
Setelah membaca buku tersebut,Abdul pun merasa bahwa sifat dari Adar seperti sifat keadilan seperti ayahnya,sedangkan sifat jujur seperti Abdul disini Abdul menyimpulkan bahwa Adar adalah kakek moyangnya.
Setelah itu Abdul pun menaruh kembali buku di rak,dan Abdul pun melanjutkan perjalanannya untuk mencari jalan keluar,namun saat Abdul sedang memeriksa,Abdul melihat sebuah cahaya yang menuju ke suatu ruangan lain,namun ruangan tersebut aneh karena Abdul mendengar sesuatu.
Doly:"katakan dengan jujur,di mana harta yang paling berharga bagi keluarga Abdullah?".
Abdullah:"aku tidak akan mengatakannya!".
Melihat itu Abdul pun kaget dan mencoba bersembunyi dan mendengarkan obrolan mereka.
Abdullah:*tertampar*.
Doly:"KATAKANLAH DENGAN JUJUR KEPALA KELUARGA ABDULLAH,BUKAN KATAKAN DENGAN JUJUR NASA!".
Abdul pun kaget mendengar nama tersebut,nama tersebut adalah nama dari kakeknya,yang di mana Abdul pernah menemukan sebuah buku yang tertulis NASA.
Doly:"sial dia tidak bisa mengatakan apa-apa,kalau begitu aku akan kembali lagi".
Abdullah:"iya,karena yang berharga dalam hidup ini adalah berbuat baik kepada orang yang membutuhkan!".
Doly pun menampar Nasa sekali lagi,lalu pergi begitu saja,melihat itu Abdul pun mencoba keluar dengan perlahan dan mencoba menuju ke orang yang di tangkap di sebuah kurungan besi.
Abdul:"kakek baik-baik saja?".
Nasa:"KAMU SIAPA? KAMU MAU MENYIKSAKU LAGI? SUDAH KUKATAKAN AKU TIDAK MENYEMBUNYIKAN APAPUN!".
Abdul:"tenang kek,saya Abdul!".
__ADS_1
Nasa:"Abdul? berarti kamu anaknya Nabil?".
Abdul:"kenapa kakek tahu?".
Nasa:"eh? karena kakek teman Abdullah!".
Abdul:"owh,kalau begitu kek bantu aku mencari kakekku?".
Mendengar itu Nasa pun mencoba menghentikan Abdul,tetapi Abdul tidak mau dan terus mencoba untuk menghancurkan penjara tersebut,tapi tidak ada yang berhasil,namun Abdul tiba-tiba terpikirkan sesuatu.
Abdul:"(kalau begitu,bagaimana kalau besi yang menyerupai sebuah lidi)".
Setelah mendapatkannya Abdul pun mencoba,2 menit pun berlalu akhirnya Abdul berhasil mengeluarkan Nasa keluar dari sana,Abdul pun bertanya kepada Nasa.
Abdul:"kek? ngomong-ngomong keluar dari ruangan ini bagaimana kek?".
Abdul:"kenapa kakek tahu?".
Nasa:"karena kakek adalah kake.....,eh..... teman kakekmu!".
Abdul:"owh,begitu".
Nasa:"ayo ikuti kakek!".
Setelah berhasil keluar dari ruangan tersebut Abdul dan Nasa pun mencoba lari ke lantai tiga,dan di lantai tiga terdapat bodyguard dari keluarga Darrellyn cabang kedua,sedangkan dari kejauhan Abdul melihat sosok yang dia kenal,dan sosok itu adalah Boby.
Namun Boby saat itu dalam keadaan yang sangat gawat,karena Boby berusaha menjaga ruangan tersebut dari bodyguard tersebut,melihat itu Abdul pun mau tidak mau harus membantu Boby.
__ADS_1
Abdul:"Boby! merunduk!".
Tendangan yang sangat keras berhasil menjatuhkan 2 bodyguard tersebut,Boby pun kaget melihat Abdul yang berada di sana bersama kakeknya,namun kakeknya mencoba merahasiakan identitasnya dari cucunya sendiri.
Boby:"eh kak.....".
*suara tendangan yang sangat keras*.
Abdul pun kaget melihat kakek Nasa jago dalam hal bela diri.
Nasa:"kamu diam saja,aku masih merahasiakannya,mengerti nak!".
Boby:"eh? iya kek!".
Abdul:"eh? kalian sudah saling kenal?".
Boby:"belum!".
Nasa:"kalian anak-anak sudah omong kosongnya ayo bantu kakek!".
Abdul:"SIAP KEK!".
Boby:"SIAP KEK!".
Di sisi lain Aldo dan Zahra mencoba mencari sebuah surat yang berisi sebuah surat tahta yang berisi harta yang berharga bagi keluarga Abdullah,jika Doly mendapatkan itu maka Doly bisa mengeluarkan keluarga Abdullah dan mengganti nama keluarga Abdullah menjadi sesuka hatinya,karena telah mengubah surat tahta yang telah di setujuinya oleh 10 keluarga orang terkaya,atau julukannya 10 milliyader di dunia.
BERSAMBUNG.....
__ADS_1
untuk episode selanjutnya berjudul : Terjadinya Kepanikan Yang Sangat Ricuh.