
---------------HAPPY READING-----------------
Windy baru saja selesai memasak. Windy memasak Capcai dan ayam goreng madu. Sebelum Windy mengantar makanan ke rumah Reza, Ia mengisi dahulu perutnya yang sudah kelaparan.
Tangan windy menarik kursi, lalu menduduki diri di atas kursi tersebut. Windy mulai menyatap makanan nya secara perlahan, hingga makanan di atas piring pun habis, di makan Windy.
Windy meraih tissue yang terletak di atas meja, lalu Ia mengelap mulutnya dengan tissue tersebut " kenyang juga "
Windy bengkit berdiri dari, lalu berjalan ke lemari yang terletak di atas kompor. Tangan Windy mengambil rantang berwarna putih. Windy membawa rantang teersebut, lalu meletakkannya di atas meja. Ia mulai mengisi rantang tersebut, dengan ayam goreng madu dan capcai.
Setelah selesai mengisi rantang tersebut, windy menuntup rantang itu rapat -rapat. " Selesai deh " terlihat senyuman di wajah Windy.
Windy berjalan keluar rumah sambil membawa rantang berisi makanan. Kaki windy berhenti di depan rumah Reza, lalu tangan Windy mulai memencet bel yang terletak di sebelah kanan pagar rumah Reza.
Reza yang sejak tadi sudah menunggu kedatangan Windy di ruang tamu, lanngsung berlari kecil menghampiri Windy. Reza membukakan pintu pagar untuk Windy, lalu tersenyum tipis kepada gadis yang berdiri di hadapannya itu.
" Nih makanan nya " Windy memberikan rantang yang Ia pegang kepada Reza.
" masuk " Reza belum menerima rantang tersebut
" Ngapain? " Tanya Windy. Tetapi kaki Windy tetap berjalan masuk ke dalam teras rumah Reza
Reza menutup pintu pagar,lalu berjalan masuk kedalam rumah diikuti Windy di belakangnya. Rumah Reza terlihat luas dan sepi.
" Ku baru inget, tadi si Reza bilang ke toko karena mau beli kue buat mamanya. tapi pas di jalan dia bilang mama sama papanya pergi ke luar negeri " Batin Windy. Windy berjalan mengikuti reza ke dapur.
" Tarok rantang di situ " Reza menunjuk meja yang berada di dapur. Windy menoleh ke arah meja tersebut, lalu meletakkan rantang itu sesuai arahan Reza.
Reza berjalan mengambil piring dan sendok, kemudian kembali menghampiri Windy yang sudah duduk di atas kursi. Reza mengambil nasi yang terletas di samping meja makan, lalu Ia meletakkan piring berisi nasi ke atas meja.
Reza menduduki diri di atas kursi , yang terletak di samping Windy. " bukain rantangnya dong " Pinta Reza. Reza menatap Windy memohon
Windy menghelai nafas, tangan meraih rantang lalau membuka rantang tersebut.
__ADS_1
" Ambilin dong sayurnya " reza tersenyum ke arah Windy
Windy berdecak kesal " banyak maunya " Windy meraih sendok,lalu mengambilkan capcai dan ayam untuk Reza.
" Suapin dong " kali ini Reza terkekeh, melihat raut wajah Windy yang sudah menahan amarah.
Windy berdecak pinggang " Punya tangan kan Reza? " Tanya Windy. Reza mengangguk iya
" Yauda makan sendiri "
" Gamau. Maunya di suapin " Reza menatap Windy memohon
" Ck " Windy meraih sepiring makanan yang berada di depan reza. Windy mengaduk nasi tersebut, lalu mengambil sesuap nasi dengan sendok.
Gadis cantik itu menyodorkan sesendok nasi, ke arah mulut Reza yang sudah terbuka. Reza melahap habis nasi tersebut lalu mengunyak nya. " Enakk " Ucap Reza senyum. Windy menatap Reza heran.
" Uda ah, makan sendiri "Windy menyerahkan sepiring nasi itu, ke arah Reza.
" Kalau ga lu ga lanjut suapin, gw ga biarin lu pulang " Ancam Reza, Ia tersenyum licik
" Sering -sering ya masakin buat gw ya win "Celetuk Reza terkekeh
" Idih "
Tiba - tiba wajah Reza mendekat ke arah wajah Windy, hingga nafas Reza dapat terasa oleh Windy. Windy menelan salivanya berat. Reza mau ngapain lagi Pikir Windy. Windy reflek memejamkan matanya.
Reza mengambil nasi,yang menyangkut di rambut Windy. Reza melihat Windy masih memejamkan mata " Lu ngapain tutup mata win? " Reza menatap windy, bingung.
Windy membuka matanya. " Hah? "
Reza menaiki satu alisnya "Lu mikir aneh - aneh ya ? " Tuduh Reza terkekeh.
Windy segera menggeleng " ngak "
__ADS_1
" Yakin? trus ngapain lu nutup mata segala tadi ? " Reza tertawa kecil
" Ke kelilipan " Windy salah tingkah sendiri. Reza menatap Windy curiga
" Jangan - jangan lu kira gw mau ci_ " Ucapan Reza terpotong. Karena Windy bamgkit dari kursi,lalu segera menutup lantang.
" ku mau pulang rez, uda malam " Celetuk Windy
" Yauda, gw anter yuk" Reza merangkul Windy, keluar rumah. Windy berusaha melepaskan rangkulan Reza, tapi tidaj berhasil.
" Ga usah pakai rangkul kali " Tangan Windy masih berusaha melepaskan rangkulan Reza
" Bilang aja senagng, dirangkul sama orang ganteng " Reza terkekeh
Windy memutar bola matanya Jengah " narsis "
Reza melepaskan rangkulannya itu, karena mereka telah berada di depan pintu pagar. Reza membuka pintu pagar yang sudah di gembok, untuk Windy.
Windy segera berjalan keluar "Ku pulang Rez " Ucap Windy
" Iya, makasih yaa makanan nya " Balas Reza senyum
Windy berjalan ke arah rumah sebelah Reza,yang tidak lain adalah rumah Windy. Reza tetap memperhatikan Windy, hingga Windy masuk ke dalam rumahnya.
Bye calon Istri Batin Reza. Reza kemudian menutup kembali pintu pagar,lalu Reza berjalan masuk ke dalam Rumah.
Reza menaiki anak tangga, lalu memasuku kamarnya yang luas. Reza yang sudah berada di kamar, langsung melemparkan diri ke atas kasur. Reza menatap langit -langit kamarnya.
Semakin sering diriku bersamamu, semakin bertambah rasa cintaku kepadamu Batin Reza.
BERSAMBUNG
Ps : Yang uda baca , please comment dong :(
__ADS_1
Kadang yang bikin saya semangat tulis tuh, comment kalian. Kalau kalian cuma baca, trus ga ada suara, Kadang ku mikir. Ini novel masih ada peminatnya ga sih?