
Keesokan paginya terdengar suara bunyi telepon yang membuat Abdul terbangun,Abdul pun segera mengangkat telepon tersebut,tapi Abdul tidak mengetahui ini telepon dari siapa di karenakan nomor yang asing bagi Abdul,Abdul pun mengangkat telepon tersebut.
Abdul:"halo ini dengan siapa ya?".
Orang asing:"iya saya mencari seorang yang bernama Abdul apa ini,apa ini namanya Abdul?".
Abdul:"iya dengan saya sendiri ada apa ya?".
Orang asing:"saya Zahra".
Abdul:"eh Zahra,oh Kayla Zahra?".
Zahra:"iya teman masa kecil mu,sudah lama ya Abdul".
Abdul:"iya nih".
Abdul pun mengingat masa lalunya bersama Zahra,yang di mana saat itu Abdul baru berusia 7 tahun,Zahra dan Abdul dulunya tetangga dan teman bermain,namun di karena Zahra pindah saat Abdul berumur 10 tahun mereka pun tidak pernah bertemu lagi.
__ADS_1
Namun saat berumur 13 tahun Zahra pun muncul lagi,dan mengagetkan Abdul tetapi Zahra yang di kenal Abdul telah berubah di mana dia memiliki sifat yang menawan dan tidak pernah bermain,oleh karena itu Abdul hanya menganggap Zahra adalah teman mainnya di masa lalu.
Setelah itu Zahra pun pindah ke Amerika di karena orang tuanya mempunyai pekerjaan di sana,tetapi Abdul dan Zahra masih bisa berkomunikasi,tapi saat berumur 17 tahun nomor Zahra tidak bisa di telepon sejak saat itu Abdul tidak pernah mendengar kabar dari Zahra.
Abdul:"kenapa saat umur 17 tahun,kenapa kamu tiba tiba hilang padahal saat itu,saat di mana aku patah hati".
Zahra:"maaf karena waktu itu aku juga sangat sibuk,soalnya handphone ku rusak dan aku belum membeli yang baru lagi,yang parahnya lagi aku lupa nomor telepon karena itu aku baru tau menemukannya".
Abdul:"owh maaf juga karena salah sangka,aku kira kamu sengaja tidak mengangkatnya".
Zahra:"tidak mungkin lah".
Abdul:"kalau begitu kenapa kamu baru meneleponku,Zahra?".
Zahra:"oh iya minggu depan aku mau ke Jakarta,oleh karena itu kamu harus siap siap menyambutku".
Abdul:"wah baiklah".
__ADS_1
Abdul merasa ada yang dia lupa katakan kepada Zahra,tetapi Abdul lupa harus berkata apa,sesaat Abdul pun mengingat dan segera memberitahu bahwa dia ada kencan pada hari minggu depan.
Abdul:"Zahra tapi hari minggu aku mau date dengan perempuan".
Tetapi telepon tersebut sudah di matikan yang menandakan bahwa Zahra tidak mendengar apa yang di katakan Abdul.
Tetapi pukul sudah menunjukkan pukul 8:00 yang menandakan dia harus pergi bekerja,Abdul pun pergi bekerja dengan motor kesayangannya sesampainya di sana muncul Cyintia yang mengatakan.
Cyintia:"apakah bapak pergi double date kemarin?".
Abdul:"iya aku double date kemarin ya walaupun sebenarnya date".
Mendengar itu Cyintia terlihat cemberut dan pergi begitu saja,melihat itu Abdul kebingungan dan berpikir.
Abdul:"(kenapa dengan dia,dia terlihat marah sedangkan kemarin aku melihat dia bersama cowok lain)".
Muncullah kesalahpahaman yang terjadi di sini,tetapi mereka berdua tidak mau mengungkapkan alasan satu sama lain,Abdul pun masuk di sana Abdul setiap kali meminta pertolongan ke Cyintia,Cyintia terlihat acuh dan tidak ikhlas menbantu seperti orang yang baru bertemu pertama kali,sampai jam kerja selesai.
__ADS_1
BERSAMBUNG.......