ADA CINTA.

ADA CINTA.
Camela


__ADS_3

----------------HAPPY READING----------------


Camela adalah adik kelas Rendy, sewaktu SMP. Camela merupakan cewe pertama yang disukai Rendy. Sifat Camela yang ceria membuat Ia mudah dekat dengan orang lain. Sifat itu juga, yang membuat Rendy jatuh cinta kepada Camela.


Dulu Rendy pernah berencana, untuk mengungkapkan perasaannya Camela. Namun rencana tersebut tidak jadi di lakukan, karena Rendy mendengar kabar. Bahwa Camela sudah beroacaran dengan Glenn,teman sekelas Camela.


Rendy yang mendengar kabar tersebut, kemudian mulai menghindari camela. Sampai akhirnya Rendy lulus dan pindah sekolah.


" Kak Rendy sendiri kesini nya ? " Tanya Camela. Ia sudah duduk di kursi, yang sebelumnya di duduki oleh Windy.


" Iya. Kamu juga sendiri ? "


" Iya, aku emang sering kesini buat beli kue "


Windy berjalan ke arah Rendy dan Camela. " Nih kue sama minuman nya Ren " Windy meletakkan kue dan segelas minuman ke atas meja. Yang terletak di dela Rendy.


Camela menatap Windy senyum. Sedangkan Windy juga menatal Camela demgan raut wajah datar.


"Ah, Windy kenalin ini Camela adik kelas gw waktu SMP. Cemala kenalin ini Windy teman sekelas kakak "


Camela menjulurkan tangan ke arah Windy yang beridri di hadapan mereka berdua. Windy menyambut tangan tersebut, sambil tersenyum paksah.


" Camela Valevya "


" Windy Anastasya "


Windy segera melepaskan tangan nya, Seusia Ia menyebutkan nama.


" Ren,ku balik ke kasir ya "


" Eh, iya win "


Mendengar jawaban Rendy, Windy langsung berjalan ke tempat kasir. Meninggalkan Rendy dan Camela yang sekarang sedang asik mengobrol.


Kesal? Entalah memgapa Windy harus kesal saat melihat Rendy dekat dengan cewe lain.


" Kak Redny masih jomblo ? " Tanya Camela semyum


" Iya. Kamu sendiri, masih pacaran sama glenn ? "


" Glenn? Sejak kapan aku jadian sama dia " Camela mengerutkan pelipis, bingung.


" Lah bukaannya kamu jadian sama dia, waktu kamu kelas dua SMP " Rendy menatap Camela. Ia menunggu jawaban dari gadis yang duduk di sampingnya


" Kak Rendy dengar gosip darj mana? Waktu itu Glenn emang nembak aku, tapi aku tolak "


Rendy terkejut dengan jawaban Camela. Jadi berita yang gw dengar itu, ga benar dong Batin Rndy


" maaf, kirain aku berita itu beneran " Rendy tersenyum canggung


" Aku ga marah , kalau kak ren percaya sama gosip itu. Tapi aku marah, waktu kakak tiba -tiba menghindar dari aku. Bahkan Chat aku ga pernah di bales sama sekali " Camela memasang raut wajah kesal


" Maaf "


" Aku ga tau kenapa kak ren,waktu itu tiba -tiba menghindar. Maaf kak, kalau aku ada salah. Padahal dulu kita dekat. Dan karena kedekatan itu buat aku terus berpikir, salah aku apa sama kak ren, sampau kak ren menjauh dari aku " Camela meneteskan air mata, karena mengingat kejadian waktu Ia, dengan susah payah mencari Rendy


Kayaknya dia dekat banget sama Rendy, sampai Rendy ngomong pakai aku kamu Batin Windy. Windy sejak tadi duduk di sebelah Lesti. Terus menatap ke arah Rendy dan camela. Dirinya juga berusaha mendengar percakapan mereka yang kurang jelas.


Mata Windy membulat, saat Ia melihat Rendy mengelus–elus puncuk kepala Camela. Windy berdecak kesal.


Lesti yang mendengar decakan windy, langsung melirik ke arah Windy " Kenapa dek "


" gapapa kak " ucap Windy senyum


Ternyata emang ga ada sedikipun, tempat bagiku untuk masuk ke hatimu ya ren Pikir Windy.


Windy memalingkan pandangan nya ke tempat lain. Windy tiba– tiba merasa lelah. Bukan lelah fisik melain hatinya yang lelah. Hatinya lelah menahan sakit sejak tadi.


****


Rendy dan Camela bangkit dari tempat duduk. Rendy berjalan ke arah kasir, sedangkan Camela tetap berdiri pada tempatnya.


" Berapa punya ku win ? " Tanya Rendy. Ia sudah berdiri di depan kasir


" Kak tolong cetak struk buat rendy "


Lesti mengangguk, lalu Ia menyerahkan struk kelada Rendy. Rendy membayar makanan dan minuman nya.


" Win, aku sama Camela pamit dulu ya " Ucap Rendy senyum.


Windy menoleh ke arah Camela yang melontarkan senyum, lalu kembali menatap Rendy. " Kalian bareng ?"


" iya "


" Yauda hati – hati "

__ADS_1


" pamit ya win " Rendy berjalan ke arah Camela. Lalu mereka berdua keluar dari toko kue Bunda.


Windy menatap kepergian Rendy. Windy merasa kasihan dengan diri sendiri. Lesti mengerti apa yang sedang dirasakan Windy, Lesti hanya memilih diam . Karena Ia takut salah bicara, dan malah akan memperburuk suasana hati Windy.


****


Windy yang sejak tadi duduk melamun, melirik ke arah jam yang menunjukkan pukul empat sore.


" Kak Lesti " Windy berdiri lalu meraih tasny di atas meja


" Ya, kenapa win? " Lesti menoleh ke arah Windy


" Aku pulang duluan yaa. Nanti kunci toko,kakak yang pegang aja " Wajah lesuh Windy, terlihat jelas


Lesti mengangguk paham " iya win. Kamu pulang pakai apa? "


" pakai ojek online kak "


" uda pesan ? "


" Belum "


" Yauda pesan dulu sana " pinta Lesti.


" yaa kak les " Windy meraih ponsel nya di atas meja. Lalu membuka aplikasi hijau,untuk memesan ojek online.


Dua menit kemudian, abang gojek pun tiba. " Windy duluan ya kak"


Windy berjalan cepat menghampiri abang ojek yang sudah menunggu di depan toko.


Windy sekarang berada di atas motor abang ojek yang akan mengantar sampai ke rumah. Jarak rumah Windy dengan toko, tidaj terlalu jauh. Sekitar lima belas menit, windy pun tjba di rumah dengan selamat.


Windy langsung memasuki rumah, lalu berjalan menuju ke kamar. Windy merebahkan diri ke atas kasur, lelah.


Windy memenjamkan mata, hingga Ia pun masuk ke dalam mimpi.


****


Windy terbangun dari tidur, Ia melirik ke arah jam dingding yang berada di kamarnya. Jam menunjukkan pukul tujuh malam.


" Laper, malas masak. Beli nasi goreng aja deh " gumam Windy.


Windy bangkit dari kasur, lalu merapikan rambutnya yang berantakan. Windy mengambil dompet di dalam tas, lalu melangkah keluar kamar. Windy membuka pintu pagar, lalu keluar.


" Lu ngapain malam -malam "


" Ngapain ? " Reza menghampiri Windy


Windy selesai mengunci pintu pagar " mau ke depan, beli nasi goreng " Ujar Windy senyum


" Yuk "


" yuk apa? " Windy mengerutkan pelipis bingung


" Bareng, gw juga mau ke minimarket. Gabagus anak cewe, pergi sendirian malam – malam " Pekik Reza, dengan raut wajah datar


" Hmm, yauda ayo jalan "Balas Windy. Reza tersenyum tipis


Windy dan Reza berjalan beriringan, suasana malam terasa dingin. Tubuh Windy mulai menggigil.


" Lu ga bawa jaket? "


Windy menggeleng pelan " Lupa "


Reza melepaskan sweater berwarna hitam miliknya, lalu di berikan kepada Windy " Nih pakai "


" Eth gausah reza, ku ga dingin kok " Windy menolak halus


" Ga dingin dari mana? Pakai aja apa susah nya sih " Reza membuang nafas berat


" Trus kau gimana? " Tangan Windy meraih sweater milik Reza


" Gw kan cowo, ga usah lebay deh " Reza tersenyum tipis


" Makasih " Windy melontarkan senyum. Lalu memakai sweater tersebut.


Reza tidak bisa menahan tawa, saat melihat sweater nya yang besar, melekat di tubuh kecil Windy


" kok ketawa sih " Dumel Windy, Ia memukul pelan bahu Reza


" gw ga ketawain lu" Reza berusaha berhenti tertawa


" Bohong " Tuduh Windy, sambil menunjuk Reza


" Terserah " Reza mengangkat bahu acuh

__ADS_1


Lu cantik pas pakai tuh sweater win Batin Reza


Setelah berjalan sekitar sepuluh menit, Windy dan Rezapun tiba di depan gerobak yang menjual nasi goreng. Disana terlihat cukup ramai pembeli.


" Kamu mau nasi goreng juga ren? "


" Ga "


" yauda kalau ga mau " Windy berjalan mendekat ke arah abang nasi goreng.


" Bang nasi goreng nya satu ya, jangan pedas"


Abang nasi goreng yang tengah sibuk memasak nasi goreng, menoleh sebentar ke arah Windy " Siap neng "


" tinggal dulu ya bang, nanti saya bali lagi "


"Ah iya neng"


Setelah mendengar jawaban dari si abang, Windy kembali menemui Reza.


" Ayo ke minimarket " Windy menunjuk ke arah depan, dimana Minimarket berada


Reza menatap bingung Windy " nasi goreng lu " Reza menunjuk ke arah gerobak nasi goreng


" Ntar balik lagi ke sini " Windy tersenyum


" Hmm "


Windy dan Reza berada di depan jalan, mereka hanya perlu menyebrang jalan untuk sampai ke minimarket. karena malam hari, banyak kendaraan yang berlalu lalang.


Reza menarik tangan Windy, lalu berjalan menyebrang jalan agar bisa sampai ke minimarket. Windy berjalan mengikuti Reza dibelakang.


Mereka lu berhasil menyebrang jalan. Reza melepaskan tangan Windy. Reza dan Windy berjalan bersama memasuki minimarket.


Reza berjalan mencari barang yang ingin Ia beli. Dan windy terus mengikuti Reza. Tiba - tiba Reza berhenti, hidung Windy menabrak punggung Reza yang keras.


" Aww "


Reza memutar badanya 180° menghadap Windy " Lu ngapain ngikutin gw ?ga mau beli apa gitu lu? "


Windy segera menggeleng. Wajah Reza semakin memdekat ke arah wajah Windy


" Buat adik lu gitu ? "


Windy menelan salivanya berat " Li Lita lagi sama Bunda "


Wajah Reza bukan menjauh, malah semakin mendekat " Ke mana ?


" Nginep ke rumah keluarga ayah " Windy mendorong pundak Reza, agar segera menjauh dari nya.


" Lu kenapa ga ikut ? "


" mau bantu jaga toko kue bunda "


" Ohh " Reza memutar badanya kembali, membelakangi Windy lalu berjalan ke sebelah kanan. Windy yang melihat Reza berjalan pergi, segera mengikutinya.


****


Windy dan Reza sudah sampai di depan rumah mereka. Windy yang sejak tadi menahan lapar, langsung segera pamit masuk duluan ke dalam rumah.


" Reza makasih uda mau nemenin, ku masuk duluan ya. bye " Windy langsung memasuki pintu pagar, yang sudah Ia buka.


Reza mengangguk. Ia terus menatapa Windy, hinggi Windy pun menghilang dari pandangan nya. Setelah memastikan Windy sudah memasuku rumah, Reza pun ikut masuk ke dalam rumah, dengan suasana hati yang legah.


Windy langsung berjalan cepat menuju dapur, untuk mengambil sendok. Windy meletakkan sebungkus nasi goreng ke atas meja makan. Tampa banyak komentar, Windy langsung duduk dan menyatap nasi goreng itu, hingga habis tak tersisa.


" Duhh kenyang " Windy mengelus perutnya.


Windy tersadar, bahwa ada sesuatu yang salah. Windy lupa mengembalikan sweater milik Reza.


" Besok aja deh balikin nya. Untung rumah sebelahan " gumam Windy.


Windy membuang bungkus nasi goreng ke dalam tong sampah, lalu Ia berjalan mengambil handuk untuk mandi.


Windy sudah selesai mandi dan memakai baju tidur. Windy melompak ke atas kasur, lalu tangannya meraih ponsel di atas nakas. Windy membuka aplikasi chat, untuk mengecek apakah ada oesan yang masuk.


" Aduh Windy, jangan terlalu berharap " Windy memukul pelan kedua pipinya, untuk menyadarkan diri sendiri.


Windy meletakkan kembali ponselnya di nakas, lalu Ia meraih selimut untuk menutupi diri. Windy mulai memejamkan matanya, dan Windy pun tertidur.



INI CAST CAMELA


BERSAMBUNG

__ADS_1


ps : Baca nya sambil dengerin lagu Pasto - Tanya Hati coba ^^


__ADS_2