
"ada apa? apakah kamu menemukan siapa yang mengontrol robot-robot itu?" ucap Tom.
"maaf komandan,tetapi kami tidak dapat menemukannya,kemungkinan dia bersembunyi diantara robot itu!" ucap pasukan Tom.
"jika seperti ini,kita polisi akan kalah,kalau begitu saya akan mundur terlebih dahulu!" ucap Tom.
Mendengar itu para polisi pun mengobarkan diri mereka agar Tom dapat selamat,Tom yang melihat itu awalnya menolak,tapi melihat wajah serius dari mereka membuat Tom untuk mengurungkan niatnya untuk menghalangi mereka.
"maaf,kalau begitu tunggu aku!" ucap Tom.
"SIAP KOMANDAN!" ucap polisi.
Para polisi pun maju satu persatu,sedangkan Tom berlari sambil menangis.
"maafkan aku,tetapi aku pastikan pengorbanan kalau tidak sia-sia!" ucap Tom.
Di sisi lain Aldo,Bara kesulitan menghadapi Isamu.
"HAH? APAAN INI? KALIAN SEPERTI SEMUT SAJA!" ucap Isamu.
"cih,orang ini membuatku marah Aldo!" ucap Bara.
"tenang kak,kenapa kakak tidak tenang,pasti kakak tahu kenapa kita tidak dapat menyerang dia!" ucap Aldo.
"oke,kalau begitu aku akan mencari tahu!" ucap Bara.
Mendengar itu Aldo pun menyerang Isamu,tetapi Aldo maju sendirian.
"jadi kalian menanggap remeh diriku!" ucap Isamu.
Isamu pun memukul wajah Aldo,Aldo yang terkena pukulan tersebut seketika berdarah,Bara yang sadar pun menyuruh Aldo mundur.
"ALDO SUDAH CUKUP,KITA MUNDUR DULU!" ucap Bara.
"TIDAK AKAN KUBIARKAN!" ucap Isamu.
Tapi tiba-tiba saja Bara melempar sebuah bom asap,Isamu yang terkena bom asap tersebut tiba-tiba saja menjadi buta.
"cih,DASAR!" ucap Isamu.
"bagaimana kak? apa kamu sudah menemukan kelemahannya?" ucap Aldo.
__ADS_1
"hehehe,pastinya kita akan menunjukkan siapa orang yang kuat!" ucap Bara.
"bagaimana Abdul? kamu ingin melawan mereka!" ucap Abdul.
"tentu saja,kita tidak bisa membiarkan mereka masuk,lagipula mereka mempunyai pasukan robot!" ucap Abdul.
Johan yang tahu maksud dari Abdul pun mencoba untuk menjauh dari Ica dan perempuan lainnya.
"ada apa Abdul?" ucap Ica.
"iya,aku hanya ingin melihat kita diserang oleh siapa!" ucap Abdul.
Ica yang merasa kebingungan langsung menahan Abdul.
"tapi kenapa kamu....."
Seketika Abdul menutup mulut dari Ica dan berbisik.
"ciii,kamu diam saja,aku adalah orang yang akan menyusup ke markas mafia,jadi kamu harus merahasiakannya!" ucap Abdul sambil berbisik ke telinga Ica.
"eh? berarti kamu akan mengorbankan dirimu?" ucap Ica sambil berbisik ke telinga Abdul.
"kenapa dengan Abdul?" ucap Bella.
"eh? tenang saja,Abdul saat ini di kamar dan tidak ingin terganggu,jadi kita jangan menganggu dia!" ucap Ica.
Mendengar itu Bella pun kembali ke kamar yang ditutupi oleh peredam suara di ruangannya.
"maaf Bella,Catihyln,Alice,Stella dan Leona.
"bos lihat,itu adalah Abdul,tapi dia mengatakan bahwa dia menyerahkan dirinya!" ucap anak buah Shiro.
"hmm,itu pasti tipuan darinya,kalau begitu kita bunu....."
"bos saat ini ada orang yang menyusup ke pesawat kita!" ucap anak buah Shiro.
"apa katamu? kalau begitu Abdul yang disana tembak saja!" ucap Shiro.
Tapi setelah menembak Abdul yang menyerahkan diri,tiba-tiba saja muncul sebuah bom yang dikatakan bahwa itu hanya tipuan dari Abdul.
"HA? itu hanya bom? SIALAN!" ucap Shiro.
__ADS_1
"Johan,Downie kalau begitu mari kita beri pelajaran kepada mereka!" ucap Abdul dengan wajah serius.
Di sisi lain Tom telah sampai di basement tempat senjata rahasia Tim disimpan,setelah mendapatkan senjata rahasianya Tom pun menyalakannya.
"ini adalah senjata yang dapat mendeteksi seseorang jika mereka membawa alat kontrol!" ucap Tom.
Setalah menyalakannya,seketika Tom mengetahui siapa yang mengontrol robot itu.
"hahahaha,polisi bodoh mereka tidak tahu bahwa kami telah menyusup telah lama!" ucap Charlie.
"jadi kamu yang berkhianat Charlie!" ucap Tom.
"cih sialan,kalau begitu kita akan mati bersama Tom!" ucap Charlie.
Namun itu hanya tipuan dari Tom,karena itu adalah salah satu alat hologram yang dibuat polisi untuk mengelabui musuh.
"apa! ini hanya hologram,sialan kamu Tom!" ucap Charlie.
Seketika bom yang dibawa Charlie meledak dan membuat markas polisi kebakaran,Tom yang melihat itu seketika menjadi marah.
"SIALAN KALIAN MAFIA!" ucap Tom.
"ada apa polisi? apa kamu ketakutan melihat pasukanmu yang lemah?" ucap Arnius.
"he! kamu juga,ada apa dengan pasukan yang tidak dapat bergerak itu!" ucap Tom.
"SIALAN! kalau begitu kamu akan mati disini!" ucap Arnius.
"mati? tentu saja setiap perang akan memakan korban jiwa,dan itu adalah konsekuensi kami sebagai polisi!" ucap Tom.
Arnius yang sudah marah pun langsung menembak Tom,tapi itu hanya tipuan dari Tom,karena Arnius menembak sebuah besi.
"APA!" ucap Arnius.
Arnius yang tertembak pun terkapar dan jatuh,sedangkan Tom pingsan akibat konsekuensi menggunakan alat pendeteksi.
"KITA BERHASIL LUCA....
BERSAMBUNG......
untuk episode selanjutnya berjudul : Apakah Michael Dapat Menang?.
__ADS_1