
Dokter pun tiba-tiba keluar dari ruang ICU untuk memberitahu kabar Abdul,seketika suasana pun menjadi sunyi,dokter pun berkata.
dokter:"untuk operasinya berjalan lancar,pak Abdul sudah sadar dari kritisnya,tapi hanya 1 orang saja yang bisa masuk ke ruangan,siapa di sini istrinya?".
Mendengar itu Bella pun dengan cepat mengangkat tangannya,dan mendapatkan izin untuk memeriksa keadaan Abdul,sedangkan Zahir,Michael,Cindy,Boby dan istrinya hanya bisa menunggu kabar dari Bella.
Saat memasuki ruangan Bella hanya bisa menangis karena untungnya Abdul masih bisa selamat dari kritisnya,tapi penglihatan Abdul yang samar-samar,Abdul tidak tahu siapa yang menjenguknya.
Abdul:"siapa di sana?".
Bella:"ini aku Bella!".
Abdul:"maaf,Bella penglihatan ku kayaknya bermasalah".
Bella:"tidak usah minta maaf,kamu diam dan istirahat saja".
Sebelum keluar dari ruangan Abdul memegang tangan Bella,tapi karena penglihatan yang terlihat samar-samar Abdul tidak mengetahui apa yang dia pegang,Abdul pun perlahan-lahan merasakan apa yang dia pegang,seketika Bella tiba-tiba bersuara aneh.
Abdul pun terdiam,sedangkan Bella terlihat cemberut.
Bella:"apa yang kamu pegang!".
Abdul:"maaf,sayang penglihatan ku samar-samar,aku hanya ingin memberitahumu".
__ADS_1
Bella:"(malu-malu) baiklah,tapi jangan pegang yang aneh!".
Abdul:"maaf".
Abdul:"(dalam hati) ternyata Bella bisa marah".
Abdul pun menyuruh Bella mendekat ke Abdul.
Abdul:"waktu aku tadi di tusuk oleh perempuan itu!".
Bella:"aku sudah tahu namanya,jadi sebut aja (marah)".
Abdul:"eh masih marah dia (dalam hati)".
Mendengar itu Bella pun terdiam dan panik mendengar itu,tapi Abdul pun menyuruh Bella tidak memberitahu yang lain,karena yang akan menghadapi Seline tidak lain adalah Abdul, karena Abdul kejadian ini tidak pernah mau di atasi Abdul,karena Abdul tidak pernah mengerti perasaan perempuan makanya dia tidak memperdulikan dan memperburuk.
Mendengar itu Bella pun semakin khawatir,namun Abdul menyuruhnya untuk tidak memberitahu yang lain dan Abdul menyuruh Bella mempercayainya,Bella pun terdiam dan pasrah mendengar itu,tetapi Abdul memberi pesan kepada Bella.
Abdul:"nanti malam kamu harus pulang ke rumah,mengerti!".
Bella:"aku tidak bisa,aku khawatir sama kamu (takut)".
Abdul:"jangan khawatir,percayakan sama calon suamimu bukan?".
__ADS_1
Mendengar itu Bella pun pasrah dan keluar dari ruangan,seketika semua pun bertanya kepada Bella apa yang terjadi,apakah Abdul baik-baik saja atau tidak?.
Bella:"Abdul baik-baik saja,tapi Abdul tidak mau menemui yang lainnya!".
Cindy:"eh? kenapa? jelaskan kak Bella! kenapa kak Abdul tidak mau menemui kita!".
Bella:"dia tidak mau di ganggu,dan katanya untuk malam ini dia tidak mau di jaga (sedih)".
Mendengar itu Cindy pun sangat marah,namun Cindy melihat ekspresi Bella yang sangat sedih dan khawatir,melihat itu Boby pun setuju dengan Abdul dan menyuruh yang lain pulang.
Setelah Boby dan istrinya pulang, Zahir dan Michael pun bertanya kepada Bella apa yang sebenarnya terjadi,namun Bella hanya bisa diam karena Cindy yang lagi tertidur di pangkuannya.
Karena jam sudah menunjukkan pukul 19:30 Bella,Zahir,Cindy dan Mcihael pun pulang,sedangkan Abdul sudah bersiap-siap menunggu kedatangan Seline.
5 menit pun berlalu,dari kejauhan ada perempuan yang memakai baju seperti bos perusahaan dengan pisau yang berada di tangannya yang sedang menuju ke ruangan Abdul,mendengar Abdul pun bersiap menunggu Seline,tapi tiba-tiba suara kaki yang terdengar tiba-tiba menghilang dan tiba-tiba pintu ruangan Abdul terbuka.
Abdul pun melihat sosok perempuan yang sangat bahagia dengan pisau yang siap-siap menusuk Abdul,melihat itu Abdul pun bangun dan mengangetkan,tiba-tiba perempuan itu pun kaget dan mengatakan.
Seline:"halo Abdul,sudah 2 tahun (senyum seram)".
BERSAMBUNG......
untuk episode selanjutnya berjudul : isi hati Abdul kepada Seline.
__ADS_1