ABDUL SI PENCARI CINTA

ABDUL SI PENCARI CINTA
Kenangan Yang Tak Terlupakan.


__ADS_3

"hari ini cuaca sangat sejuk bukan?" ucap Doly,"hmm,iya mengingatku dimana kamu menemukanku bersembunyi" ucap Rosa,"hahaha,tapi waktu itu kamu merasa takut kepadaku bukan?" ucap Doly,"mungkin karena kamu dulu mempunyai wajah yang sangat menakutkan" ucap Rosa.


"kamu benar juga,tapi aku selalu penasaran denganmu sejak saat itu bukan!" ucap Doly,"iya,kamu selalu datang dan mencoba menggangguku,dan selalu berusaha ingin memberikan makanan" ucap Rosa,"iya aku pikir kamu tidak punya uang" ucap Doly.


"Abdul bangun,kamu baik-baik saja?" ucap Bella,Leona,Alice,Stella,Catihyln dan Cindy,"eh? ini sudah jam berapa? kupikir kita akan membahas sesuatu bukan?" ucap Abdul,"kamu sudah terlambat,kita sudah membahasnya!" ucap Ica,"owh,maaf aku tertidur,tapi kenapa kalian memakai baju liburan?" ucap Abdul,"karena kita akan berlibur Abdul!" ucap Ica,"eh! jadi itu yang akan dibahas ternyata" ucap Abdul.


Abdul pun disuruh oleh Ica untuk bersiap-siap pergi liburan.


"iya,baiklah,aku akan bersiap-siap dulu!" ucap Abdul sambil menguap,"sepertinya dia masih mengantuk!" ucap Ica,"tidak apa-apa,dia kan memang butuh istirahat!" ucap Leona,"kamu benar,tapi dia terlalu lemah untuk orang yang sudah berumur 26 tahun!" ucap Ica.


"tapi,disaat keadaan dibutuhkan dia memang berguna" ucap Michael,"eh,kenapa kamu masih disini Michael?" ucap Ica,"aku hanya ingin mengecek sekeliling ruangan" ucap Michael,"owh,aku pikir kamu sedang apa dan melalukan apa!" ucap Ica.

__ADS_1


Setelah berbicara dengan Ica Michael pun melanjutkan untuk memeriksa seluruh keadaan rumah keluarga Alastrina bersama 10 penjaga rumah yang ada.


"aku tahu mereka sedang memeriksa seluruh ruangan,tapi kenapa mereka sangat banyak" ucap Ica,"kamu kenapa lama sekali Abdul!" ucap Ica,"sabar apa,aku kan manusia!" ucap Abdul,"kenapa kamu tidak memakai cara cepat saja!" ucap Ica,"kan hari ini aku akan memakai sifat malasku untuk sekarang,tapi jika ada suatu keadaan yang gawat,aku akan mengganti sifat menjadi pahlawan!" ucap Abdul.


Mendengar itu Ica pun tertawa mendengar apa yang dikatakan oleh Abdul,terlebih Abdul orang yang sudah berumur 26 tahun,"apa yang kamu katakan Abdul,kamu seperti anak-anak saja" ucap Ica,"maaf itu bukan Abdul biasa,itu adalah Abdul yang bersifat anak-anak" ucap Abdul.


Ica pun mengecek jam dan mulai mengetik pintu kamar Abdul dengan keras,"eh! sabar apa,sebentar lagi ini jadi tolong jangan membuatnya lama!" ucap Abdul,"kamu sangat menyusahkan,aku pikir susah untuk menjaga dan menjadi pengawal pribadimu!" ucap Abdul,ya maaf,itu kan memang sudah dari turun temurun" ucap Abdul.


3 menit kemudian akhirnya Abdul selesai berpakaian dan sudah memasukkan barang-barangnya kedalam koper.


"bagaimana? kamu sudah selesai?" ucap Ica,"iya sudah,kalau begitu buka pintunya!" ucap Abdul,"baiklah,karena itulah tugas menjadi pengawal pribadi!" ucap Ica,"eh? aku hanya berbohong,aku pikir kamu tidak akan melakukannya hal itu" ucap Abdul.

__ADS_1


"sistem sebentar lagi mati,bersiap untuk mematikan semua perangkat dan menghapus semua data!" ucap sistem robot Rosa,"jadi sudah saatnya kita akan berpisah lagi!" ucap Doly,"maafkan ak....aku,aku pasti memaafkan....mu,ja...di te...na...ng....saj..." ucap robot Rosa sambil tersenyum.


"sistem telah mati,dan semua ingatan telah direset,untuk memulai lagi kami harap kamu mengganti batre dan mengambil file,terima kasih beep".


"kalau begitu aku akan pergi juga Rosa,jadi aku akan kembali disini dan bertemu dengan anakkita lagi" ucap Doly.


Doly pun pergi dari kediaman keluarga Alastrina dan menuju ke tempat tenda pengobatan sambil menahan sedih.


BERSAMBUNG....


untuk episode selanjutnya berjudul : Menuju Ke Villa Pribadi Keluarga Alastrina.

__ADS_1


__ADS_2