
"-jadi launching cabang QLONE pada mall lima kota besar di Indonesia akan dilaksanakan bulan ini sesuai dengan hasil feasibility study yang telah kita lakukan dalam setahun ini..."
Gadis itu sungguh keras kepala dan menyebalkan...
"-dengan bertambahnya cabang nanti diharapkan dapat memenuhi pangsa pasar yang cukup besar dan berminat dengan produk-produk QLONE.."
Kirana..., desahanmu..., suaramu..., bibirmu..., tubuhmu telah membuat tubuhku kecanduan akan dirimu..., inikah yang dimaksud Kazuto dengan rasa suka? Cinta?
"-Selain dilima kota besar tersebut rencananya akan ada penambahan cabang QLONE di Thailand dan Uni Emirat Arab yang tentu saja akan disesuaikan dengan kebutuhan dan fashion model masing-masing negara."
Demi Tuhan ia ingin merasakan lagi tak hanya bibirnya namun semuanya!
"Fujiwara-sama."
__ADS_1
"Fujiwara-sama."
"Akio Fujiwara-sama."
Tepukan pelan dibahunya membuat Akio tersentak dari pikirannya tentang Kirana. Pandangannya fokus pada sekitarnya dan mendapati berpasang mata sedang tertuju padanya menunggu keputusan apalagi yang akan ia buat.
Ia lupa bahwa saat ini ia sedang meeting besar untuk mempersiapkan launching toko baru di beberapa kota besar di Asia Tenggara. Brengsek! Bisa-bisanya ia berpikir mesum di saat sepenting ini! Sampai dimana tadi? Spontan iris jelaganya bergerak cepat membaca rencana pengembangan bisnis yang ditampilkan pada layar infocus dihadapannya. Ia berdehem untuk mengumpulkan sisa kewibawaannya yang nyaris tercecer tadi.
"Seperti yang telah kita sepakati, launching toko QLONE di lima kota besar di Indonesia akan dilaksanakan minggu depan, manager pemasaran dan timnya saya utus untuk mengawasi pelaksaaan launching tersebut. Untuk rencana pembangunan toko cabang di Thailand dapat dilakukan dua bulan setelah kita mendapatkan hasil dari pembukaan Cabang di Indonesia." Sudut-sudut bibirnya terangkat. "Dan jika diperlukan saya juga akan terjun langsung untuk mendampingi."
Tepukan tangan menggema diseluruh ruang rapat. Gumaman optimis terdengar dari para pemegang saham. Terkecuali Kakeknya, Yutaka Fujiwara. Hanya ia yang tidak tersenyum puas dengan hasil presentasi tadi. Apa lagi keluhan yang akan disampaikannya kali ini? Batin Akio.
Setelah seluruh pemegang saham dan para bawahannya kembali ketempat kerjanya masing-masing, kini diruangan rapat itu hanya menyisakan Akio dan Kakeknya, Yutaka Fujiwara.
__ADS_1
"Kali ini apa lagi keluhan kakek?" Tanya Akio memecah keheningan sambil memainkan rubik kubus berwarna-warni yang ada dihadapannya. Biasanya ia melakukan kegiatan tersebut hanya karena menghindar atau malas menjawab pertanyaan yang bersifat klise. "Aku sudah melakukan yang terbaik demi perusahaan ini."
"Mau sampai kapan kau bermain-main menunda kelulusan kuliahmu dan bisa fokus 100% ke perusahaan?" Yutaka mengarahkan tatapan tajamnya kearah Akio. Kesepuluh jarinya ia tautkan dan diletakkan diatas meja menunjukan kewibawaannya sebagai Chairman.
"Apa maksud Kakek?" Akio mengernyitkan dahi tidak senang dan menghentikan kesepuluh jarinya dari mengutak-atik rubik kubus tersebut.
"Ayahmu menyelesaikan kuliahnya disaat usianya 21 tahun. Sementara kau sampai usia mendekati 22 tahun belum menyelesaikannya." Ia benci wajah dingin kakeknya itu. Dan ia paling benci jika dihadapkan kenyataan pahit seperti sekarang ini. Oh ayolah, umurnya baru akan 22 tahun. Ia tahu bahwa di Jepang untuk ukuran seusianya sudah dianggap dewasa untuk mempertanggungjawabkan apapun yang dilakukannya. Tapi ia butuh bernapas sedikit dari sesaknya tanggung jawab sebagai CEO. "Jangan kau kira Kakek tidak tahu ulahmu dan Kazuto yang sibuk bermain-main di Klub dan para wanita. Terutama kejadian akhir-akhir ini kau menarik seorang wanita dari sebuah cafe dan bermesraan di dalam mobil. Ingat Akio, kau adalah penerusku dan jangan pernah mengecewakanku untuk selalu menjaga nama baik keluarga kita."
Akio menahan napas, ingin rasanya ia segera pergi dari ruangan ini untuk menghirup udara diluar kantor. Sial! Bahkan gerak-geriknya sekarang diawasi. "Aku tahu Kek, aku janji akan menyelesaikan skripsiku setelah kembali dari perjalanan bisnis ini."
"Kutunggu janjimu," Yutaka keluar dari ruang rapat.
Akio menghela napas panjang dan melonggarkan dasinya yang seolah mencekiknya. Sial! Sial! Sial!!! Teriaknya dalam hati. Kakeknya benar-benar mengerikan dan menyebalkan! Baik Kek, kuterima tantanganmu! Akan kubuktikan aku bisa melebihi ayahku agar kau tak bisa mengaturku lagi!
__ADS_1
***