
Abdul pun pulang dengan cepat di karenakan adiknya Cindy sudah tidak mau menunggu lagi Abdul pulang jika terlambat,Abdul akan di kunci dari luar,tidak lama Abdul pun tepat waktu,dan nampak sosok Cindy dengan muka yang sedang cemberut dan bertanya-tanya bahwa kakaknya dari mana saja.
Cindy:"kamu dari mana saja? aku mencari mu kak aku hampir kunciin kamu dari luar".
Abdul:"maaf ada teman kakak yang sangat gawat,karena ada laki-laki yang menganggunya jadi kakak cepat-cepat ke sana tanpa pamit sama kamu,maaf ya".
Cindy:"iya baiklah lain kali bilang atau telepon kak!".
Abdul:"baiklah".
Setelah permasalahan sama Cindy selesai Abdul pun masuk dan langsung tidur di karenakan sudah sangat mengantuk,keesokan paginya Abdul terbangun dan jam menunjukkan pukul 8:00 yang di mana Abdul harus bersiap-siap untuk kerja dan ingin melihat performa dokter Cyintia bagaimana dia menangani pasien.
Seperti biasa sebelum pergi berangkat kerja Abdul menyiapkan sarapan untuk dirinya dan adiknya,setelah sarapan Abdul pun berangkat kerja dengan motor kesayangannya,sesampainya di kantor Abdul pun kerja seperti biasa sampai jam 16:30,Abdul pun istirahat sejenak karena sebentar lagi jam shift malam akan di mulai,Cyintia pun datang dengan muka yang siap bekerja.
__ADS_1
Tidak lama Cyintia datang para pasien yang berobat malam pun berdatangan,Abdul dan Cyintia pun siap dengan kehadiran para pasien,pasien pertama pun datang dengan luka yang lumayan parah di karenakan mengalami diare yang sangat parah,Abdul pun dengan sigap mengambil obat sedangkan Cyintia yang memeriksa dan memberikan saran untuk mengonsumsi obat.
Pasien kedua pun datang seperti biasa Abdul yang mengambil obatnya sedangkan Cyintia yang memberikan saran cara mengonsumsinya obatnya,tidak terasa jam sudah menunjukkan pukul jam 21:20,pasien pun tidak berdatangan,dan sudah saatnya Abdul dan Cyintia pulang.
Namun sebelum itu Abdul mengecek berapa pasien yang dia dapat,karena semakin banyak pasien yang di obatin semakin banyak pula pendapatan,Abdul dan Cyintia pun memeriksa berapa pasien yang mereka obatin dan Abdul yang kaget karena tidak menyangka mereka akan mendapatkan 40 pasien yang di mana jika di jumlahkan Abdul dan Cyintia akan mendapatkan 5 juta.
Mendengar itu Cyintia pun semangat karena masih ada 4 hari untuk penagih utang itu datang lagi,Abdul pun memberikan 5 juta kepada Cyintia, setelah itu Abdul dan Cyintia menutup rumah sakit dan Abdul mengantar Cyintia pulang ke rumahnya.
Namun belum mau berangkat Cyintia pun bertanya kepada Abdul.
Abdul:"tidak terima kasih,maaf menolak karena adik saya sudah memasak di rumah".
Cyintia:"baiklah pak,kalau begitu hati-hati ya pak".
__ADS_1
Melihat Abdul dari kejauhan Cyintia pun berpikir.
Cyintia:"(mungkin aku akan merelakan pak Abdul,oleh karena itu aku harus mendukungnya di datenya nanti dan tidak lupa memberikannya saran nantinya".
di dalam hati Abdul pun juga berpikir.
Abdul:"(aku harus fokus 1 cewek aja oleh karena itu aku akan mengeluarkan semua usahaku untuk date nantinya)".
Abdul pun sampe ke rumah dengan selamat,sesampainya di pintu rumah adiknya Cindy sudah menunggu dan memberikan semangat kepada Abdul.
Cindy:"selamat pulang kak,aku taruh makanannya di meja makan,kalau begitu aku tidur dulu kak".
Abdul:"iya selamat tidur".
__ADS_1
Abdul pun makan malam,sesudah itu Abdul pun pergi tidur.
BERSAMBUNG......