ADA CINTA.

ADA CINTA.
Bab 10


__ADS_3

Di tengah-tengah suasana Restoran yang ramai dan berisik akan pengujung, Angela terlihat gelisah dan panik. makanannya belum di sentuh sama sekali. Windy yang duduk tepat di depannya, melirik gadis itu dengan raut keheranan.


Tidak tahan melihat gerak-gerik Angela, yang seperti berada di ambang masalah. Windy bertanya, "Ngel, kamu kenapa? dari tadi kelihatan gelisah."


Mendengar Windy yang tiba-tiba bertanya seperti itu kepada Angela, membuat Reza dan rendy saling bertatapan dan melontarkan wajah kebingungan. Sedangkan Lita asyik menyantap Ramennya itu.


"Win, ini aku dapat kabar 'mamaku masuk rumah sakit'" jawab Angela panik.


"Trus, sekarang kamu gak mau ke rumah sakit?" tanya Windy bingung.


"Iya Ngel, mending lu ke rumah sakit. Biar cepat gw anterin sini, pakai motornya Reza," celetuk Rendy.


"Aku gak enak, masa tiba-tiba pergi ninggalin kalian." Wajah Angela masih terlihat panik.


"Aduh, kamu ngapain pakai acara gak enak segala. sana cepat ke rumah sakit, lagian kapan-kapan kita bisa jalan bareng lagi. Uda sana ren anterin aja!" Windy memegang kedua tangan Angela untuk menenangkan temannya itu, agar lebih tenang.


Rendy mengangguk lalu berdiri. "Ayo Ngel!"


"Maaf ya Win, aku harus pergi duluan. kamu ada goocar gak?" Angela kini berdiri, menatap Windy.


" Iya gpp Ngel. Aku gak ada goocar, nanti aku naik taksi aja sama Lita ... gampang kok," tutur Windy senyum.


"Rez! lu kan ada Goocar, trus rumah lu sama Windy juga sebelahan. Pesenin lah sekalian anterin Windy dan Adiknya pulang!" celetuk Rendy.


Reza berpikir sejenak dan menjawab, "Iya"


"Nah, mana kunci motor lu Rez? pinjem dulu, ntar gw abis dari rumah sakit langsung ke rumah lu buat jemput. Lu jadi nginep kan?" Rendy menjulurkan tangan tangan ke arah Reza.


"Jadi." Reza menyerahkan kunci motornha kepada Rendy.


"Ayo Angela! Duluan Win, Rez!" pamit Rendy.


"Kakak duluan ya Lita, bye Windy, reza. Sekali lagi maaf yaa." Angela dan Rendy pun berjalan keluar dari restorant.


Sesaat setelah Angela dan Rendy sudah tidak terlihat, Windy kembali menyatap ramennya, sedangan Reza yang sudah selesai, hanya bisa memainkan ponsel sembari menunggu Windy dan Lita selesai.

__ADS_1


✺ ✺ ✺ ✺


Sudah sepuluh menit, sejak Angela dan Rendy meninggalkan restoran. Windy yang sejak tadi menatap Lita menyatap makanan, kini langsung bangkit dari duduknya. Saat melihat Lita memasukan suapan mie terakhirke dalam mulut mungilnya.


"Dek, uda kan makanya?" Windy bangkit dari duduknya.


"Uda Kak," Lita ikut berdiri di samping Windy.


"Yauda yuk pulang! Eh Reza, kamu beneran mau pesenin aku goocar kan? Terus kamu juga ikut pulang?" cerocos Windy.


"Kalau ngak, ngapain gw nunggu lu dari tadi." Reza berdiri dari kursinya dan tangannya bergerak memesan goocar.


"Kak, kok kak Reza judes amat ya?" bisik Lita kepada Windy.


"Lagi PMS dia," ujar Windy pelan.


Reza yang mendengan, kemudian berkata, "Bilang apa lu? Gak jadi gw pesenin nih."


"Maaf ... becanda," Windy tersenyum kikuk.


"Uda sampai nih goocarnya." Reza berjalan ke arah lobby diikuti Lita dan Windy.


✺ ✺ ✺ ✺


Terdapat tiga buah mobil di lobby mall, mata Reza mencari mobil yang Ia pesan. Saat sudah berhasil menemukan mobil yang Ia cari, Reza pun segera berjalan menghapiri mobil tersebut, tidak lupa Windy dan Lita mengekori Reza.


"Pak atas nama Knekoinn ya?" Reza sudah duduk di samping sang pengemudi. Begitu juga Windy dan Lita yang sudah duduk, tepat di belakang Reza.


"Iya, betul Mas." sang pengemudi menjalankan mobilnya.


"Kok Knekoinn Kak, bukannya nama kakak Reza ya?" tanya Lita heran.


"Nama samaran," balas Reza datar.


"Kakak Reza uda punya pacar? " Lita melirik ke arah Windy.

__ADS_1


"Belum," tutur Reza.


"Kok belum sih Kak? padahal kan Kakak ganteng," tungkas Lita terkekeh.


"Soalnya punya pacar nyusahin," ketus Reza.


"Uda Lita jangan ganggu orang mulu, Reza nih Uangnya buat bayar goocar." Windy menyerahkan selembae uang kepada Reza.


"Gausah! Pakai uang Rendy bayarnya," bohong Reza.


"Yauda kalau gamau." Windy menyimpan kembali uangnya ke dalam tas.


Di dalam mobil, Reza selalu melirik Windy melalui kaca yang berada di depannya. Reza baru menyadari bahwa berpenampilan Windy berbeda hari ini, Ia terlihat lebih cantik dari biasanya.


✺ ✺ ✺ ✺


Mobil pun berhenti di depan rumah berpagar coklat. Reza, Windy dan Lita sudah bersiap-siap untuk turun dari mobil.


"Nih Pak, uangnya. Makasih Pak." Reza memberikan bayaran kepada sang pengemudi.


"Makasih ya Pak," ucap Windy, kemudian Ia turun dari mobil.


"Iya dek," Jawab sang pengemudi senyum.


Mobil sudah pergi, dan Lita sudah masuk ke dalam rumah. Kini tinggal Windy dan Reza yang berada di depan rumah.


"Rez, makasih," ucap Windy lirih.


"Apa gw ga denger?" Reza menatap datar Windy.


"MAKASIH!" seru Windy. karena malu, Windy langsung berlari masuk ke dalam rumahnya.


Sesaat Windy pergi. Reza yang tadinya masih berdiri di depan rumah pun melangkah masuk dalam rumahnya, sembari terrsenyum.


Bersambung ➳➳➳➳

__ADS_1


__ADS_2