2 GADIS SADIS DARI ZAMAN MODERN

2 GADIS SADIS DARI ZAMAN MODERN
Part 88


__ADS_3

Xin Quan menyibak tirai jendela kamar nya, keheningan tercipta saat senja merayap menuju malam.


Gadis itu tengah bersiap dengan pakaian serba hitamnya, berbagai senjata tak masuk akal pun turut di siapkan.


Malam ini Xin Quan berniat untuk menerobos ke rumah bangsawan Liu di perbatasan untuk memberikan pelajaran kepada keluarga bangsawan itu yang telah berani mengganggu ketenangan hidup nya.


Berbagai pisau terselip pada betis Xin Quan, tusuk rambut beracun pun telah bertengger manis di rambutnya, pedang panjang terlihat gagah terselip di ikat pinggang hanfu nya, palu kecil terselip dekat pinggangnya, sebuah linggis juga tak ketinggalan ikut menghiasi penampilan memukau gadis itu.


Bahkan beberapa senjata kecil pun turut terbungkus rapi di sela-sela pinggangnya, ada racun yang terbuat dari daun bahagia yang dia racik dan di campur dengan water hemlock, jarum beracun, paku payung, kelereng bahkan minyak pijat yang dia ambil dari koleksi pribadinya.


Tak akan ada yang menyangka jika gadis itu berencana untuk membinasakan seluruh keluarga bangsawan Liu tanpa harus melakukan peperangan dan membiarkan banyak nyawa yang tak berdosa ikut terenggut.


Meski Xin Quan seorang yang psikopat, dia tak akan membiarkan para prajurit nya ikut meregang nyawa karena keserakahan Liu Wei yang ingin merebut Yuan Jicheng dari nya.


Krieeet...


Suara pintu terbuka dari luar, Yuan Jicheng melangkah menuju ke kamar nya dan melihat istrinya telah bersiap, dia pun tersenyum manis, istri kecilnya benar-benar tahu apa yang harus dia lakukan pada keluarga bangsawan keparat yang tinggal di perbatasan itu.


Yuan Jicheng juga telah siap dengan pakaian serba hitamnya, di pinggang nya terselip dua buah pedang beserta sepasang belati kembar, sebuah cambuk melingkar di punggung nya, dia bahkan sengaja membawa beberapa ekor tikus yang dia kurung dalam sebuah kandang kecil yang terbuat dari kawat.


Sepasang suami istri yang saling mencintai itu saling pandang sekejap, kemudian keduanya tersenyum misterius dan segera melompat melewati jendela kamar mereka.


Xin Quan begitu gesit saat badan nya menukik dengan sempurna di atas tanah, dia telah berhasil melewati tembok pembatas kediamannya, sedangkan Yuan Jicheng memutar arah dan mengambil satu ekor kuda hitam yang gagah.


Sepasang suami istri itu akan segera pergi menjalankan rencana yang telah mereka berdua sepakati dan menggunakan satu ekor kuda saja, Xin Quan tak mau di repotkan dengan harus memacu kuda, dirinya kini hanya duduk manis dalam pelukan sang suami yang menghentak kudanya agar bisa melaju semakin cepat.


Tengah malam, sepasang suami itu telah sampai di perbatasan, setelah mengikat kuda hitam nya, keduanya pun segera bergerak di kegelapan untuk segera sampai di rumah bangsawan Liu.


Yuan Jicheng memang sengaja mengikat kudanya agak jauh dari kediaman calon mertua tak jadinya itu, bukan tanpa sebab dia melakukan itu, dia hanya tak ingin di repotkan jika terjadi sesuatu pada kediaman bangsawan Liu, mengingat dirinya telah melihat jika istri tercintanya itu membawa banyak sekali bahan bakar, bukankah itu pertanda jika Xin Quan ingin meratakan kediaman bangsawan Liu dan membakarnya? Sungguh suami yang sangat peka dan pantas untuk di acungi jempol.


Xin Quan mulai melompati dinding kediaman bangsawan Liu, di susul oleh Yuan Jicheng yang juga ikut melompat, keduanya segera menyiapkan senjata andalan masing-masing.


Jika Yuan Jicheng sudah mengeluarkan cambuk nya, berbeda dengan Xin Quan yang saat ini tengah memegang linggis di tangan kanannya.


Tap...


Tap...

__ADS_1


Tap...


Sssrrrt....


Sssrrrt...


Terdengar suara langkah seseorang di lorong kediaman bangsawan Liu, bahkan suara linggis yang sengaja di seret oleh Xin Quan pun turut membuat telinga orang sakit dan ngilu.


Xin Quan memang sengaja melakukan hal itu, karena dia ingin sekali bersenang-senang dengan melubangi satu persatu kerongkongan musuh nya.


Berbeda dengan Xin Quan, Yuan Jicheng terus bergerak dalam keheningan, melompat dari satu tempat ke tempat lain dan mencambuk siapa pun yang berhasil di lalui nya.


Cetarrr...


Cetar....


Cetaaaarr...


Berkali-kali cambuk Yuan Jicheng berhasil mengoyak tubuh para prajurit itu dengan sangat buas dan mengerikan.


Darah bercucuran di lantai di sertai teriakan kesakitan para prajurit yang meregang nyawa di tangan iblis jantan yang baru bangun.


Sedangkan sang iblis betina kini tengah melancarkan pukulan demi pukulan dengan linggis kesayangan nya pada kepala dan juga leher para prajurit, dia bahkan tak ragu menghujam perut para prajurit itu dengan ujung linggis nya yang tajam dan menghamburkan isi perut para prajurit yang mati dalam keadaan mata terbuka itu dengan tawa cekikikan yang membuat merinding orang yang mendengar nya.


"Aaargh..." teriakan para prajurit menggema di seluruh penjuru kediaman.


Bruk...


Bruk...


Bruk...


Puluhan prajurit kini tinggal nama setelah bersentuhan dengan linggis Xin Quan.


"Hahahaha..." tawa menggelar Xin Quan mengejutkan semua prajurit yang tengah berjaga, mereka juga tak mengira jika malam ini mereka akan mengalami nasib tragis hingga merenggut nyawa berharga mereka.


"Siapa kau?" tanya salah seorang prajurit yang kini menghadang Xin Quan, matanya memperhatikan Xin Quan dari atas hingga ke bawah, baju gadis itu telah berlumuran darah, begitu juga dengan wajah nya yang terlihat mengerikan karena cipratan darah dari para prajurit yang di bunuh nya.

__ADS_1


"Katakan pada tuan kalian, aku Putri Xin Quan datang untuk melenyapkan dia dan juga semua orang yang ada di kediaman ini karena telah berani mengganggu ketenangan ku" ucap Xin Quan lantang.


Mendengar nama Xin Quan, para prajurit itu pun bergetar, walau bagaimanapun yang kini ada di hadapan mereka adalah seorang putri kekaisaran.


Dengan cepat seorang prajurit segera memberi tahu bangsawan Liu beserta keluarga nya, hingga membuat Liu Wei hampir saja meloncat dari tempat tidur nya saat mendengar jika musuh bebuyutan nya yang dulu pernah jadi sahabatnya itu saat ini ada di kediaman mereka dan membantai para prajurit.


Drap...


Drap...


Drap...


Terdengar langkah kaki beberapa orang menghampiri kerumunan yang saat ini tengah menghadang Xin Quan, tak lama muncullah sekitar 30 orang anggota keluarga bangsawan Liu di hadapan Xin Quan yang saat ini tengah menjilati darah di linggis nya itu sambil memejamkan matanya.


Pemandangan itu sontak membuat seluruh keluarga bangsawan Liu melongo, bagaimana tidak? Seorang putri kekaisaran menjilati darah seperti sedang menjilati permen.


"Apa yang kau lakukan di kediaman ku putri Xin Quan?" tanya Liu Wei dengan suara yang sangat keras.


Xin Quan pun membuka matanya dan melihat seluruh anggota keluarga bangsawan Liu tengah berdiri dengan congkak sambil bertolak pinggang di hadapan nya.


Xin Quan hanya tersenyum tipis sambil memperhatikan raut wajah mereka semua, seringaian muncul dari sudut bibir nya, hingga akhirnya sebuah kalimat meluncur dengan cepat dari mulut nya.


"Apa yang ku lakukan? Tentu saja aku datang untuk membasmi hama yang berniat merongrong kebahagiaanku" ucap nya.


Clap...


Clap...


Clap...


Dengan gerakan yang sangat cepat Xin Quan mengambil dan melempar pisau nya hingga menembus jantung lima orang keluarga bangsawan Liu.


Bruk...


Bruk...


Bruk...

__ADS_1


Kelima orang itu pun terjatuh dalam keadaan tanpa nyawa.


"Aakh.. Syukurlah pisauku bisa mendapatkan mainan nya malam ini" ujar Xin Quan yang di hadiahi pelototan semua orang yang hadir di sana.


__ADS_2