
Aldo:"Ya,dia mampu,dia bernama.....
Abdul:"........"
Aldo:"dia adalah......"
Tapi tiba-tiba saja ada suara yang berkata.
Naysa:"kak,jangan seperti itu!".
Aldo:"ya,itu dia!".
Naysa:"HMMM!".
Aldo:"hehehe,maaf dia bernama Naysa!".
Abdul:"wow,dia ya?".
Naysa:"iya,salam kenal,nama saya Naysa kalau kakak?".
Abdul:"iya,nama saya Abdul salam kenal juga Naysa!".
Saat asik ngobrol tiba-tiba Abdul mendengar suara anak perempuan yang cantik.
Nabila:"ibu,dia siapa?".
Naysa:"kan ibu sudah beritahu,dia adalah paman Aldo!".
Nabil:"eh! dia adalah paman Aldo,sudah lama Nabila tidak melihatnya!".
Aldo:"nah,ini dia keponakanku yang lucu,dia bernama Nabila!".
Nabil:"hehehe!".
Abdul:"......."
Abdul:"jadi kamu penyuka anak kecil?".
Aldo:"ehhhh! kenapa kamu melenceng kesitu!".
Abdul:"kupikir!".
__ADS_1
Michael:"boleh aku telpon FBI?".
Aldo:"OI!".
Setelah itu Naysa pun berpamitan dan masuk ke dalam gedung,begitu juga dengan anaknya.
Abdul:"berarti dia yang mewakili keluarga Neverlay?".
Aldo:"iya,itu adalah nama keluarga suaminya!".
Abdul:"owh,kupikir dia...."
Aldo:"kamu pasti berpikir aneh bukan!".
Michael:"hmm,kalian ini sedang berpikir aneh bukan?".
Abdul:"hehehe,aku hanya bercanda paman Michael!".
Aldo:"iya,kami hanya bercanda,jadi santai saja!".
Di sisi lain Darly pun dipanggil untuk menjadi saksi,begitu juga dengan Fablo dan juga akhirnya ibu dan adik Bella telah sampai, walaupun tidak bertemu dengan Abdul.
Lavina:"wah,sudah lama berjumpa anakku!".
Lavina:"tidak!".
Michael:"iya,aku tidak bertemu dengan kak Abdul!".
Bella:"sepertinya dia berada di depan pintu gedung bersama Aldo!".
Michael:"wah,paman Aldo ada juga,kalau begitu aku permisi!".
Setelah itu Michael pun menuju ke pintu depan gedung untuk bertemu dengan Abdul dan Aldo,tapi Bella,Lavina,Siti,Stella dan Alice hanya duduk sambil menunggu acara persidangan dimulai,dan sebelum acara dimulai banyak keluarga kaya yang tidak masuk 10 Milliyader,dan mereka hanya menjadi saksi.
Akram:"kamu yang akan menjadi korbannya?".
Nabil:"ayah aja,aku belum mengetahui sepenuhnya!".
Akram:"baiklah,tapi ayah akan membuat Doly tidak di gantung mati!".
Nabil:"ok!".
__ADS_1
Di sisi lain Alam berada di kursi saksi,di karenakan Alam belum sepenuhnya mengetahui apa yang terjadi,tetapi yang pastinya Doly telah membunuh seseorang dan menyiksanya,yang di mana Akram sebenarnya saat ini marah karena tidak rela bahwa Doly tidak dipenjara,tapi di sisi lain Akram tidak mau membuat Doly di gantung mati agar tidak terbentuknya balas dendam.
Setelah persiapan hampir selesai,Aldo pun menelpon keluarga Azerbazen,yang di mana berada di kesembilan dari 10 keluarga Milliyader,namun telpon dari Nabil ditolak,maka dari itu Aldo pun menyuruh ayahnya untuk menelpon kepala keluarga Azerbazen.
Alam:"halo,kamu kenapa tidak mau menerima telepon adikmu sendiri?".
Bara:"Hmm,jadi ini ayah!".
Alam:"siapa lagi!".
Bara:"hooh,jangan terlalu marah ayah,nanti wajah bertambah tua!".
Alam:"kamu memang selalu seperti ini ya Bara!".
Namun tiba-tiba saja telepon pun dimatikan,Alam pun merasa marah kepada anak ketiganya tersebut,karena Bara adalah anak yang kurang di rawat oleh Alam,maka dari itu sifat Bara menjadi seperti itu,dan juga dulunya Bara menyukai Doly,namun saat mendengar bahwa Doly akan disidang Bara pun menjadi malas,tapi karena ini adalah perintah maka dari itu Bara tidak bisa menolaknya.
Namun 5 menit telah berlalu Bara belum sampai.
Abdul:"jadi?".
Aldo:"sial,kakak satu ini memang keras kepala,karena dia sangat menghormati kak Doly,maka saat mendengar bahwa kak Doly akan di sidang dia menjadi sepeti ini!".
Abdul:"owh,jadi dia sangat menghormatinya!".
Aldo:"iya!".
Michael:"hmm,jadi dia adalah orang yang sudah dianggap saudara sama Doly!".
Abdul:"hoh,jadi paman tahu!"?.
Michael:"tentu saja!".
Saat asik mengobrol,Abdul pun mendengar suara yang dia sangat kenal.
Michael:"kak Abdul dan kak Aldo sudah lama tidak bertemu!".
Abdul:"heh?".
Aldo:"hooh,jadi kamu sudah datang!".
Michael:"hmm?".
__ADS_1
BERSAMBUNG......
untuk episode selanjutnya berjudul : Kemunculan Dua Michael Dan Kedatangan Bara.