2 GADIS SADIS DARI ZAMAN MODERN

2 GADIS SADIS DARI ZAMAN MODERN
Part 54


__ADS_3

Keesokan harinya dua orang pelayan muda datang dengan terburu-buru sambil membawa 2 mangkuk bubur beserta vitamin untuk Ai Li dan juga An Xia.


Keduanya sebenarnya telah mengetahui jika dalam bubur dan vitamin yang mereka bawa itu telah di campur dengan racun.


Namun karena ingin sedikit bermain dengan kedua pelayan itu, Ai Li dan An Xia pun memerankan drama ibu hamil yang tengah ngidam.


Lirikan mata keduanya merupakan kode tersendiri yang hanya mereka berdua yang tahu. Bahkan pangeran kedua dan pangeran ketiga yang merupakan suami mereka sekalipun seringkali di buat takjub dengan berbagai kode dari istri mereka.


"Hormat hamba untuk kedua putri, hamba pelayan dari dapur istana ingin mengantarkan bubur dan juga vitamin ini untuk kedua tuan putri" ucap mereka sambil membungkuk.


Sekilas tak ada yang salah dengan kedua pelayan ini, namun insting dan juga ketajaman mata dari kedua gadis modern itu tentu saja tak bisa di remehkan.


Mereka bahkan bisa menebak dari gerak-gerik atau pun bahasa tubuh yang di lakukan kedua pelayan itu.


Senyuman sinis sekelip tersungging di sudut bibir kedua gadis itu, sebelum pada akhirnya drama Ai Li di mulai hingga membuat sudut bibir An Xia berkedut.


"Astaga.. Kenapa kau bau sekali? Apa kau tak pernah mandi?" tanya Ai Li sambil menutup indra penciuman nya.


Kedua pelayan itu pun gelagapan menjawab tudingan Ai Li.


"Tidak tuan putri, hamba selalu mandi dua kali sehari. Dan tubuh hamba tidak bau" ucap pelayan 1 sambil matanya sekejap berkelit sinis.


"Mungkin itu pengaruh dari kehamilan anda yang mulia, silahkan dimakan bubur nya selagi masih hangat, jika sudah dingin rasanya pasti tidak enak lagi" ucap pelayan 2


An Xia dan Ai Li hanya mencebikkan bibirnya mendengar ucapan kedua pelayan itu.


"Aku tidak ingin makan bubur.. Tapi aku ingin makan mangga muda yang ada di pohon itu" tunjuk An Xia pada kedua pelayan itu dengan penuh antusias.


Mendengar keinginan An Xia sontak kedua pelayan itu pun di buat terperanjat kaget, kedua nya sadar jika kedua wanita yang ada di hadapannya saat ini adalah istri dari pangeran kedua dan ketiga, dan yang lebih parahnya lagi keduanya saat ini sedang hamil muda. Mungkin saja saat ini dia sedang mengidam.

__ADS_1


Pelayan itu pun dengan segera pergi mencari seorang prajurit dan memintanya untuk memanjat pohon mangga dan memetik buah yang masih muda.


Namun, bukan nya berterima kasih.. AnXia malah menangis hingga tersedu, wajah nya terlihat memerah dan matanya pun bengkak.


Kedua pelayan itu makin histeris melihat hal itu, mereka berusaha untuk menenangkan An Xia, namun bukan nya mereda, tangis An Xia malah semakin kencang.


Pangeran kedua dan juga pangeran ketiga yang saat itu tak sengaja melewati tempat itu pun segera mendekat dan bertanya.


"Ada apa ini? Dan kenapa istriku menutup hidung nya?" tanya pangeran kedua sambil menatap tajam kedua pelayan itu.


"Ampun pangeran, tuan putri Ai Li mengatakan jika tubuh hamba bau, padahal hamba sudah mandi sebelum datang kesini" ucap pelayan 1 dengan sopan sambil membungkuk


"Lalu kenapa istriku menangis seperti itu? Apa ada yang bisa menjelaskan!" ucap pangeran ketiga sambil mendekap tubuh mungil istrinya.


Kedua pelayan itu kompak saling pandang kemudian menggelengkan kepala mereka.


Pangeran ketiga sontak melirik ke arah An Xia, melihat tatapan tajam yang di arahkan pada nya, An Xia pun segera menyampaikan keinginannya.


Tak tahan melihat sikap manja istrinya, pangeran ketiga pun mendelik ke arah kedua pelayan itu, tangannya segera menunjuk ke arah buah mangga yang agak tinggi.


"Kalian berdua, aku tak mau tahu bagaimana pun caranya, ambil buah mangga itu dan bawakan untuk istriku. Ingat, kalau kalian berani menyuruh orang lain, aku tak segan-segan menghukum kalian berdua" ucap pangeran ketiga.


Mendengar perintah itu, kedua pelayan pun langsung berhamburan mencari tangga atau apa pun yang bisa membantu mereka memanjat.


"Sial.. Jika aku tahu meracuni kedua wanita hamil itu sesulit ini, aku pasti tak akan menyanggupi perintah pangeran keenam" rutuk pelayan 1 sambil bergerak cepat mencari tangga.


"Dasar b******k... Aku salah bermain dengan wanita yang sedang ngidam, untung saja kedua nya tak mencurigai kami dan menyuruh untuk memakan bubur nya, jika tidak.. Mungkin saat ini aku sudah mati" cerocos pelayan dua sambil mengambil bambu dan juga keranjang, dia pun meruncingkan ujung bambu nya dan memasang pisau di bagian atas bambu runcing itu.


"Jika saja bayaran nya tidak satu peti kecil koin emas, aku tak sudi berlelah-lelah seperti ini melayani kedua wanita ngidam itu. Semoga saja semua rencana ku berjalan dengan baik dan kedua nya cepat mati" ucap pelayan 2 kembali sambil bergegas membawa barang yang tadi di ambilnya menuju kebun mangga.

__ADS_1


"Suamiku.. Aku ingin buah yang itu, paling kanan sebelah atas" tunjuk An Xia sambil merengek pada pangeran ketiga.


Glup..


Kedua pelayan itu pun menelan ludah nya.


"Yang benar saja wanita ini, sepertinya dia sedang mempermainkan ku saat ini, sial.." rutuk pelayan 1 dalam hati.


"Apaa? Mangga yang paling atas sebelah kanan? Apa dia pikir tubuhku ini setinggi itu hingga bisa memetik buah yang tingginya lebih dari 5 meter? Benar-benar sial" umpat pelayan 2 dalam hati.


"Kalian berdua, ambil buah yang paling tinggi yang berada di kanan kalian, ingat jangan buah yang lain" ucap pangeran ketiga sambil mengelus rambut An Xia.


Sementara Ai Li hanya duduk santai di kursinya sambil menonton suguhan drama yang sedang di mainkan An Xia.


"Apa kau tidak menginginkan sesuatu istriku?" tanya pangeran kedua dengan lembut.


"Eh.. Bolehkah?" tanya Ai Li dengan wajah polos nya.


"Tentu saja boleh, apa pun yang kau inginkan, suamimu yang paling tampan ini pasti akan selalu mengabulkannya" ucap pangeran kedua dengan narsisnya.


Sementara kedua pelayan itu mulai merinding mendengar ucapan pangeran kedua. Mereka takut jika Ai Li juga menginginkan sesuatu yang sama atau bahkan lebih gila dari yang di minta An Xia.


"Aah.. Suamiku memang paling baik dan paling memanjakkan istrinya. Kalau begitu istrimu ini tidak akan sungkan" ucap Ai Li sambil tersenyum manis.


"Kakak pelayan.. Diatas pohon mangga itu ada sarang lebah, sambil mengambil buah yang An Xia minta.. Tolong ambilkan beberapa tetes madu untukku. Sepertinya itu sangat lezat" ucap Ai Li sambil menjilat bibir nya.


Jedeeerr...


Kedua pelayan itu pun langsung kaget mendengar permintaan Ai Li.

__ADS_1


"Apaa?" sontak mereka pun bertiak kencang sambil melotot


__ADS_2