2 GADIS SADIS DARI ZAMAN MODERN

2 GADIS SADIS DARI ZAMAN MODERN
Part 118


__ADS_3

"Sialan kau! Bedebah! Kau bunuh putri kesayangan ku! Sepertinya kau sudah tak lagi menyayangi nyawa mu keparaat!" teriak Ma Chao sambil kembali mengayunkan pedang nya.


Trang...


Trang...


Trang...


Pedang kembali beradu, kali ini si pemuda bertopeng perak itu tak lagi menyembunyikan kekuatan nya, dengan langkah cepat, dia pun ikut melesat ke arah Ma Chao.


Duagh...


Brak...


Melihat ada kesempatan, pemuda bertopeng itu pun segera memukul rahang Ma Chao, bahkan kaki kanan nya dengan brutal langsung menyerang ke daerah pribadi nya, hingga akhirnya si bandit tua itu pun terjatuh.


Wajah nya terbenam di tanah dengan posisi kaki di tekuk, kedua tangannya menutupi area pribadinya yang terasa sakit dan juga ngilu.


Pria itu seakan tak memiliki rasa lelah, bahkan melihat keadaan Ma Chao yang sudah sangat memprihatinkan, dia pun kembali memukul dengan tinju nya, hingga si bandit tua itu pun akhirnya terkapar.


Plak...


Plak...


Plak...


Dugh...


Pukulan dan tamparan terus menerus dia layangkan dengan penuh semangat seolah saat ini dirinya tengah mendapatkan boneka untuk melatih kekuatannya.


Ma Chao masih terkapar dengan sudut mulut nya mengeluarkan darah, bagaimana bisa dia di kalahkan oleh seorang pemuda bau kencur seperti saat ini? Bahkan dia telah menjadi ketua bandit selama dua puluh tahun, baru kali ini dirinya di permainkan dan di kalahkan dengan telak.


"Si-siapa kau sebenarnya?" tanya Ma Chao dengan sisa-sisa kekuatan nya.

__ADS_1


Pemuda bertopeng itu hanya menyunggingkan senyuman mengejek.


"Kau ingin tahu siapa aku?" tanya nya dengan santai, pedang panjang di tangan kanan nya ia putar, sudut bibir nya tertarik sedikit ke samping memperlihatkan keangkuhan nya.


Ma Chao mengerutkan kedua alis nya, pria tua itu sepertinya belum menyerah untuk mengetahui identitas dari orang yang telah menyerang nya bersama seluruh prajurit dan juga pasukan banditnya.


"Namaku Yuan Junsie, akulah singa perang dari kekaisaran Yuan! Rakyat kekaisaran Jang telah datang padaku dan meminta untuk menumpas semua kejahatanmu beserta seluruh komplotan mu! Apa kau puas?" tanya pemuda itu sambil membuka topeng perak yang menutupi wajah tampannya.


Ma Chao membelalakan mata mendengar pengakuan dari pemuda itu, dia pun kembali bertanya dengan suara parau dan juga tergagap.


"Ka-kau pangeran kedua dari kekaisaran Yuan?" tanya nya setengah tak percaya.


"Benar! Akulah pangeran kedua sekaligus jendral perang dari kekaisaran Yuan! Dan saat ini kau berada dalam batas aman mu karena telah menemui diriku! Tapi sayang nya aku bukan lah orang yang terbiasa berbelas kasihan, jadi simpan saja kesedihan pura-pura mu itu, dan kau bisa menunjukannya nanti di hadapan raja neraka!" ucap Yuan Jinsue atau pangeran kedua.


Hap...


Hap...


Hap...


"Bagaimana kalau kita sedikit bersenang-senang pangeran?" tanya salah seorang pria berbaju hitam itu pada pangeran kedua.


"Lakukan saja! Lagi pula aku juga sudah puas menyiksanya!" ucap pangeran kedua sambil berbalik pergi dan berjalan menuju sebuah pohon yang rindang.


Dia mendudukkan dirinya di bawah pohon itu, kedua matanya terpejam, angin berhembus sepoi-sepoi menerbangkan sedikit rambut panjang nya, membuat tampilan pemuda itu terlihat semakin tampan dan juga mempesona.


Sedangkan ratusan orang berbaju hitam itu pun segera mengelilingi tubuh Ma Chao yang sudah babak belur, wajah Ma Chao terlihat pucat melihat ratusan orang itu mulai mendekat padanya sambil memainkan berbagai senjata di tangannya.


Ma Chao kini hanya bisa pasrah saat seluruh tubuh nya di kuliti dengan tak berperasaan, bahkan gigi dan juga kuku tangan dan kakinya pun kini telah tanggal karena di cabut paksa oleh mereka.


Aaargh...


Aaaargh...

__ADS_1


Teriakan Ma Chao terus terdengar, membuat orang-orang berbaju hitam itu semakin bersemangat dan menggila.


Tak hanya sampai disana, ratusan orang itu pun mulai menginjak-injak tubuh nya yang telah bersimbah darah, bahkan seluruh tulang di dalam dagingnya pun kini telah retak bahkan patah.


"Hahaha... Ayo kita tingkatkan permainan kita!" ucap seorang pria berbaju hitam pada seluruh teman-teman nya.


Aaaargh...


Aaaargh...


Ma Chao hanya bisa mengerang dan menjerit menahan sakit, apa dayanya kini? Bahkan dirinya hanya sendirian dan sedang terluka parah, sedangkan lawannya hingga ratusan dan dalam kondisi yang segar bugar.


Ma Chao terus berteriak meminta ampun, namun sejak kapan the shaddow team mengampuni musuh nya? Mereka bahkan tak memiliki rasa simpati sedikit pun melihat keadaan Ma Chao yang sangat menyedihkan.


"Sialan! Kalian bunuh saja aku!" teriak Ma Chao sambil menggertakan giginya menahan sakit dan juga pedih di tubuhnya.


"Membunuh mu? Mimpi! Kami bahkan belum puas menyiksa mu saat ini! Apa kau tahu jika seluruh rakyat kekaisaran Jang menderita karena ulah mu? Jadi biarkan kami bersenang-senang dengan menyiksamu pelan-pelan sebelum batok kepala mu itu ku pecahkan dan ku keluarkan seluruh isi perut mu!" sarkas seorang pria berbaju hitam sambil memotong satu persatu jari tangan dan juga jari kaki Ma Chao dengan pelan.


"Hahaha... Sepertinya pisau ku terlalu tumpul untuk bisa memotong nya lebih cepat!" ucap pria itu sambil menyeringai menunjukkan senyuman iblis nya.


"Harusnya kau tahu pria tua bodoh! Setelah kau berani mengambil daerah jajahan kami dengan semena-mena, kau harus menerima nasib buruk yang lebih buruk dari pada sekedar kematian!" ucap pria lain sambil melenggang ke arah Ma Chao dan langsung menghunuskan pedang nya secara vertikal dari dada sampai ke pusar, kemudian menarik seluruh isi perut si bandit tua itu dengan tangan nya sambil tertawa layak nya iblis yang kelaparan.


"Hahaha.. Pantas saja pria buncit itu jadi orang jahat! Coba kalian lihat! Bahkan usus nya pun menghitam karena terlalu banyak kotoran, mungkin dia terlalu banyak memakan bangkai tikus!" ucapnya sambil tertawa menggelegar.


Brak...


Kepala Ma Chao pun pecah karena terkena hantaman sebuah linggis, seluruh isi kepalanya pun berhamburan kemana-mana, dan membuat orang-orang berbaju hitam kembali bersorak dan berebut untuk memijak nya.


"Hahaha... Ternyata hanya tubuhnya saja yang buncit! Bahkan isi kepala nya tak ada apa-apa nya!" ucapnya sambil melemparkan batok kepala yang telah gepeng itu pada teman nya dan langsung di sambut tendangan bebas oleh temannya itu.


Dugh...


Terdengar suara yang sangat keras saat kepala itu dengan cepat menabrak sebuah pohon besar tak jauh dari tempat pangeran kedua beristirahat.

__ADS_1


"Bereskan seluruh kekacauan ini! Dan kita harus segera kembali menuju kekaisaran Jang untuk membebaskan rakyat yang tertindas dan juga terkurung dalam penjara bawah tanah." ucap pangeran kedua sambil bangkit dan langsung berjalan menjauh dari sana. Dan langsung di ikuti oleh pasukan The Shaddow.


__ADS_2