ADA CINTA.

ADA CINTA.
Bab 2


__ADS_3

Windy terbangun dari tidurnya tepat pada pukul enam pagi, ia melipat selimut kemudian berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Seusai mandi ia melangkah menuju ke kamar untuk memakai seragam barunya, dengan raut wajah gembira dan semangat yang membara.


Pikiran gadis itu, sudah di isi oleh berbagai hayalan. Bukan hayalan kotor, tetapi hayalan tentang sekolah baru. Windy tersenyum sendiri, membayangankan sekolah baru yang akan menjadi rumah keduanya itu. Dan orang-orang baru, yang akan menjadi temannya nanti.


"Windy ... kamu sarapan dulu sini," seru Bunda. Ana sedang berada di dapur, mempersiapkan sarapan untuk dirinya dan kedua putrinya.


"Iya bunda. Tunggu bentar." Windy berdiri di depan cermin kamar, tangannya sedang sibuk memakai dasi berwarna abu-abu. Kedua mata Windy tidak berpaling dari cermin, yang menampilakan pantulan dirinya.


"Nah uda rapi," ucap Windy bangga.


Windy berjalan sembari tersenyum menuju dapur. Tak sabar gadis itu untuj menyatap sarapan, lalu segera berangkat menuju sekolah baru.


Sesampai Windy di ruang makan, ia menarik kursi yang terletak di samping Lita. Windy menduduki diri di atas kursi bewarna hitam itu, lalu tangan nya meraih piring dan di berikan piring itu kepada Bunda. Ana yang mengerti maksud Windy, langsung meraih piring tersebut.


"Windy, nanti kamu ke sekolahnya bareng adik kamu ya." Kedua tangan Ana terlihat sibuk mengambil nasi.


Windy melirik ke sebelah kanan, tepat di mana Lita sedang duduk dan menyatap sarapan dengan lahap. "Aduh bunda, Lita itu kalau sarapan suka lama. Nanti aku malah telat, gara-gara nunggu dia" Windy menerima piring berisi nasi dari tangan Bunda.


Ana_Ibunda Windy tersenyum lembut. "Gak kok. Lita tadi bangunnya lebih pagi dari kamu, trus sarapannya uda mau selesai tuh"


"Biarin aja bunda aku berangkat sendiri, nanti kalau aku diculik biar kakak tau rasa," protes Lita.


Windy menatap Lita, lalu mengerutkan pelipis. "Dih ... dih ..., siapa juga yang mau culik kamu dek?"


"Lita cantik kak, pasti banyak yang mau nyulik Lita lahh." Lita mengipas rambut panjangnya, bagaikan model iklan shampo.


"Uda buruan habisin sarapannya, jangan debat lagi, nanti kalian malah telat beneran," sela Ana.


Windy dan Lita telah menyelesaikan sarapan mereka. Sekarang mereka berada di jalan, berangkat bersama menuju Sekolah. Tepat pada pukul enam lewat empat puluh menit, mereka tiba di sekolah lalu berpisah. Karena gedung anak SMA dan anak SMP berbeda.


✺ ✺ ✺ ✺


Kring... kring... ( Bel masuk berbunyi )


Saat bel masuk berbunyi semua murid yang tadinya berdiri, kini langsung duduk di tempat masing-masing. Mereka sangat yakin, sebentar lagi akan masuk ke kelas. Dan benar saja dugaan mereka, seorang guru bersama seorang gadis cantik memakai seragam yang sama dengan mereka masuk ke kelas.


Guru tersebut tersenyum menatap murid-muridnya yang sudah duduk rapi, kemudian melirik Windy sekilas. "Anak-anak kita punya teman baru, tolong perkenalkan namamu nak"


"Hai semua, nama saya Windy Anastasya. Kalian bisa panggil saya Windy atau Tasya. Saya pindahan dari sekolah Budi Daya, salam kenal semua semoga kita bisa menjadi teman kelas yang baik." Windy tersenyum semanis mungkin.


"Ada yang ingin bertanya, kepada windy?" Guru tersebut melirik ke segala arah.


"Bu saya mau tanya!" Seorang cowok bertubuh gemuk dan berkulit putih, mengngkat tangan antusias.


Bu Asti, guru tersebut tersenyun menatap Dino cowok yang sedang mengangkat tangan. "Silakan Dino"


"Windy, boleh minta ID linc nya ga?" seru Dino, percaya diri.

__ADS_1


"UHhh ... UHhh ... Dasar Dinosaurus ..."


"Modusnya bisaan"


"Jangan dikasi Win, ntar keenakan dianya!"


"Buset ... bisaan si Dino"


"Matanya jelalatan si Dinosaurus"


Sekitika suara ketawa dan sorokan terdengar jelas di dalam ruang kelas tersebut. Tidak lupa dari berbagai arah, ada gulungan kertas yang menghantam tubuh itu. Windy yang masih berdiri, hanya bisa tersenyum geli.


"Dinoo ... pusing ibu sama kamu,"-Bu Asti menggeleng heran-"Windy kamu bisa langsung duduk di tempat yang masih kosong"


"Baik bu, terima kasih." Windy tersenyum, lalu melangkah ke belakang kelas, dimana bangku kosong berada.


"Hai Windy, salam kenal. Aku Angela," sapa seorang gadis yang merupakan teman sebangku Windy.


Gadis itu bernama Angela Tiahudy. Ia memiliki kulit yang putih, memakai kaca mata, tubuh proposional, dan rambut terikat.


"Hai salam kenal juga Angela," tutur Windy, senyum.


"Yang tadi kelakuan dino maklumin aja ya, emang gitu orangnya, suka genit ke anak cewek apalagi anak cewek nya cantik kayak kamu," ujar Angela, terkekeh.


Windy mengangguk paham. "Iya"


"Oh itu tempat duduknya Reza, dia kalau jam pelajaran pertama emang suka bolos," terang Angela. Seakan sudah terbiasa dengan hal tersebut.


"Loh kenapa?" Windy mengerutkan pelipis, bingung.


Angela mengangkat bahu, tidak tahu. "Kurang tau deh, tapi dari pihak sekolah juga gak keberatan sama tingkahnya yang suka bolos di pelajaran pertama. Mungkin karena dia pinter dan suka ikut olimpiade mewakili sekolah"


"Waduh kok gitu." Windy memasang raut keheranan.


"Nanti juga biasa." Angela kembali terkekeh.


"Semoga aja," balas Windy, ikut terkekeh.


Hari pertama Windy bersekolah, ia duduk dengan Angela. Mendengar dan memperhatikan setiap materi yang di sampaikan oleh Guru. Walaupun ia masuk ke kelas XI IPS tapi semua murid di kelas ini terlihat ramah, santun, dan serius dalam mengikuti proses belajar mengajar.


Tak terasa waktu berjalan dengan cepat, tiga mata pelajaran telah berlalu. Sekarang jam menunjukkan pukul sembilan lewat empat puluh menit, menunjukkan waktu istirahat telah tiba.


"Baik anak-baik silakan kalian istirahat dulu, kita lanjut pelajarannya setelah istirahat," seru Bu Asti.


"Baik Bu ..." Serentak Murid-murid menjawab.


"Windy, kamu mau ikut ke kantin gak?" Angela masih duduk di atas kursi, menanti jawaban Windy.

__ADS_1


"Gak deh Angela, aku lagi males gerak jadi mau di kelas aja." Windy tersenyum lebar sembari menatap Angela.


"Yaudah, aku duluan ya Win." Angela berdiri dari bangku, lalu ia berjalan keluar kelas menuju kantin.


Windy melambaikan tanga, dan menatap tubuh Angela yang mulai menghilang dari pandangannya.


✺ ✺ ✺ ✺


Sudah tujuh menit Windy berdiam di dalam kelas, tiba-tiba perutnya sakit yang membuat dirinya ingin membuang urine. tak tahan dirinya menahan, segera ia berjalan cepat keluar kelas mencari letak keberadaan Toilet.


"Duh mana sih toiletnya, perasaan dari tadi salah mulu. Malah sekarang nyasar ke belakang sekolah." Windy terhenti dan berdiri di belakang sekolah, dirinya masih menahan sakit.


"Bisa Diam Gam?! Berisi Banget Lu!" Itu suara seorang cowok, yang terlihat menyender ke tempok dengan tatapan kosong.


"K_ kok ada orang? M_ maaf deh ganggu. Ini aku nyasal, mau cari toilet," ujar Windy, gugup.


"Alasan aja!" pekik cowo tersebut, tajam.


"Beneran, aku anak baru di sekolah ini." perut Windy terasa semakin sakit, sekarang ia tak bisa berdiri dengan tenang.


"Boda amat, gw gak nanya!" Cowok tersebut Melirik sinis ke arah Windy.


"Kamu tau ga toilet dimana?" Windy berharap Cowok tersebut dapat membantunya.


Cowok itu hanya terdiam dan tidak mengeluarkan suara lagi, dengan posisi badan membelakangi Windy dan mata yang terpejam.


"Susah ngomong sama orang yang gak berperasaan, mending aku pergi" Raut wajah Windy terlihat kesal, ia berjalan cepat meninggalkan cowok tersebut di belakang.


"Pergi sana jauh-jauh" Cowok itu masih dalam posisi duduk, menyender pada tembok


Setelah meninggilakn cowo tersebut. Di tengah jalan Windy bertanya pada seorang murid lain, dimana letak Toilet. Beruntung Murid tersebut bukan hanya memberi tahu tetapi juga mengantar Windy sampai di toilet.


Seusai Windy membuat Urine, Ia kembali berjalan ke kelas. Murid-murid yang barusan ke kantin, kini sudah kembali ke kelas termasuk Angela. Windy berjalan masuk ke kelas dan menuju ke tempat duduknya. Saat ia ingin duduk, dirinya terkejut karena melihat bangku kosong tadi pagin sudah di duduki oleh Cowok yang ia temua barusan.


"Kamu!" pekik Windy, terkejut.


"Apa?" Cowok tersebut menatap malas Windy.


Ia adalah Reza Wagner. Cowok yang memiliki rambut kuning kecoklatan, kulit putih, mata yang tajam, tubuh proposional, serta tinggi 180cm. Sekali lihat, orang-orang sudah tahu, bahwa Reza adalah cowo keturunan bule.


Bersambung → → → →



( REZA WAGNER )


__ADS_1


( ANGELA TIAHUDY )


__ADS_2