ABDUL SI PENCARI CINTA

ABDUL SI PENCARI CINTA
Perebutan Untuk Mengambil Abdul.


__ADS_3

Di tengah perjalanan Zahir pun menelpon Cindy agar Cindy mengetahui situasi.


Zahir:"halo Cindy saya Zahir".


Cindy:"owh,kak Zahir kenapa kak?".


Zahir:"kak Abdul di tabrak dan kami lagi ke rumah sakit".


Cindy:"eh,kakak di tabrak?".


Zahir:"iya,tadi kak Abdul bertemu dengan Alicia".


Mendengar nama itu Cindy pun kaget dan berterima kepada Zahir dan segera menutup teleponnya,Zahir yang merasa bahwa keluarga dari Alicia sangat menyakiti Cindy maupun Abdul.


Cindy pun panik dan segera menelpon ibunya yang bernama Siti.


Cindy:"halo ibu".


Siti:"kenapa nak?"


Cindy:"kak Abdul tertabrak,aku lagi ke rumah sakit dan katanya kak Abdul ketemu dengan Alicia".


Siti:"eh Alicia?".


Ibunya Abdul pun mengingat kejadian 10 tahun lalu dan 5 tahun lalu,yang di mana Alicia berasal dari keluarga Darrellyn.


Ibunya Abdul pun cepat-cepat menuju ke rumah sakit yang sudah di kasih tau oleh Cindy,begitu juga Cindy menunggu ibunya datang,di lain tempat Abdul yang sudah sampai di rumah sakit pun langsung di rawat ruang ICU.


Bella yang merasa tidak tenang pun mondar-mandir sedangkan Alicia merasa panik,1 jam pun berlalu dan akhirnya dokter keluar dari ruangan ICU,melihat itu Bella dan Aicia bersamaan mengatakan bahwa kabar Abdul.


Bella:"bagaimana kabar Abdul pak dokter?".


Alciia:"bagaimana kabar Abdul pak dokter?".


Mendengar itu dokter pun kaget dan bertanya.


Dokter:"emang siapa keluarga dari pak Abdul?".


Bella:"saya pak".


Alicia:"saya pak".


Tapi tiba-tiba saja terdengar suara yang mengatakan.

__ADS_1


"SAYA PAK,SAYA IBU DARI PASIEN ITU".


Mendengar itu Bella dan Alicia pun serontak balik dan melihat Cindy dan Ibunya Abdul berlari ke ruang ICU,Zahri yang tengah menunggu pun langsung kaget.


Zahir:"eh Cindy kamu sudah datang".


Cindy:"iya,terima kasih kak Zahir".


Zahir:"iya,tidak apa-apa eh ibu".


Siti:"owh,nak Zahir bagaimana kabar Abdul".


Zahir:"dokternya baru keluar dari ruang ICU ibu".


Bella dan Alicia pun terdiam dan duduk kembali,sedangkan Cindy melihat Alicia dengan mata sinis begitu juga dengan ibu Abdul yang terlihat marah melihat sosok Alicia.


Siti:"bagaimana kabar anak ya dok?".


Dokter:"dia baik-baik saja tapi dia harus di rawat,karena dia mengalami patah tulang".


Siti:"eh patah tulang?".


Dokter:"iya ibu".


Siti:"kamu baik-baik saja nak?".


Abdul:"eh,ibu *muka yang sedikit pucat* iya aku baik-baik saja kok".


Siti:"syukurlah".


Abdul:"ibu boleh,aku keluar dulu".


Siti:"kenapa?".


Abdul:"ada pak Darly katanya mau datang".


Siti:"ehhhh".


Tepat yang di ucapkan Abdul tiba-tiba saja terdengar suara Lizard dan Darly,tapi ibu Abd menyuruh Abdul di ruang ICU biar dia yang menghadapi Darly.


Darly:"sudah lama ya Siti *muka sinis*".


Siti:"kamu mau apa ke sini?".

__ADS_1


Darly:"owh,kamu sudah lupa hutangmu".


Siti:"aku,kira tidak jadi Darly?".


Darly:"tidak jadi katamu! karena suamimu istriku masih trauma mendengar nama Nabil".


Siti pun menahan amarahnya dan tiba-tiba saja Cindy menenangkan ibunya.


Darly:"owh,ini dia darah haram dari keluarga Darrellyn".


Mendengar itu Cindy pun menahan amarahnya,Lizard pun tidak lupa memberi salam kepada Siti.


Lizard:"hmm,sudah lama ya Siti".


Siti:"kamu,kak Lizard?".


Lizard:"ya,sudah lama".


Siti:"jadi anakmu itu yang bernama Bella!".


Lizard:"iya,dan aku mencoba menjadikan Abdul sebagai menantuku *muka senyum*".


Mendengar itu Siti pun merasa mereka berdua ingin menjadikan Abdul sebagai alat mereka, tetapi tiba-tiba saja Darly menjawab perkataan Lizard".


Darly:"ku kira kamu hanya menantuku untuk mencari Abdul!".


Lizard:"hahahaha,tidak mungkin aku juga mengincarnya *muka tersenyum*".


Lizard:"aku juga ingin Abdul menjadi bagian keluargaku agar bisa mewarisi rumah sakit yang ingin aku buat bukan Darly".


Tapi tiba-tiba saja Abdul berteriak dan mengatakan.


Abdul:"KALAU BEGITU AKU AKAN MENERIMANYA".


Siti:"Abdul sudah,nak kamu sudah membawa beban terlalu banyak".


Abdul:"ini masa lalu yang harus Abdul hadapi ibu,dan aku sudah berjanji kepada ibu untuk melunasinya bukan? *sambil senyum*".


Melihat itu ibu Abdul pun mundur begitu saja, sedangkan Abdul harus menghadapi keluarga Darrellyn untuk kedua kalinya.


BERSAMBUNG.....


untuk episode selanjutnya berjudul : menghadapi masa lalu.

__ADS_1


__ADS_2