
Setelah lolos di ronde kedua,Abdul pun menakutkannya ke ronde ketiga,tapi di ronde ketiga ini Abdul tidak melihat siapapun di sini,Abdul hanya bisa melihat ruangan yang menyerupai tempat latihan karate.
Tiba-tiba saja ada suara yang mengatakan bahwa Abdul kali ini tidak ada pilihan selain bertarung,Abdul yang mendengar itu pun kaget dan tiba-tiba saja di depan terdapat sosok perempuan yang sangat cantik,dia bernama Liliana.
Melihat itu Abdul pun kaget dan tidak ingin melawan perempuan itu,tapi sebelum ingin pergi perempuan itu tiba-tiba saja mengenakan pakaian dan sabuk karatenya,Abdul yang melihat itu pun kaget dan akhirnya dia tersadar Liliana adalah bodyguardnya Bella.
Melihat itu pun Abdul merasa dia tidak bisa mengalahkan Liliana,di karenakan Liliana perempuan yang memegang sabuk hitam di antara bodyguard yang lain.
Tetapi di karenakan Abdul yang sudah menetapkan tekadnya pun tidak punya pilihan lain,dan suara bell pun berbunyi yang menandakan perkelahian Abdul dan Liliana pun di mulai.
Di lain sisi di ruangan tempat Bella di kurung, tiba-tiba saja Lizard membawakan televisi dan memutar di ruangan tersebut,di siaran tersebut terdapat Abdul dan Liliana yang sedang berkelahi,Bella yang melihat itu tidak bisa tinggal diam melihat Abdul yang lagi bertarung.
Tapi orang tua Abdul menyuruh Bella diam dan menontonnya saja,tapi melihat itu Bella pun bertanya.
Bella:"kenapa? itu Abdul lagi di pukul ibu!".
Siti:"dia bertarung untuk membebaskan kamu dan saya nak".
__ADS_1
Bella:"eh? jadi selama ini aku di kurung ayah".
Lizard:"iya,jika Abdul bisa berhasil sampai di sini,ayah akan menerimanya sebagai menantu ayah dan mengizinkan menikah denganmu,tapi jika dia gagal dia tidak mendapatkan apa-apa".
Mendengar itu Bella pun sangat tersentuh dan sangat ingin berada di sisi Abdul,saat lagi menonton Abdul tiba-tiba saja ada suara helikopter yang mendarat,dan menandakan ibunya Bella pun sudah tiba.
Mendengar itu Lizard pun langsung menyambut istrinya itu,tapi belum apa-apa ibunya Bella tidak memperdulikan suaminya,dia malah lari dan memeluk ketiga anaknya tersebut.
Melihat itu Lizard terdiam seperti es,melihat itu Nabil pun tertawa.
Lavina:"Bella,Anna,Naila sudah 2 tahun ya nak!".
Anna:"ibu".
Naila:"ibu".
Lavina:"owh,ini dia calon keluarga Lizaret".
__ADS_1
Nabil:"iya,maaf menganggu".
Lavina:"tidak apa-apa,aku ingin melihat calon menantuku".
Setelah bersalaman Lavina pun duduk di samping Siti untuk melihat calon menantunya menghadapi ronde terakhir yang sudah dia buat.
Di lain sisi Abdul yang terkena pukulan bertubi-tubi pun sudah merasa lelah,bajunya yang sangat berantakan pun menandakan Abdul tidak bisa melawan,sedangkan kondisi Liliana tidak terluka dan tersentuh apapun.
Saat ini kondisi Abdul sangat parah dan tidak stabil,tapi karena tekad cinta yang masih melekat padanya yang membuatnyaasih bisa berdiri setelah menerima 10 pukulan mematikan Liliana yang disebut Oi-Zuki-Chudan,tapi saat menerima serangan itu mulut Abdul keluar darah yang sangat parah.
Abdul saat ini merasakan pusing yang sangat luar biasa,di karenakan dia kehilangan darah cukup banyak,tetapi Abdul harus bisa mengalahkan Liliana agar bisa mencapai tujuan untuk apa dia berjuang sampai saat ini,makanya Abdul tidak ingin kalah dan berakhir begitu saja.
Abdul yang lagi tengah berpikir,tiba-tiba saja ada pukulan yang mengarah ke kepalanya,tapi untungnya Abdul menghindar secepatnya,dan melihat kayu yang dia pakai saat ronde pertama tadi.
Tapi saat Abdul ingin mengambil kayu itu, tiba-tiba saja Liliana muncul di hadapannya yang menandakan bahwa kayu itu adalah satu-satunya kesempatan untuk mengakhiri tantangan ini.
BERSAMBUNG.....
__ADS_1
Untuk episode selanjutnya berjudul : perjuangan yang patut di hargai.