
Setelah semua selesai,Bella pun masih memikirkan apa yang akan di pilihnya,jika yang dia pilih salah maka masa depannya bersama Abdul hancur karena kebimbangan hatinya.
Tapi Abdul dan kedua orang tuanya harus pergi,karena jam sudah menunjukkan pukul 20:00,tetapi saat Abdul mau pergi Abdul pun menyuruh kedua orang tuanya untuk menunggu di mobil dulu,dia ingin memberikan saran kepada Bella agar tidak bimbang nantinya.
Abdul:"Bella *melambaikan tangan*".
Bella:"kenapa? ada ketinggalan?".
Abdul:"tidak,aku hanya ingin memberikanmu sesuatu".
Abdul pun mengeluarkan sesuatu yang dia simpan di tasnya,ngomong-ngomong Abdul mengambil tasnya di mobil Michael,setelah menunggu 1 menit Abdul pun mendapatkan apa yang ingin dia berikan kepada Bella,Bella pun kaget melihat itu.
Itu adalah gantungan kunci yang Abdul belli saat datenya sebulan yang lalu,dan Bella membaca kertas yang terselip di gantungan kunci tersebut,tetapi Abdul sudah pergi.
Setelah membuka dan Bella pun membaca apa yang tertulis di situ.
"Jika kamu bimbang,mungkin masa depan kita berdua semakin hancur loh".
Membaca kertas ini pun Bella akhirnya tidak mau bimbang dan dia akan mencoba pekerjaan apa yang dapat membuatnya senang dan bahagia bersama Abdul.
Melihat itu Lizard pun menelpon Abdul.
Lizard:"Abdul,untuk besok kamu harus bekerja di rumah sakit!".
Abdul:"kenapa ayah?".
__ADS_1
Lizard:"(BOCAH INI) *terlihat marah*,untuk besok kamu harus bekerja untuk membantu Bella mendapatkan apa yang sebenarnya cocok menjadi pekerjaannya saat kalian menikah,MNEGERTI!".
Abdul:"SIAP AYAH *tertawa*".
Setelah menelpon Abdul,Lizard pun menyusul Bella dan memberikan pesan.
Lizard:"kalau begitu,Bella besok kamu bekerja di rumah sakit bersama Abdul,dan pergi ke tempat kerjamu juga!".
Bella:"iya,ayah Bella mengerti!".
Michael yang melihat Abdul sibuk,langsung menyerahkan diri untuk sebagai supirnya bersama Zahir nantinya,mendengar itu Abdul pun setuju dan berkata.
Abdul:"terimakasih ya adik!".
Kedua orang tua Abdul pun tertawa dengan tawa senang Abdul dan Michael,setelah sampai Abdul dan kedua orang tuanya pun masuk dan beristirahat,karena Abdul besok akan sangat sibuk,sedangkan orang tuanya akan pulang ke rumah dulu,untuk memberitahu kepada keluarganya yang ada di kampung.
Setelah makan malam,Abdul pun tidur di sofa di karenakan kedua orang tuanya memakai kamarnya,Abdul yang hampir tertidur pun di bangunkan dengan suara telepon yang berbunyi,mendengar itu Abdul pun mengangkat telepon tersebut dengan wajah yang mengantuk.
Abdul:"ha,haa,halo *menguap* ini siapa ya malam-malam".
Bella:"Abdul,malam maaf menganggu!".
Mendengar suara itu Abdul pun langsung terbangun dan siap mendengarkan suara Bella kapan saja,mendengar itu Bella pun tertawa membayangkan apa yang akan di lakukan Abdul saat ini.
Bella:"aku hanya ingin berterimakasih!".
__ADS_1
Abdul:"tidak usah malu-malu,nanti kan kita akan selalu membagikan cerita kita saat sudah menikah,dan tidak ada main rahasia-rahasiaan kan!".
Bella:"maaf,aku hanya gugup".
Abdul:"santai saja,untuk apa yang kamu pilih pasti akan mempengaruhi masa depan kita,tapi saat kita bingung dan bimbang itu lebih buruk,mengerti?".
Bella:"terimakasih Abdul".
Abdul:"panggil sayang saja bukan? *tertawa*".
Bella yang kesal di permainkan oleh Abdul pun menjawab pertanyaan Abdul.
Bella:"iya,terimakasih sayang!".
Abdul:"eh!*malu-malu*".
Bella:"hmm *malu-malu* katanya di suruh panggil hmm,gimana sih".
Abdul:"bercanda,maaf sayang aku kira kamu tidak berani".
Setelah perbincangan sayang selama 5 kali,akhirnya telepon pun di matikan,dan Abdul dan Bella akan bertemu besok,mungkin mereka akan sibuk.
BERSAMBUNG.....
untuk episode selanjutnya berjudul : Abdul Yang Hanya Mengikuti.
__ADS_1