ABDUL SI PENCARI CINTA

ABDUL SI PENCARI CINTA
Abdul Sang Ahli Bom Asap.


__ADS_3

Tapi saat Abdul berhasil mengambil bom asap tersebut,terdengar suara tembakan yang di mana suara itu berasal dari pintu ruangan,mendengar suara tembakan tersebut membuat Abdul pun panik dan berlari menuju ke Liliana.


Namun saat Abdul tiba di sana,terdapat Liliana yang tertembak di bagian kaki,melihat Liliana yang tertembak Abdul pun memangkul Liliana dan pergi dari sana,untung saja saat itu pasukan Jack datang membantu Abdul dengan tepat waktu.


Abdul:"anda tidak apa-apa?".


Liliana:"ini tidak seberapa!".


Abdul:"maafkan aku,aku tidak datang lebih awal!".


Liliana:"tidak apa-apa jangan salahkan dirimu sendiri,tapi aku minta maaf karena tidak berhati-hati!".


Abdul:"kalau begitu tunggu,aku mempunyai sesuatu saat mencari bom asap!".


Abdul pun membuka tas yang di dipegang Abdul melihat itu Liliana pun penasaran,Abdul mengeluarkan sebuah kain kasa untuk menekan dan membalut luka Liliana agar pendarahannya mereda.


Abdul:"maaf,ini tidak lama!".


Liliana:"saya tidak enak tuan Abdul!".


Abdul:"tidak apa-apa!".


Setelah meredakan luka tembakan tersebut,Abdul pun memulai rencananya untuk menutupi seluruh area markas organisasi Jack menjadi penuh asap agar rencana Abdul berhasil.


*Sebelum organisasi Revolusion datang*.


Abdul:"MOHON SEMUANYA SAYA MEMILIKI RENCANA!".


Leon:"rencana apa tuan Abdul?".


Abdul:"jadi,saya akan membuat rencana untuk menutupi seluruh markas organisasi Jack dengan sebuah bom asap,agar tidak terkena dampaknya kita akan memakai sebuah alat untuk meredakan bom asap tersebut!".


Leon:"kita akan memakai apa?".


Abdul:"jadi,saya telah membuat alat ini,dan alat ini yang akan membantu kalian yang ada di sini".


Abdul pun memberikan alat tersebut kepada Leon,setelah itu Abdul pun menyuruh Leon untuk memakai bom asap,dan saat dicoba alat tersebut dapat mencegah bom asap yang sangat parah sehingga pasukan Jack aman untuk mengalahkan organisasi Revolusion.


Abdul:"jadi kamu sudah siap Liliana?".


Liliana:"SIAP TUAN!".


Abdul:"kalau begitu aku akan menyalakan bom asapnya semua *walkie talkie*".


Abdul pun memencet bom asap tersebut dan ruangan pun terisi penuh dengan bom asap,seketika pasukan Jack pun memakai alat yang dapat meredakan bom asap tersebut.


Doly,Bara,Nabil,Hilda yang melihat sinyal bom asap pun mulai membantu dan mengepung organisasi Revolusion dengan segala arah,Aji yang saat ini bertarung dengan Akram sehingga tidak dapat mengkomando pasukannya.


Akram:"lama tidak ketemu kakak!".


Aji:"HMM ADIK SIALAN!".


Akram:"kakak!".


Aji:"SIALAN!".


Di sisi lain Ica yang menjadi komando pun pusing untuk mencegah bom asap yang menyebar keseluruh markas pasukan Jack.


Ica:"ada apa ini?".


Toni:"ini adalah rencana bom asap yang telah Abdul rencanakan kalian tidak dapat mengalahkan tuan Abdul!".


Ica:"kamu adalah pasukan Jack!".

__ADS_1


Ica:"bunuh dia!".


Roy:"baik nona!".


Toni:"KAMI PASUKAN JACK YANG AKAN MENA....".


Terdengar suara tembakan yang sangat keras.


Nabil:"itu adalah sinyal dari Abdul,ayo kita masuk sayang!".


Siti:"iya!".


Bara:"kalau begitu saya juga akan ikut paman!".


Nabil:"baik!".


Di sisi lain Alam ikut dengan Doly dikarenakan rencana dari Alam itu sendiri.


Alam:"seperti mereka sudah mulai mengepung!".


Hilda:"hmm,kamu benar Alam!".


Hilda:"kalau begitu ayo kita masuk anak-anak!".


Regu pasukan Jack 1:"SIAP!".


Hilda:"kalau begitu Regu 1 kalian akan mengawal Alam ke dalam dan keruangan kontrol untuk menyalakan sebuah kipas agar asap tersebut hilang!".


Regu 1 pun pergi bersama dengan Alam,sedangkan Regu ke 2 menunggu Doly yang ditugaskan untuk membantu pasukan Jack yang saat ini sangat mengalami kekalahan dikarenakan setengah dari pasukan Jack berada di gedung persidangan,tapi saat ini pasukan Jack di gedung persidangan pun telah sampai.


Hilda:"kamu sudah siap nak?".


Doly:"SAYA SUDAH SIAP!".


Hilda:"kalau begitu saya percayakan Regu 2!".


Doly pun masuk ke dalam markas pasukan Jack,sedangkan Hilda tidak masuk dikarenakan ingin melihat keadaan untuk lebih lanjut lagi,dikarenakan banyaknya pasukan Jack yang menjadi korban,dan tugas Hilda adalah membantu dan menolong mereka.


Hilda:"kalau begitu kita sebagai Regu 3 yaitu regu penyembuh akan mulai!".


Davi:"kalau begitu kapten,kita akan membuat tenda terlebih dahulu!".


Hilda:"CEPAT,KITA SUDAH MEMILIKI PEKERJAAN!".


Davi:"SIAP KAMI AKAN LAKSANAKAN DENGAN SECEPATNYA!".


Hilda:"bagus!".


Sedangkan Michael,Bella,Alice,Stella,Catihyln dikejutkan saat tiba dikediaman Alastrina karena di sana terdapat Boby bersama istrinya yang saat ini lagi beristirahat,sedangkan ada hal mengejutkan lagi karena ibu dari Alice,Stella ada di sana dan menunggu kepulangan anak mereka.


Tapi ada hal yang membuat Catihyln menangis secara tiba-tiba karena ibu dari Catihyln yaitu Rosa saat ini ada dan muncul dihadapan Catihyln dengan keadaan sehat.


Catihyln:"IBU?".


Rosalina:"bukan,aku adalah saudari kembarnya!".


Catihyln:"berarti?".


Rosalina:"iya,panggil saja ibu kalau mau!".


Catihyln pun memeluk Rosalina seakan mengingatkan kepada ibunya.


Abdul:"Liliana kamu sudah bisa bergerak?".

__ADS_1


Liliana:"iya,tenang saja tuan Abdul!".


Liliana:"haduh!".


Abdul:"kamu beristirahat saja,aku tidak mau menyusahkanmu!".


Liliana:"tapi tuan Abdul!".


Abdul:"tolong,jangan paksakan dirimu!".


Abdul pun memperlihatkan wajah khawatirnya tersebut kepada Liliana,melihat wajah Abdul yang sangat memohon Liliana pun terdiam dan mengikuti apa yang dikatakan oleh Abdul.


Liliana:"TAPI APAKAH SAYA BOLEH UNTUK MENELPON KEPADA NONA BELLA!".


Abdul:"BAIKLAH!".


Abdul pun pergi meninggalkan Liliana begitu saja,Liliana pun mengambil sebuah walkie talkie dan menyalakannya,saat menyalakan walkie talkie Bella pun menjawab dengan sangat cepat.


Bella:"ABDUL KAMU BAIK-BAIK SAJA?".


Liliana:"sayang,ini bukan Abdul!".


Bella:"KAMU SIAPA? KAMU APAKAN ABDUL?".


Liliana:"tenang nona Bella!".


Bella:"suara ini,apakah kamu Liliana?".


Liliana:"tepat sekali nona Bella!".


Alice:"apakah itu Abdul?".


Bella pun menjelaskan bahwa yang berbicara di walkie talkie saat ini adalah Liliana dia adalah salah satu pasukan yang dipercayai oleh ibu Bella dan menjadi ajudan nomor satu dengan kepintaran dalam menembak dan berkelahi.


Bella:"tapi kenapa kamu mengenakan kami?".


Liliana:"saat ini saya tidak dapat membantu tuan Abdul!".


Bella:"ABDUL KENAPA?".


Tiba-tiba saja suasana di kediaman keluarga Alastrina menjadi sunyi dan serius.


Liliana:"tenang saja nona Bella,tuan Abdul lebih ahli daripada saya,tapi saat ini saya terkena tembakan sehingga tidak dapat membantu tuan Abdul".


Bella:"SYUKURLAH!".


Liliana:"kalau begitu saya akan mengabarkan lagi,saat ini organisasi Revolusion telah hampir sampai keruangan saya,kalau begitu sampai sini saja nona Bella!".


Bella:"kalau begitu hati-hati!".


Liliana:"SIAP NONA! *suara tembakan*".


Walkie talkie pun mati.


Di sisi lain Abdul saat ini berada dalam keadaan terkepung oleh seseorang.


Abdul:"SIAPA KAMU?".


Ica:"TERNYATA KAMU YANG BERNAMA ABDUL,KALAU BEGITU SIAP-SIAP!".


Abdul:"(SIAL AKU HARUS MENGALAHKAN MEREKA TERLEBIH DAHULU!)".


Abdul pun mulai membalas tembakan dari Ica.

__ADS_1


BERSAMBUNG......


untuk episode selanjutnya berjudul : Kemenangan Abdul Melawan Ica.


__ADS_2