ABDUL SI PENCARI CINTA

ABDUL SI PENCARI CINTA
Firasat Zahra


__ADS_3

Abdul dan Zahra pun masuk di rumah Abdul,Abdul pun menceritakan datenya hari ini.


Abdul:"waktu tadi ya,aku mendapatkan banyak masalah sih sebenarnya,pertama di taman ada orang aneh yang meminta uang dengan cara memaksa,ya tapi karena aku teringat diriku aku memberikannya uang.


Zahra:"owh,iya juga kamu kan pernah minta ke orang tuaku waktu itu ya".


Abdul:"iya,hahahaha jadinya aku teringat gitu".


Abdul pun mengambil nafas sejenak dan membuat makan malam terlebih dahulu,Zahra pun ikut membantu Abdul untuk membuat makan malam melihat itu anak Zahra pun ikut membantu.


Abdul:"kamu suka memasak ya Alya?".


Alya:"iya,om".


Zahra:"hahaha,kamu terlihat memang seperti om-om Abdul".


Abdul:"biarin,(kalau gua bilang dia kayak ibu-ibu gimana ya nasib ku)".


Setelah memasak makan malam 30 menit,makan malam pun selesai Abdul,Zahra dan Alya pun makan malam yang sudah mereka buat,5 menit pun berlalu Abdul pun selesai makan sedangkan Zahra masih menyuapi Alya makan,setelah Alya makan,Alya pun langsung tidur sedangkan Zahra dan Abdul melanjutkan cerita tadi.


Abdul:"jadi pas di taman wahana rollercoaster ternyata Bella itu takut ketinggian,makanya aku memegang tangannya selama di wahana itu,dan terakhir wahana bianglala".


Zahra:"aku kira Bella takut naik wahana yang tinggi?".


Abdul:"itu hanya masa lalu,baru naik 1 menit,eh dia sudah tenang dan keasikan".


Zahra:"owh hahaha,gitu".

__ADS_1


Setelah menceritakan yang terjadi di bioskop,Abdul pun menceritakan kejadian yang terjadi saat di date terakhir tadi.


Abdul:"jadi gini,waktu di pantai itu tiba-tiba ada telepon Bella berbunyi dan saat Bella mengangkat telepon itu mukanya Bella kayak panik gitu,itu memang kenapa ya?".


Zahra:"dia panik manggil taksi gitu?".


Abdul:"nah benar kok kamu tau?".


Zahra:"kan perempuan rata-rata seperti itu kalau lagi panik".


Zahra:"Abdul:"aku punya firasat buruk tentang ini".


Tiba-tiba saja bunyi suara bell yang menandakan itu adalah Cindy,tetapi saat pintu di buka Abdul melihat sosok yang tidak asing namun bukan Cindy,dia adalah Bella,melihat itu Abdul pun kaget dan bertanya.


Abdul:"Bella? kenapa kamu ke sini?".


Abdul:"kamu masuk kalau gitu,ternyata benar kamu dalam masalah bukan?".


Bella:"iya".


Sesampainya di dalam Bella melihat Zahra bersama anaknya Alya,melihat itu Bella pun bertanya.


Bella:"kamu sudah menikah?".


Abdul:"tidak,itu adalah teman masa kecilku dia dari Amerika baru saja sampai tadi".


Bella:"owh,perkenalkan saya Bella".

__ADS_1


Zahra:"owh,perkenalkan saya Zahra saya teman masa kecilnya Abdul".


Abdul pun menyuruh Bella duduk dulu,karena muka Bella terlihat sangat panik.


Abdul:"coba kamu duduk dulu dan ceritakan baik-baik soalnya mukamu kayak panik gitu".


Bella:"iya,maaf datang malam-malam".


Abdul:"kamu mau bermalam kan? soalnya di depan kamu bawa koper segala".


Bella:"emang bisa bermalam di sini?".


Abdul:"iya kamu di kamarku saja,aku di sofa".


Bella:"aku tidak enak,bagaimana kalau kita berduaan saja di kamarmu".


mendengar itu muka Bella seketika menjadi merah,sedangkan muka Abdul kaget begitu juga dengan Zahra yang senyum-senyum.


Bella:"tidak boleh?".


Abdul:"ah,eh iy.... boleh".


Setelah menyelesaikan masalah tidur,Bella pun menceritakan apa yang sebenarnya terjadi.


BERSAMBUNG.......


untuk episode selanjutnya yang berjudul: Membantu Bella

__ADS_1


__ADS_2