
Dentuman musik dengan beat cepat mengalun dengan keras berpadu kelap-kelip lampu di Klub membuat lantai dansa yang telah dipadati orang-orang semakin semarak dan berwarna. Di sebuah ruangan VIP, tampak Daichi, Akio, dan Kazuto yang sibuk berdebat membahas sesuatu.
"Kenapa aku harus diajak kemari?" Protes Daichi dengan wajah kusut dan kelelahan akibat perjalanan jauhnya mengunjungi cabang-cabang hotel keluarganya di sekitar Eropa. Bahkah ia belum sempat mengabari adiknya bahwa ia baru saja kembali. Salahkan makhluk sok ceria di hadapannya yang dengan seenaknya menjemput paksa di Bandara, Kazuto. Ia segera duduk di sofa pojok dan menyandarkan punggungnya. Sial! Meskipun ia telah menyibukan diri dengan perjalanan bisnis di beberapa negara, bayangan gadis yang bernama Luna tak hilang juga! Keluh Daichi dalam hati. Kazuto brengsek! Sumpahmu itu benar-benar mengerikan!
Tak jauh berbeda dengan Akio, ia pun memasang wajah masam.
"Ada apa dengan kalian ini? Seperti sudah tidak melakukan seks selama bertahun-tahun saja," Ledek Kazuto. "Kemana kemampuan kalian dalam menaklukkab wanita yang selama ini dikenal oleh orang-orang?"
"Kami memang sudah lama tidak melakukannya sejak kau sumpah serapahi kami brengsek!" Ujar Daichi dan Akio bersamaan.
"Apakah sumpahku telah dikabulkan oleh Yang Maha Kuasa sehingga kalian menjadi seperti ini?" Tawa Kazuto menggema seantero ruangan namun masih kalah dibandingkan suara musik yang dimainkan DJ.
__ADS_1
"Diam!" Akio menjawab penuh emosi dengan menggebrak meja dihadapannya.
"Woo, santai Akio," Kazuto mengarahkan kedua tangannya di hadapan Akio untuk menahannya hendak bangkit dari duduknya. "Aku kan hanya bercanda..."
"Candaanmu tidak lucu!" Akio segera menyambar gelas berisi cairan bening dan segera meneguknya hingga habis. Rasa panas mendera ketika cairan tersebut meluncur mulus melewati tenggorokannya. Setidaknya minuman tersebut dapat membuat pikirannya sedikit rileks setelah tugas mengerikan yang diberikan kakeknya akhirnya selesai dilaksanakan. Sial! Mau sampai kapan orang tua itu menyiksanya dengan berbagai pekerjaan?! Dia itu cucunya bukan robot penghasil uang!!! Tak bisakah hak penerus perusahaan diserahkan kepada pamannya?! Teriak Akio dengan frustasi di dalam hatinya. Ia butuh pelampiasan segera! Tapi dengan siapa?! Sejak insiden penamparan yang dilakukan oleh Kirana membuatnya tak berselera dengan perempuan lain. Ia begitu menjadi terobsesi dengan gadis itu. Namun sayangnya gadis itu selalu berhasil melarikan diri darinya.
"Minggir Akio," Daichi yang bangkit dari duduknya menyadarkan Akio dalam lamunan.
"Aku mau ke toilet," Akio mempersilahkan Daichi untuk melewatinya. "Dan sedang malas berurusan dengan gadis-gadis histeris seumuran tunanganmu itu." Daichi berlalu begitu saja meninggalkan ruangan VIP yang telah dipesan oleh Kazuto untuk merayakan keberhasilan tunangannya menjadi model nomor satu di Jepang. Sesuai kesepakatan, setelah ini Park Ha Neul akan melepaskan seluruh atributnya sebagai model dan fokus menjadi calon Nyonya Hoshi. Akhirnya penantiannya berakhir juga... teriaknya dalam hati.
Sementara itu padangan Akio semakin kosong. Ia terus memain-mainkan gelas Vodka dihadapannya. Ini sudah gelas ketiganya dalam waktu yang sangat singkat. Apa yang harus ia lakukan untuk mendapatkan gadis itu? Hingga ia melihat bayangan gadis yang sedari tadi memenuhi pikirannya. Ia mengusap matanya untuk memastikan bahwa apa yang ia lihat di depannya adalah nyata Kirana bukan fatamorgana kemabukannya. Bibirnya tersenyum miring ketika ia melihat gadis itu berjalan semakin mendekat bersama Park Ha Neul. Sepertinya pengaruh alkohol dalam Vodka yang diminumnya memberikan efek keberanian yang ia yakin ketika ia sadar nanti memberikan dampak buruk dan penyesalan untuknya. Tapi persetan semuanya saat ini, baginya apa yang dia inginkan saat ini tercapai.
__ADS_1
"Kali ini aku tidak boleh gagal," Akio bangkit dari tempat duduknya. Ia menepuk-nepuk pundak kiri Kazuto. "Thanks ya, atas kebaikan tunanganmu yang telah membawa Kirana kehadapanku."
"Apa maksudmu?" Gerakan tubuh Kazuto mengikuti arah Akio beranjak dan ekspresinya tampak bingung.
"Sepertinya dewi fortuna malam ini mendatangiku," Akio bersiul riang. "Akan kubuat gadis itu tak dapat lari lagi dariku."
Kazuto tersentak kaget melihat tunangannya bersama Kirana. Ia merasakan firasat tidak enak terhadap tindakan yang akan direncanakan oleh sahabatnya ini. Terlebih lagi kakak dari sang gadis ada ditempat yang sama. "Kau jangan gila Akio!" Tangannya menahan lengan kanan Akio. "Kumohon hapuslah rencana konyolmu itu sebelum kau menyesal."
"Lepaskan!" Akio menarik lengannya kasar hingga cengkraman Kazuto terlepas darinya. "Tidak ada kata menyesal dalam kamusku."
Kazuto hanya bisa pasrah dan menatap nanar kearah punggung Akio yang semakin menjauh dan tenggelam di dalam kerumunan penggila clubbing di Klub tersebut. Ia tak menyangka akan menjadi seserius ini masalahnya. Ia berdoa agar rencana kotor yang ada dipikiran Akio batal dilaksanakan. Ia tak bisa membayangkan betapa murkanya Daichi jika adik kandung yang paling dijaga dan disayanginya harus jatuh ke dalam pesona seorang Akio Fujiwara dan itupun dengan paksa.
__ADS_1
***