
Setelah nama Doly disebut oleh hakim,perlahan suasana pun menjadi tegang dikarenakan Abdul akan berhadapan dengan kakek dan ayahnya sendiri,tapi di sisi lain Abdul ingin mengabulkan permohonan Catihyln saat ingin menuju ke persidangan.
Saat menuju ke gedung persidangan.
Abdul:"kenapa kamu tidak bisa menghentikan ayahmu?".
Catihyln:"aku ingin menghentikannya,tetapi itu sudah terlambat hati ayah sudah kosong,dia telah kehilangan istrinya dan kehilangan harta,tapi saat harta ada ibu telah tiada".
Abdul:"jadi kamu berharap apa?".
Catihyln:"aku tidak ingin ayah dihukum mati!".
Abdul:"kalau begitu aku akan membantumu!".
Catihyln:"SERIUS!".
Abdul:"iyap,aku juga tidak mengerti permasalahan ini,tetapi aku akan memutuskan rantai dendam ini!".
Catihyln:"kalau begitu terima kasih,aku akan bersedia menjadi istrimu!".
Abdul:"eh!".
Kembali lagi di gedung persidangan.
Hakim:"ini dia pelaku yang sudah membuat ricuh keluarga Milliyader dia adalah Doly!".
Doly:"....."
Bara:"PAMAN!".
Doly:"BARA!".
Bara:"aku rindu paman,maaf aku tidak bisa menepati janjiku!".
__ADS_1
Doly:"MENJAUHLAH DARIKU!".
Mendengar kata-kata itu Bara pun perlahan mundur dengan wajah yang sangat sedih,karena ini pertama kali Bara melihat wajah dari Doly terlihat sangat marah dan merasa bahwa dia tidak butuh pertolongan.
Namun Bara bisa mengetahui kenapa paman Doly melakukan hal itu,agar Bara tidak terjerat juga,tetapi Bara sudah terlanjur berdiri di sana untuk menjadi penasihat hukum paman Doly.
Bara:"TIDAK APA PAMAN!".
Doly:"kamu tidak mengerti bukan? *menangis*".
Abdul:"*wajah sangat sedih*".
Catihyln:"(ayah,semoga ayah tidak dihukum mati!)".
Doly:"(apakah aku akan bertemu dengan Rosa!)".
Namun Abdul dapat melihat bahwa paman Doly sudah tidak memiliki semangat,tapi Abdul masih merasa bahwa paman Doly masih dapat diselamatkan,dan juga ada bantuan dari kak Bara dengan begitu Abdul pun semakin semangat.
Tapi tiba-tiba saja Alam pun mengangkat tangan kepada para saksi yang ada di sana,melihat itu Abdul pun menjadi heran dan bingung,dikarenakan Abdul dan ayah Aldo sudah bekerja sama agar Doly tidak dihukum mati.
Abdul:"eh!".
Seketika semua orang pun menjadi kaget,begitu juga dengan Aldo,Bara dan Doly itu sendiri dikarenakan melihat ayah mereka yang dulunya tidak pernah memperhatikan mereka,tapi sekarang ayahnya tersebut mengaku kesalahannya.
Alam:"KARENA AKU TIDAK PERNAH MEMBERIKAN CONTOH SEPERTI AYAH MEREKA!".
Seketika Doly pun mengeluarkan air matanya,dikarenakan Doly merasa selama ini dibenci oleh ayahnya tersebut,tapi itu hanya kesalahpahaman awalanya Doly adalah anak yang paling disayang oleh Alam,tapi Michael mengambil Doly dan membawa Doly ke Indonesia,sehingga Alam pun menjadi marah dan tidak pernah merawat anaknya lagi.
Tapi Alam sadar akan kesalahannya saat bertemu dengan Akram,yang saat itu Akram hanya memiliki 1 anak yang memiliki semangat tinggi dan berumur 3 tahun,melihat itu Alam pun menyapa Nabil,tapi Nabil takut dan kembali ke Akram,melihat itu Alam ingin melihat anaknya seperti itu.
Tetapi saat Alam pulang,pasti anak mereka akan menjauhinya,tapi Alam yang tidak bisa mengungkapkan isi hatinya hanya bisa marah dan menjauhi anak-anaknya.
Abdul:"KENAPA PAMAN!".
__ADS_1
Alam:"INI KESALAHANKU MENJADI AYAH MEREKA!".
Aldo:"SUDAH CUKUP AYAH!".
Catihyln:"kakek".
Bella:"paman Alam!".
Nabil:"ayah,kita hentikan pak Alam!".
Akram:"sudah,ini adalah isi hati Alam!".
Nabil:"baiklah ayah!".
Seketika hakim pun memutuskan untuk memutuskan kepada saksi,apakah Doly akan dihukum mati atau tidak,dan apakah pak Alam yang akan menerima apa yang dilakukan Doly.
Tapi saat melakukan itu,tiba-tiba saja Akram tertawa,tapi berbeda dengan Nabil yang bingung akan apa yang terjadi.
Akram:"KAMU JANGAN BEGITU ALAM!".
Alam:"eh!".
Akram:"ISTRIKU MASIH HIDUP,DIA SAAT ITU KERJA DI TEMPATMU BUKAN?".
Mendengar itu Alam pun mengingatkan seorang perempuan yang menjadi pembantunya dan saat itu Alam menyangka bahwa dia adalah istri Akram namun sayang Alam menganggap bahwa mereka hanya mirip.
Alam:"jadi dia yang bernama Aisia?".
Akram:"HAHAHA BEGITULAH!".
Seketika semua orang pun menjadi kebingungan dan tidak memilih siapapun,begitu juga dengan hakim,tapi ada satu orang yang menyuruh untuk membebaskan Doly dan Alam,dan dia adalah nenek dari Abdul.
Aisia:"HENTIKAN,AKU AKAN MEMAFKANNYA....."
__ADS_1
BERSAMBUNG.......
untuk episode selanjutnya berjudul : Kemunculan Nenek Abdul.