ABDUL SI PENCARI CINTA

ABDUL SI PENCARI CINTA
Perasaan Saling Mencintai Antara Rahman dan Siti.


__ADS_3

Rahman:"tidak usah,kamu terlalu baik Siti,aku tidak memerlukan bantuan mu!".


Siti:"aku hanya kasihan kepada kedua orang tuamu!".


Setelah mendengar perkataan tersebut,Rahman pun terdiam begitu saja,Abdullah pun setuju dan membiarkan Siti yang membayarnya, seketika suasana di kampus sunyi.


Setelah masalah selesai,Rahman pun kembali keruangan laboratoriumnya untuk melanjutkan membuat obatnya,dan berjanji kepada Siti bahwa Rahman akan menyelesaikan kuliahnya tahun ini,mendengar perkataan Rahman,Siti pun tidak mau kalah.


1 tahun pun berlalu semenjak Rahman dan Siti membuat janji,dan tepat saja Rahman resmi lulus kuliah dan tengah melaksanakan wisuda,di sisi lain Siti yang tidak lulus di karenakan melakukan satu kesalahan,hal ini membuat Siti menjadi cemberut kepada Rahman.


Setelah lulus,Rahman pun pergi ke kuliah tersebut,dan menghilang begitu saja,1 tahun pun berlalu semenjak Rahman tidak pernah bertemu dengan Siti,akhirnya Siti pun lulus dan tidak sabar bertemu Rahman,setelah mendapatkan alamat dan Rahman Siti pun menyuruh supirnya untuk menuju ke rumah Rahman.


Namun setelah sampai ke rumah Rahman,rumah tersebut tidak digunakan dan sudah sangat tua,melihat itu Siti pun bertanya kepada tetangga Rahman.


Siti:"ibu,ngomong-ngomong rumah yang di sebelah ibu itu sudah tidak ada orangnya?".


Warga:"rumah itu,rumah itu sudah tidak pernah ditinggali selama 5 tahun ini neng!".


Mendengar hal tersebut Siti pun merasa bahwa dia sudah dibohongi oleh Rahman,seketika Siti pun menelpon nomor lama dari Rahman,tetapi tidak aktif sama sekali.


Tapi tiba-tiba ada nomor yang tidak diketahui menelpon Siti,seketika Siti pun menjawab dengan nada marah.


Siti:"SIAPA INI!".


Rahman:"eh! aku Rahman,Siti kamu di mana?".


Siti:"KAMU BOHONG YA!".


Rahman:"bohong? bohong gimana!".

__ADS_1


Siti:"DI SINI KATANYA RUMAHNYA SUDAH KOSONG 5 TAHUN LALU!".


Rahman:"kamu kan salah rumah,astaga Siti!".


Setelah mengecek alamatnya Siti pun terdiam,di karenakan sudah salah alamat yang membuatnya sangat malu,seketika teleponnya pun di matikan yang membuat Rahman bingung.


Setelah mengetahui alamat yang asli,Siti pun pergi ke rumah Rahman,10 menit pun berlalu akhirnya Siti pun sampai di rumah Rahman,dan di depan rumahnya terdapat Rahman yang sedang menunggu.


Siti:"aku kira kamu bohong!".


Rahman:"makanya cek baik-baik!".


Siti:"akhirnya aku lulus (senyum)".


Rahman:"syukurlah (dingin)".


Siti:"kok jawabnya begitu sih!".


Siti:"sibuk kenapa?".


Rahman:"soalnya aku lagi menjadi dokter di Amerika!".


Siti:"kamu sudah jauh mengalahkanku!".


Rahman:"tidak,aku datang kesini untuk hal yang penting!".


Mendengar perkataan tersebut Siti pun kebingungan dengan perkataan Rahman.


Rahman:"sebenernya nama asliku adalah Nabil Abdullah!".

__ADS_1


Mendengar nama itu,Siti pun kaget dan serasa hati Siti terpenuhi dengan perasaan marah kepada Nabil.


Siti:"KENAPA SELAMA INI KAMU BERBOHONG (marah)".


Nabil:"karena aku lari dari rumah".


Siti:"kenapa?".


Nabil:"waktu itu umurku masih 14 tahun,aku tiba-tiba saja disuruh menikah oleh gadis remaja yang berusia 17 tahun".


Siti:"eh,kenapa begitu?".


Nabil:"kamu sudah tahu kan,sifat Abdullah bagaimana?".


Siti:"iya,dia kejam dan pelit".


Nabil:"iya,hatinya hanyalah kekayaan dan tidak peduli kepada anaknya!".


Mendengar hal tersebut Siti pun bertanya.


Siti:"jadi kenapa kamu menyuruhku kesini!".


Nabil:"Siti,maukah kamu menerimaku menjadi suamimu!".


Seketika Siti pun terdiam dan malu mendengar hal tersebut,tapi Nabil yang tidak bisa berlama lagi,membuat Siti harus cepat mengambil jawaban.


Siti:"iya,aku terima!".


Seketika Nabil pun senang mendengar hal tersebut.

__ADS_1


BERSAMBUNG.....


untuk episode selanjutnya berjudul: Amarah Abdullah.


__ADS_2