerucutkan bibir nya.
"Berhenti berbuat seperti itu atau aku akan mengurungmu 7 hari di kediaman" ujar pangeran kedua sambil mengacak rambut Ai Li hingga membuat nya melotot.
"Kenapa kau senang sekali mengacak rambutku? Aku bahkan tak bisa menata nya lagi" ucap Ai Li
Sedangkan An Xia hanya tertawa melihat sahabatnya yang kesal itu sambil sesekali menggoda Ai Li.
"Sepertinya suamimu itu sudah tak tahan Ai Li, kenapa tidak kau giring saja dia ke paviliunmu agar tak terus mengganggu?" ucap An Xia sambil menaik turunkan alis nya.
Ai Li hanya mengedikan bahunya sambil menyandarkan kepalanya di bahu pangeran kedua.
__ADS_1
Dari kejauhan ada dua pasang mata yang memperhatikan interaksi harmonis diantara keluarga istana itu, tangan mereka mengepal sambil menatap tajam wajah-wajah bahagia di depan mereka.
Ai Li dan juga An Xia sebenarnya menyadari kehadiran kedua orang itu, namun mereka masih terlihat santai tanpa menunjukan reaksi apa pun pada keluarga nya.
Pangeran kedua dan pangeran ketiga yang menyadari reaksi istri mereka yang diam pun mulai mengernyitkan dahinya sampai akhirnya keduanya pun menyadari ada penyusup yang kini sedang memperhatikan mereka.
Setelah menghabiskan waktu bersama, akhirnya mereka pun kembali ke paviliun masing-masing. Ai Li saat ini tengah berbaring sambil terus bermanja pada suaminya.
Sepertinya kehadiran para pembunuh bayaran itu membuat mood Ai Li kembali membaik dan membawa perubahan juga pada sikapnya yang semakin manis.
Sementara di paviliun lain saat ini, An Xia sedang membuat siasat dengan pangeran ketiga, mereka berdua merasakan jika kehadiran kedua penyusup itu tidak dengan niat yang baik.
Prang...
Prang...
Prang...
Seorang pemuda dengan pakaian kebesaran nya saat ini sedang marah besar karena rencana yang di buatnya untuk melenyapkan dua orang wanita hamil itu telah berantakan.
Bahkan para pelayan yang telah dia bayar untuk meracuni kedua wanita itu pun menghilang tanpa jejak.
"Sebesar apa sebenarnya kekuasaan ayahanda? Dan bagaimana bisa dia melindungi kedua wanita itu? Bahkan puluhan pembunuh bayaran yang ku kirim pun tak tahu kemana?" ucapnya sambil menggebrak meja melampiaskan kemarahan nya.
__ADS_1
Brak...
Pintu tiba-tiba terbuka dan seorang pemuda lain pun muncul di depan pintu.
"Adik keenam, apa yang terjadi? Bukankah saat itu kau bilang akan menghabisi kedua wanita itu? Tapi ada apa ini? Kita bahkan kehilangan kontak dengan para pembunuh bayaran itu selepas mereka memasuki istana." ucap nya sambil menatap nyalang ke arah adiknya.
"Tenanglah kakak kelima, walaupun rencana kita untuk melenyapkan kedua wanita itu gagal, tapi rencana kakak keempat masih berjalan lancar tanpa ada yang menyadarinya" ucap pangeran keenam menenangkan saudaranya.
Sementara pangeran kelima masih menunjukan wajah kesalnya mendengar jawaban dari adik tiri nya itu.
"Apa yang saat ini tengah di rencanakan oleh kakak keempat?" tanya kelima yang terlihat mulai menunjukkan ketertarikan nya.
"Saat ini kakak keempat sudah mulai mengacaukan situasi di kekaisaran, dia telah mengerahkan pasukannya untuk memberontak, dan ada beberapa orang nona muda yang saat ini mulai mendekati orang-orang istana agar memudahkan mereka menyelinap. Sepertinya kakak keempat tidak ingin main-main lagi, dia sudah mulai merencanakan untuk melakukan kudeta terhadap ayahanda" ucap pangeran ke enam.
Dia juga mengeluarkan sebuah peta dan menunjukkan titik-titik yang sudah di beri tanda sebagai tempat berkumpul mereka.
"Bahkan kakak keempat juga sudah mulai menjalin kerjasama dengan beberapa kekaisaran agar bisa segera menjatuhkan ayahanda" ucap pangeran keenam.
"Ini, ini dan ini adalah tempat yang saat ini sudah di kuasai oleh orang-orang itu, dan kita hanya perlu untuk mengawasi mereka agar tak berkhianat" ujar pangeran keenam sambil menunjukan beberapa tempat yang sudah di beri simbol.
Pangeran kelima memperhatikan semua yang di tunjukkan oleh adik tirinya itu dengan sesama, dia yakin jika saudara keempat nya pasti sudah memikirkan segala kemungkinan yang terjadi hingga dia tak perlu lagi merasa khawatir.
"Hhmm.. Semoga saja semua berjalan dengan lancar, aku benar-benar benci melihat ayahanda yang terus saja membangga-banggakan saudara ke dua dan juga saudara ketiga. Dia seolah tak pernah mempercayaiku sama sekali" ujar pangeran kelima
__ADS_1