ABDUL SI PENCARI CINTA

ABDUL SI PENCARI CINTA
Bukan Sesuatu Yang Gampang/Mudah


__ADS_3

Saat semua rencana sudah siap,dan baju yang sudah di buat Zahra untuk Abdul dan Bella lagi di proses,Abdul,Zahra dan Bella pun tidur,tapi di karenakan Zahra yang tidur bersama Bella pun bertanya.


Zahra:"kamu memang suka Abdul?".


Bella:"ehhhh *muka yang terlihat memerah*".


Zahra:"tuh,kan kamu suka ya".


Bella:"iya,dia baik banget dan tulus".


Zahra:"yah,sebenarnya Abdul tidak begitu dia hanya terlalu selalu peduli terhadap seseorang".


Bella:"iya,sih makanya aku juga heran".


Zahra:"tapi dia memang orang baik".


Setelah percakapan itu Zahra dan Bella pun tertidur,berbeda dengan Abdul yang susah tertidur,di karenakan nantinya Abdul berhadapan dengan ayahnya Bella,yang dia rasa terlalu cepat menghadapinya.


Karena hal itu Abdul terbawa mimpi jika nanti rencana ini gagal mungkin Bella akan di jodohkan,oleh karena itu Abdul tidak memandang hal ini bukan sesuatu yang mudah/gampang,karena itu besok Abdul akan berlagak seperti kekasihnya.


Abdul pun belajar sejenak tentang sepasang kekasih,dan malam itu pun Abdul mendapatkan banyak pengalaman yang sangat berguna oleh karena itu Abdul sudah sangat siap untuk besok.


Abdul pun tertidur dan tidak terasa pagi hari pun tiba,Abdul yang selalu bangun dengan lambat pun tiba-tiba terbangun dengan cepat di karenakan adanya Cindy yang baru pulang.


Abdul:"hei,Cindy kok baru pulang?".


Cindy:"iya,aku bermalam di rumah temanku kak".


Abdul:"owh,kalau gitu ini udah jam berapa?".


Cindy:"baru jam 06:30 kak".

__ADS_1


Abdul:"ok,makasih kakak mau buat sarapan untuk Zahra dan Bella dulu".


Cindy:"eh,mbak Zahra dan mbak Bella kok bisa ada?".


Abdul pun menceritakan apa yang terjadi, mendengar itu Cindy pun kaget dan mau menelpon ibunya.


Abdul:"jangan,kita hanya berpura-pura".


Cindy:"gini,nih kakak yang selalu gagal dalam berhubungan,ini namanya kesempatan kak".


Abdul:"kesempatan?".


Cindy:"iya,siapa tau nanti mbak Bella benar-benar jatuh cinta gimana?".


Abdul:"nanti aku usahakan kalau gitu".


Cindy:"terserah lah,(dasar otak udang)".


Alya:"om,Abdul buatin sarapan dong".


Abdul:"eh,ok maaf om lupa kamu".


Alya:"jangan,gitu om Abdul kata mama nanti om Abdul dosa loh".


Abdul:"iya,iya maaf kalau gitu kamu duduk di meja makan bersama kakak Cindy".


Alya:"wah,ada kakak Cindy".


Cindy yang mendengar suara yang tidak asing pun sangat mengenali suara ini.


Alya:"mbak Cindy".

__ADS_1


Cindy:"eh,Alya kamu juga ke sini sama mama mu?".


Alya:"iya,mbak".


Cindy:"owh,kalau gitu duduk sambil menunggu om Abdul membuatkan sarapan".


Alya:"iya,mbak".


Setelah 5 menit berlalu Zahra dan Bella pun terbangun dan melihat Abdul yang lagi menyiapkan sarapan,melihat itu Bella pun ikut membantu Abdul,sedangkan Zahra pergi ke meja makan untuk melihat keadaan Alya dan juga dia ingin bertemu dengan Cindy.


Zahra:"selamat pagi Cindy".


Cindy:"eh,mbak Zahra udah lama di sini?".


Zahra:"baru kemarin".


Cindy:"owh,gitu mbak Zahra di sini berapa hari?".


Zahra:"3 hari doang".


Cindy:"ohhh".


Di dapur Abdul yang lagi menyiapkan sarapan tiba-tiba saja di kagetkan dengan kehadiran Bella,Bella pun meminta untuk bisa membantu Abdul,mendengar itu Abdul pun dengan senang hati.


Saat Abdul sudah selesai menyiapkan nasi goreng tiba-tiba saja Bella teriris pisau,melihat itu Abdul pun dengan sigap menghisap tangan yang teriris pisau tersebut,melihat itu Bella pun terlihat malu sedangkan Abdul dengan sigap menyuruh Bella untuk membersihkan lukanya,memberikan obat salep dan memakaikan perban.


Setelah itu Abdul dan Bella pun mengantarkan sarapannya ke meja makan dan mereka sarapan bersama sambil mengingat rencana yang akan di lakukan nantinya.


BERSAMBUNG......


untuk episode selanjutnya yang berjudul: aku sangat mencintai Bella.

__ADS_1


__ADS_2