
Ai Li, An Xia dan Xin Quan baru sampai diistana kekaisaran Xin saat hari menjelang pagi, ketiganya segera turun dari kuda nya dan kembali ke paviliun masing-masing untuk beristirahat.
Sebelum kembali ke istana, ketiganya telah memberikan hasil jarahan mereka pada setiap kepala desa, dan memintanya untuk membagikan seluruh hasil rampasan itu untuk kesejahteraan seluruh rakyat di kekaisaran Xin.
Ai Li dan An Xia berniat untuk kembali menuju istana kekaisaran Yuan pada siang hari, mereka merasa telah cukup bersenang-senang dan terlalu lama meninggalkan suami yang sangat di kasihinya.
Tak lupa Ai Li dan An Xia juga memperingatkan Xin Quan untuk terus berhati-hati, karena kekalahan pangeran keempat, kelima dan keenam bisa jadi berimbas pada Xin Quan, apalagi dengan tindakan yang di lakukan oleh Xin Quan dengan menjebak dayang nya sendiri, kemungkinan pangeran kelima juga tak akan tinggal diam.
Xin Quan banyak belajar cara untuk bertarung jarak dekat dari Ai Li juga cara menggunakan senjata mematikan pada An Xia, kedua wanita itu sudah seperti keluarga untuk Xin Quan saat ini.
Xin Quan juga menyadari kesalahannya yang terlalu mengekspos kekuatannya pada saat menghabisi tuan muda He, apalagi dengan sifat penggodanya yang mungkin akan menyulitkan dirinya di masa depan.
Tapi Xin Quan juga berjanji untuk lebih hati-hati dan terus waspada meskipun itu pada dayang ataupun prajurit nya sendiri.
Saat ini Xin Quan tak bisa lagi lengah dan santai, siapa tahu ada seseorang yang memata-matai nya dan merupakan suruhan pangeran kelima.
Xin Quan sering kali diam dan tak banyak bicara, semua yang di ucapkan oleh An Xia dan Ai Li pada saat perpisahan itu benar-benar dia terapkan dalam kesehariannya.
Lembut tapi mematikan, indah namun penuh bahaya, manis namun beracun, itulah yang kini terus di pelajarinya, menutup rapat jiwa psikopat nya dan menampilkan sosok yang polos penuh kelembutan.
Xin Quan berubah menjadi lebih tertutup, bahkan tak jarang dia pun bersikap dingin pada orang-orang di sekeliling nya.
Kewaspadaan Xin Quan memang pantas diacungi jempol, karena tanpa sepengetahuan siapa pun, ternyata pangeran kelima telah membayar beberapa dayang dan juga beberapa prajurit di kediaman Xin Quan untuk terus mengawasi dan juga melaporkan tindak-tanduk Xin Quan pada pangeran kelima.
Saat ini salah seorang prajurit dari kekaisaran Xin bergerak dengan cepat keluar dari istana kekaisaran Xin menuju kekaisaran Yuan, tepatnya daerah selatan, tempat pangeran kelima.
__ADS_1
Prajurit itu melesat dengan menunggangi seekor kuda berwarna coklat terang, di tangannya terdapat satu gulungan yang akan di berikan pada pangeran kelima.
Untuk menghindari kecurigaan dari para penjaga gerbang, prajurit itu pun berpakaian laksana seorang bangsawan.
Namun, para mata-mata yang di kirim oleh Ai Li tak mungkin terkecoh dengan penampilan prajurit itu, tidak ada bangsawan yang pergi berkuda sendiri, dia pasti akan membawa beberapa pelayan di belakang nya untuk melindungi.
Haocun yang merupakan orang kepercayaan pangeran kedua pun tersenyum sinis, dirinya menyadari sedikit kejanggalan saat pemeriksaan di pintu gerbang, bangsawan yang kini sedang di awasinya terlihat sedikit gugup dan berkeringat, menandakan bahwa dia tengah berbohong.
Haocun pun tak lengah, dengan gerakan yang ringan dan juga cepat, dia pun mengejar bangsawan itu hingga ke daerah selatan dan kembali bertemu dengan Han Fei, mata-mata Ai Li.
Kedua pemuda itu pun saling mengangguk untuk menyapa sebelum akhirnya kembali melesat menuju tempat bangsawan gadungan itu menemui pangeran kelima.
"Salam pangeran.. Hamba Du Xie prajurit dari paviliun mawar di kekaisaran Xin" ucap Du Xie sambil membungkuk
Du Xie pun mengangguk sambil memberika gulungan yang di simpan di lengan hanfu nya.
Pangeran kelima menerima dan langsung membaca gulungan surat tersebut dengan sesekali terlihat kening nya mengkerut, lalu kembali bertanya
"Kapan kaisar Xin akan berkunjung ke istana kekaisaran Yuan? Dan berapa jumlah prajurit yang akan di bawanya?" sambil terus melihat goresan demi goresan yang ada di gulungan surat itu.
"Kaisar Xin akan berangkat 3 hari lagi bersama putri Xin Quan dan ada 10 pelayan dan juga 300 orang prajurit yang ikut bersamanya" ucap Du Xie
"Apakah kau yakin? Kau benar-benar sudah menyelidikinya?" tanya pangeran kelima
"Benar pangeran, hamba sendiri yang menguping pembicaraan Kaisar Xin beserta putri Xin Quan dua hari yang lalu di kediaman tuan putri, bahkan kaisar Xin juga sudah menetapkan pertunangan putri Xin Quan dengan pangeran ketujuh akan di laksanakan dalam sepuluh hari kedepan" ucap Du Xie
__ADS_1
"Bagus, ini untukmu" ucap pangeran kelima sambil melemparkan 3 kantung koin pada Du Xie dan langsung di terima dengan penuh kegembiraan.
"Bagaimana keadaan putri Xin Quan?" tanya pangeran kelima
"Sampai saat ini tuan putri sering mengurung diri di kamarnya pangeran, bahkan tuan putri juga tidak seceria biasanya. Sepertinya kejadian hari itu benar-benar membuat tuan putri terpukul" ucap Du Xie.
"Baiklah.. Kau bisa kembali ke istana kekaisaran Xin, dan pastikan untuk terus melaporkan keadaan di sana dengan baik" ucap pangeran kelima sambil berjalan keluar dari ruangan itu diikuti oleh Du Xie.
Haocun dan Han Fei menyeringai di kegelapan, kedua orang kepercayaan itu sudah melesat dengan sangat cepat menuju majikan nya masing-masing untuk melapor, begitu juga dengan Du Xie yang langsung berpamitan dan kembali memacu kudanya menuju kekaisaran Xin.
"Sepertinya Xin Quan benar-benar sedih dengan kejadian kemarin, seharusnya aku sudah melenyapkan dayang sialan itu untuk tidak menyakiti Xin Quan lagi.. Tapi akan lebih baik jika aku membiarkan dia tetap hidup dan memberikan kesempatan pada Xin Quan untuk mengeksekusi nya sendiri, itu pasti akan membuat Xin Quan lebih bahagia" gumam pangeran kelima sambil berjalan menuju lapangan tempat para prajurit pendukung nya sedang berlatih.
"Persiapkan diri kalian semua, seminggu lagi kita akan segera menculik putri Xin Quan dan menghancurkan rencana pangeran ketujuh" ucap pangeran kelima sambil menatap satu persatu bawahannya.
"Baik pangeran" semua prajurit itu pun menjawab dengan serempak, mereka terlihat begitu bersemangat.
Dua hari kemudian, Kereta utama kekaisaran Xin pun telah keluar dari istana, kereta itu membawa putri Xin Quan beserta kaisar Xin, di belakang nya masih ada beberapa kereta lain nya yang mengikuti, ada satu kereta pelayan dan juga 4 kereta barang.
Para prajurit menjaga nya dengan gagah dengan pakaian dan juga senjata yang lengkap, mereka menunggangi kuda nya masing-masing dan mulai membentuk barisan.
150 orang prajurit berkuda berada di barisan depan, 20 prajurit berkuda berada di samping kiri dan kanan dan 130 prajurit berkuda mengikuti mereka dari belakang.
Butuh waktu sekitar 5 hari jika perjalanan itu di lakukan dengan menggunakan kereta, jauh berbeda jika menggunakan kuda sebagai tunggangan, mereka hanya butuh waktu 3 hari saja.
"Lindungi yang mulia kaisar dan juga tuan putri.." teriak salah seorang prajurit dari depan saat melihat ada sekitar seribu orang pasukan menghadang mereka.
__ADS_1