2 GADIS SADIS DARI ZAMAN MODERN

2 GADIS SADIS DARI ZAMAN MODERN
Part 76


__ADS_3

Brak...


Pangeran kelima menggebrak meja dengan sangat keras dan mengagetkan semua orang.


Matanya tampak merah menahan emosi yang menggunung di hatinya, tampaknya pangeran keempat ingin bersaing secara terang-terangan untuk mendapatkan hati Xin Quan.


"Saudara kelima.. Apa yang kau lakukan?" tanya pangeran keenam


"Kau.. Jauhi Quan'er, atau aku akan menghajarmu hingga babak belur!" ucap pangeran kelima sambil menunjuk wajah pangeran keempat yang kini malah menunjukkan senyuman sinis seolah tengah mengejek.


"Apa kau memiliki masalah denganku saudara kelima? Bahkan putri Xin Quan pun tidak keberatan jika aku melayaninya. Bukankah tamu itu raja? Dan kita harus melayaninya dengan baik" ucap pangeran keempat dengan enteng.


"Apa kau tak memiliki pandangan lain hingga calon adik ipar mu pun ingin kau rebut? Apakah rumah bunga telah kehabisan j****g nya hingga kau mencoba mencari perhatian pada kekasih ku?" tanya pangeran kelima.


Mendengar ucapan pangeran kelima, pangeran keempat pun terpancing emosinya.


"Apa kau merasa sudah hebat hingga berani berbicara omong kosong terhadapku? Sepertinya kau memang harus di hajar agar otak mu itu kembali waras, aku memang menyukai putri Xin Quan dan aku tak akan membiarkanmu memilikinya, ingat itu.. Kau bukanlah siapa-siapa tanpa aku" ucap pangeran ke empat menyeringai keji


"Aku tak segan-segan membunuhmu jika kau berani menyentuh Quan'er ku bahkan sehelai rambut pun" ucap pangeran ke lima.


Akhirnya kedua pangeran itu pun saling berhadapan dan menarik pedang nya masing-masing.


"Mari kita bertaruh, siapa yang lebih pantas untuk putri Xin Quan" ucap pangeran keempat sambil melesat dan mengayunkan pedang nya kearah pangeran kelima.


Trang...


Trang...


Trang...


Suara pedang beradu, keduanya nampak bertarung dengan penuh emosi dan juga kemarahan, pangeran ke empat memang memiliki kelebihan dalam seni bertarung, tapi pangeran kelima dia juga memiliki kelebihan dalam pertahanan, apalagi dengan pertarungan jarak pendek, pangeran kelima nampak lebih lihai dan lebih cekatan.


Brugh...


Brugh...


Kedua nya pun saling melayangkan bogem mentah nya, hingga sama-sama tersungkur tapi belum mau mengakhiri pertarungan.

__ADS_1


Keduanya siap bertarung hidup dan mati demi mendapatkan Xin Quan..


"Bagus, teruslah bertarung sampai salah satu dari kalian ada yang mati, dan setelah itu pangeran ini yang akan membunuh siapa pun yang masih hidup. Putri Xin Quan memang hanya pantas untuk diriku" gumam pangeran keenam dalam hati.


Andai saja kedua saudaranya tahu apa yang sedang di pikirkannya, mungkin saat ini pangeran keenam sudah terbujur kaku karena di hajar oleh keduanya.


Sedangkan Xin Quan hanya melihat pertarungan itu tanpa minat, dia menyandarkan tubuhnya pada punggung kursi sambil menyesap teh nya.


Kali ini pangeran kelima maupun pangeran keempat telah tersungkur di tanah, keduanya tidak baik-baik saja, wajah mereka penuh memar dan juga biru, tubuh mereka pun penuh sayatan pedang.


Pangeran keenam bangkit dari duduk nya dan segera mendekati kedua nya, dia pun tertawa layaknya iblis sambil menatap ke arah langit


"Apa kalian sudah selesai bertarung nya? Jika sudah, biarkan pangeran ini yang membunuh kalian berdua.. Putri Xin Quan hanya akan menjadi milik ku, sedangkan kalian akan segera menjadi bangkai, hahaha..." ucap nya lantang dengan tawa yang menggelegar


"Katakan padaku, siapa yang harus aku bunuh terlebih dahulu? Kau atau dia?" tanya pangeran keenam sambil menarik pedang nya.


"Dasar bajingan, kau memanfaatkan perseteruan kami untuk mendapatkan Quan'er" ucap pangeran kelima


"Dasar anak selir licik.. Kau bahkan tak tahu bagaimana menjadi pria sejati, sampah.." teriak pangeran keempat sambil memegang dadanya yang terasa sakit


Jleb...


Pangeran keempat yang memang telah kelelahan di tambah dengan banyak nya luka yang di derita nya akibat pertarungan dengan pangeran kelima, tak bisa lagi menghindari serangan pangeran keenam. Hingga akhir nya pedang itu terhunus di dadanya langsung menembus punggung nya.


"Saudara keempat.." teriak pangeran kelima sambil bangkit dan berjalan dengan tertatih menuju pangeran keempat yang telah bersimbah darah.


Pangeran kelima nampak menggertakkan giginya melihat keadaan saudaranya itu, meskipun tadi keduanya terlibat pertarungan sengit, tapi itu tak menutup perasaan saling menyayangi di antara mereka.


"Dasar manusia tak tahu diri, berani sekali kau membunuh saudaraku.. Penghianat, keparat, bajingan.. Aku tak akan pernah memaafkanmu" teriak pangeran kelima sambil bangkit dan mengambil pedang nya kembali.


Pangeran keenam hanya tertawa terbahak-bahak melihat pangeran kelima yang emosi, sudah jelas dia ada di atas angin saat ini, pangeran kelima sudah terluka parah, sedangkan dirinya masih belum apa-apa.


"Apa kau pikir mudah untuk membunuhku? Bahkan semua pasukanmu pun telah tunduk di bawah perintah ku" ucap pangeran keenam semakin menyeringai.


"Bajingan... Aku akan menghajarmu" teriak pangerang ke lima sambil mengayunkan pedang nya menuju pangeran keenam.


Trang...

__ADS_1


Trang...


Trang...


Suara pedang kembali beradu, pangeran kelima kembali tersungkur dengan banyak luka tebasan di tubuh nya.


"Hahaha.. Itu adalah balasan untuk kalian, anak-anak dari permaisuri Ming Mey, gara-gara ibumu, ibuku harus di usir dan di asingkan ke tengah hutan." ucap pangeran keenam kembali sambil menatap nyalang pada pangeran ke lima.


Tangannya bersiap untuk menghunuskan pedang kembali pada pangeran kelima.


Trang...


Pedang pangeran keenam pun terjatuh dari tangannya karena serangan dari seseorang.


Mata pangeran keenam kian memerah saat mengetahui ada seseorang yang berani terang-terangan mematahkan serangannya.


"Siapa yang berani ikut campur dengan urusan pangeran ini, keluar.. Jangan jadi pengecut atau aku akan membunuh mu" teriak pangeran keenam, sedangkan pangeran kelima sudah tak sadarkan diri.


Tap...


Tap...


Tap...


Terdengar suara langkah dari kejauhan dan muncullah dua pemuda tampan di hadapan pangeran keenam.


Kedua pemuda itu terlihat menatap pangeran keenam dengan tatapan yang tak biasa, wajah datar dan dinginnya membuat pangeran keenam seketika membeku, apalagi pandangan mata kedua pemuda itu terlihat begitu tajam, seolah menghunus jantung pangeran keenam.


"Kau benar-benar sudah keterlaluan saudara keenam, aku benar-benar tak menyangka ternyata sifat licik selir Xu itu menurun juga padamu, benar-benar tak tahu malu.." ucap salah satu pemuda itu.


"Saudara kedua.. Saudara ketiga.. Kurasa kalian tak perlu ikut campur dengan urusanku, lagi pula apa yang di alami ibundaku adalah karena kesalahan dari permaisuri Ming Mei.. Jadi sudah selayaknya sebagai seorang anak, aku harus membalaskan dendamnya" ucap pangeran keenam


"Dendam? Apa kau yakin karena itu, bahkan telingaku masih bisa mendengar dengan sangat baik saat kau mengatakan akan membunuh saudara keempat dan saudara kelima untuk mendapatkan putri Xin Quan" ucap pangeran ketiga sambil menatap nyalang penuh permusuhan.


Duar...


Pangeran keenam pun tak bisa berkata apa-apa lagi, karena jelas yang di ucapkan oleh pangeran ketiga itu suatu kebenaran

__ADS_1


__ADS_2