
Sambil berlari Abdul,Selena dan Leona mendengar ledakan dari ruang pintu masuk dan ledakan mulai menyebar,Abdul dan Leona yang sangat panik tidak kenal akan barang-barang yang ada didepan mereka,tapi tiba-tiba saja ada sebuah lemari yang jatuh di hadapan mereka.
Abdul yang menggendong robot Selena sudah tidak bisa melewati lemari itu,dikarenakan Abdul harus berpegangan tangan oleh Leona,Leona yang melihat itu langsung menyuruh Abdul untuk mengangkat robot Selena terlebih dahulu.
"Abdul berikan aku robot Selena dulu!" ucap Leona,"eh? baiklah,kalau begitu ambil ini!" ucap Abdul.
Setelah memberikan robot Selena kepada Leona,Abdul akhirnya bisa menaiki lemari itu,dan lari kembali dengan panik,tidak lama kemudian akhirnya mereka melihat jalan keluar dari ruang berangkas,tapi tiba-tiba saja lantai yang ada di hadapan Leona tiba-tiba saja jatuh.
Leona yang saat itu menggendong robot Selena tidak dapat melompati itu dengan mudah,dikarenakan Leona harus fokus melompat dengan baik.
Abdul yang melihat itu menyuruh Leona untuk memberikan robot Selena kepadanya,Leona yang mendengar itu langsung memberikannya kepada Abdul.
"berikan robot Selena kepadaku Leona!" ucap Abdul,"eh? ba...baiklah,ini aku berikan kepadamu!" ucap Leona.
Leona pun melompat dari ruang berangkas,ke tanah yang,Abdul yang masih terkurung dan tidak dapat melompat,langsung melempar robot Selena kepada Leona.
"bagus Abdul,sekarang waktumu melompat!" ucap Leona.
Namun Abdul menggelengkan kepala dan diam tidak bergerak,Leona yang melihat itu langsung panik dan mencoba berteriak kepada Abdul sekali lagi.
"ABDUL! KAMU HARUS MELOMPAT JUGA!" ucap Leona.
__ADS_1
Namun sekali lagi Abdul hanya tersenyum dan menggelengkan kepala.
"TERIMA KASIH LEONA! AKU TIDAK DAPAT MELOMPAT,KARENA KAKIKU TERKILIR! ucap Abdul,"EH? KENAPA KAMU TIDAK BILANG DARITADI! KALAU BEGITU TUNGGU AKU!" ucap Leona.
Namun Abdul menaikkan lengan kanannya ke atas,lalu berteriak.
"AKU AKAN BAIK-BAIK SAJA! KAMU PERGI DULUAN! AKU AKAN BAIK-BAIK SAJA,JADI JANGAN KHAWATIR" ucap Abdul.
Leona pun tidak dapat bergerak,karena Leona merasa terlalu mengharapkan kemampuan Abdul,tapi Leona mengingat bahwa Abdul juga adalah seorang manusia,dia bisa terluka,dia bisa sedih,dia layaknya seorang anak kecil yang tidak dapat melakukan seperti manusia super.
"HEI,LEONA KENAPA KAMU DIAM SAJA,KAMU HARUS PERGI DARI SINI,JANGAN KHAWATIRKAN AKU!" ucap Abdul sambil tersenyum.
Tapi tiba-tiba saja robot Selena aktif lalu memberikan sebuah liontin kepada Leona dan berpesan kepada Leona.
Leona pun kebingungan dengan liontin tersebut,dikarenakan liontin itu terlihat seperti milik ayahnya,yang dimana saat itu Leona diberitahu kepada ayahnya bahwa itu liontin janji ikatan cinta antara ayahnya dan ibunya.
"kamu...Selena!" ucap Leona.
Robot Selena pun memberikan ekspresi wajah yang sedih,di sisi lain seluruh bangunan dari ruang berangkas hampir roboh dan rusak,Selena yang melihat Abdul yang terkurung langsung terbang kepada Abdul.
"kenapa kamu bisa terbang!" ucap Abdul,"lupakan itu tuan Abdul,saya akan melempar anda dari sini!" ucap Selena,"tapi,kamu hanya bisa terbang sekali saja bukan!" ucap Abdul.
__ADS_1
Selena yang mendengar itu langsung kebingungan karena Abdul telah mengetahui siapa identitas robot Selena.
"kenapa kamu membiarkan Leona untuk melihat ingatanmu!" ucap Abdul,"saya hanya diprogram seperti itu dengan tuan Dermiwan" ucap Selena.
Mendengar itu Abdul pun mengerti bahwa robot Selena diprogram untuk mengetahui apakah Abdul cocok untuk menjadi suami dari anak mereka.
"owh,jadi begitu,kenapa anda muncul karena ingin mengetahui kalau Leona cocok sebagai suaminya!" ucap Abdul,"iya,dan saya perasaan dari nona Selena merasa bahwa anda yang cocok untuk menjadi suami Leona!" ucap robot yang menyerupai Selena.
robot yang menyerupai Selena pun melempar Abdul begitu saja,Leona yang melihat itu langsung memeluk Abdul.
"Leona,apakah kamu sudah mengetahui siapa robot itu?" ucap Abdul,"iya,dia adalah ibuku yang selama ini dirahasiakan oleh ayahku,dan aku tahu kenapa dia muncul saat aku ada di ruang berangkas!" ucap Leona.
Melihat wajah senyum dari Leona membuat robot yang menyerupai Selena langsung mati,karena merasa pekerjaannya selama ini sudah selesai sejak dia diprogram dan dibuat pertama kalinya oleh Dermiwan bersama Alam,yang saat itu Dermiwan masih berumur 26 tahun.
"(tugas saya sudah selesai tuan Dermiwan!)" ucap robot.
Dermiwan tiba-tiba saja mendengar suara itu dari earphone yang ada di telinganya sambil menangis dan tersenyum.
"(terima kasih untuk semuanya robot Selena,karena telah menunggu selama 15 tahun!)" ucap Dermiwan dalam hati.
Leona pun menangis dipelukan Abdul,Abdul yang melihat itu langsung memeluk balik Leona dengan erat,dan seketika ruang berangkas kota bawah tanah sudah hancur dan runtuh,diluar itu semua penjaga yang ada di ruang berangkas telah menyelematkan diri mereka masing-masing.
__ADS_1
BERSAMBUNG.....
untuk episode selanjutnya berjudul : Bertemunya Leona Dengan tunangan Abdul.