2 Meter per Second

2 Meter per Second
Perasaan tertinggal


__ADS_3

Sudah aku pastikan seratus persen jawabanku itu akan terjadi.


Lalu, aku akan bertanya lagi. Kenapa dia tidak masuk sekolah? Apa dia sedang sakit atau ada keperluan lain? Ada surat izinnya gak? Tolong semuanya dijawab bro! Aku pingin tau soalnya. Tapi, kenyataannya malah sebaliknya.


Di karenakan akan bahaya kalau aku bertanya seperti itu, pasti dia akan bertanya, apa hubunganmu dengan Ida? Apa sebagai teman atau pacar?


Aku menganggukkan kepalaku, seakan aku sudah cukup merasa puas.


“Owalah… Kalau begitu, terima kasih bro.”


“Iya bro, sama-sama.”


Aku meninggalkan kelasnya Ida dalam kesedihan dengan perasaanku yang tidak enak ini, seperti aku masuk ke dalam kolam dengan bayak ratusan gurita, lengket, tak bisa apa-apa dan terasa dingin sampai ke seluruh tubuhku.

__ADS_1


 Dan akhirnya aku memutuskan untuk berjalan ke arah perpustakaan, sambil berjalan, aku memikirkan apa yang akan kulakukan untuk kepadanya.


“Ah… Sekarang waktunya untuk mencari informasi. Mencari informasi sangatlah penting di untuk menjawab pertanyaannya Ida yang kemarin.”


Sebenarnya, aku bisa saja menanyakan kepada teman sekelasku, tapi ada kemungkinan dia akan terus menaruh curiga kepadaku. Oleh karena itu aku akan cari sendiri saja. Di samping itu, karena Ida memberikan sebuah PR kepadaku. Kalau dipikir-pikir lagi pertanyaan itu dikhususkan untuk diriku saja.


Aku berjalan sambil mengingat pertanyaannya Ida kepadaku yaitu. Kenapa awan yang sedih itu tidak menurunkan air hujannya, namun pada saat senang, dia tidak tersenyum, tapi mengeluarkan air matanya?


“Pertama, apa maksudnya sedih tapi tidak mengeluarkan air? Sedih disini maksudnya, sedih dalam arti tidak dianggap ada atau sakit hati ya?”


Setelah dipikir-pikir, aku tidak pernah melihat orang kalau lagi sedih, dia itu tidak menangis. Maka dari itu akhirnya aku memutuskan untuk pergi ke perpustakaan sekolah untuk membaca buku novel tentang romance.


Aku langsung menuju ke perpustakaan untuk sekedar membaca buku di tempat itu saja. Membaca di sana itu sangat enak loh, apalagi untuk sekedar tiduran saja. Bagaimanapun juga aku harus menyiapkan tempat nyamanku.

__ADS_1


Ngomong-ngomong, mengingat ujian sudah dekat, aku bisa membaca buku hard cover untuk menambah wawasanku dalam pembelajaran sekolah.


Aku pun sudah tiba di perpustakaan sekolah, suasana sejuk telah menyapaku saat masuk ke dalam, bagian dalamnya terlihat penuh buku yang berjajar rapi. Banyak orang-orang yang terlihat pintar ada di sini, sepertinya mereka adalah belajar untuk persiapa ujian sekolah bulan ini. Para murid itu duduk dengan wajah serius melihat ke arah apa yang dia pegang, tentu saja mereka itu sedang memegang buku hard cover alias buku pelajaran sekolah.


Aku langsung pergi ke rak buku yang menyediakan buku novel. Dan pada saat itu, buku bersampul warna biru dengan gambar sepasang kekasih saling bertatap muka di bawah rintisan hujan, telah menarik perhatianku.


“Buku Broken Heard on Rainy Season…?”


Buku yang aku baca ini adalah buku novel yang menceritakan kisah sedih karakter utama telah ditolak cintanya oleh gadis yang dia sukai.


… Beberapa menit kemudian.


Tuh kan pasti isinya nih buku novel ujung-ujungnya si ceweknya akan menagis juga. Kampret! Kenapa aku malah ikutan terbawah emosi sih ***!

__ADS_1


Di siang hari ini, sewaktu aku tengah membaca buku novel ini. Mataku pun teralihkan sedikit, aku melihat seorang gadis telah masuk ke dalam zona membacaku, seketika itu juga suasana yang ada di sini langsung membeku. Aku tidak menyadari perubahan suasana yang terjadi, karena saat itu aku merasa sedikit mengantuk sembari membaca buku yang aku baca ini.


__ADS_2