
Windy berjalan dengan santai keluar dari kamar mandi. Dengan tubuh di baluti handuk putih dan rambut yang basah, ia melangkah menuju kamar untuk memakai pakaian yang sudah ia siapakan sejak semalam. Sekarang ia duduk tepat di depan cermin untuk mengeringkan rambutnya.
"Baju uda oke ... rambut uda kering ... tinggal pakai sepatu putuh deh." Windy beranjak keluar dari kamarnya.
"Tumben anak bunda, hari libur gini uda cantik aja," tutur Ana, saat melihat putrinya keluar dari kamar dengan penampilan rapi.
"Bunda lupa ya? Kemarin kan aku uda bilang, kalau hari ini aku mau pergi ke mall bareng Angela," ucap Windy, sembari bergerak mengambil sepatu putihnya.
"Ohh iya, maaf bunda lupa," balas Ana.
"Kak mau ikut!" celetuk Lita, yang baru keluar dari kamar.
"Gak, ngerepotin ntar." Windy terduduk di sofa seraya memakai sepatu.
"Bunda ... Lita pengen ikut, bosen di rumah terus," Lita memasang raut memelas saat menatap Ana.
"Windy ... biarin Lita ikut ke mall bareng kamu dan Angela, kasian dia di rumah mulu," pinta Ana.
"Inget jangan nyusahin! Sana mandi!" celetuk Windy.
"Oke." Lita bergegas mengambil handuk untuk mandi.
Ana berjalan masuk ke kamarnya lalu keluar lagi. "Ini bunda tambahin uang buat kamu, jangan lupa beli makan ya!"
"Iya Bun, makasih." Windy menerima Uang tersebut sambil tersenyum.
Ting ... tong ... suara bell rumah berbunyi.
"Windy ... sepertinya itu Angela," ujar Ana.
"Iya Bun ... Windy pamit dulu ya." Windy menyalami tangan Ana.
"Iya, Bunda mau lanjut bikin kue dulu." Ana melangkah ke dapur, meninggalkan Windy di ruang depan.
Windy berjalan mendekat ke kamar dan berseru, "Lita kalau uda langsung kedepan ya!"
"Iya Kak," balas Lita.
✺ ✺ ✺ ✺
__ADS_1
Setelag berpamitan dengan Ana, Lita segera melangkah ke depan rumah. Untuk menghampiri Windy yang sudah menunggu.
"Hai Kak, ketemu lagi," ucap Lita, sembari melaimbaikan tangan.
"Hai dedek cans!" balas Angela senyum.
"Adik kamu ikut kita, Wiin?" tanya Angela
Windy mengangguk. "Iya ngel, gapapa kan?"
"Gapapa. Makin ramai, makin seru," celetuk Angela.
"Pasar kali ramai," balas Windy terkekeh.
"Ayoo berangkat, ini goocarnya uda sampai." Angela berjalan pelan menghampiri mobil hitam yang berjarak dua Meter, begitu juga Windy daln Lita yang ikut berjalan di belakang Angela.
Ketiga gadis itu, sudah berada di dalam mobil. Mereka duduk dengan posisi senyaman mungkin, agal tulang-tulang mereka tidak kaku.
"Atas nama Angela ya, pak ?" Angela duduk di samping sang pengumudi.
"Iya betul, kita jalan sekarang ya dek?" tanya sang pengemudi.
"Ngel, nanti kita makan dulu atau cari baju dulu?" Windy duduk di belakang Angela, sedangkan Lita duduk di sebelah kanan Windy.
"Hmm ... kita makan dulu aja, kamu sama adik kamu belum makan kan?" Angela menoleh ke belakang menatap Windy dan Lita secara bergantian.
"Iya belum," ucap Windy senyum.
"Win, mau coba maka ramen gak?" tanya Angela.
"Boleh," balas Windy.
"Wihh makan ramen," cerocos Lita, heboh.
"Dih bocah, ikut-ikut aja." Windy menyubit pipi Lita pelan.
"Oh ya Win, kok tadi rumah Reza sepi banget ya? Padahal kan hari libur." Angela memandang lurus ke jalanan.
"Pada pergi kali," ujar Windy acuh.
__ADS_1
✺ ✺ ✺ ✺
Sudah Tiga puluh menit mobil yang di tumpangin Windy, melaju melewati setiap bangunan yang berdiri dengan kokoh. Dan kini mobil tersebut pum berhenti, tepat di depan lobby Mall.
"Uda sampai Win, bangunin Adik kamu tuh." Telunjuk Angela menunjuk ke arah Lita, yang tertidur pulas.
"Lita ... Lita bangun." Windy menepok-nepok pelan pipi Lita.
"Uda sampai ya Kak?" Lita mengucek matanya.
"Iya, uda sampai. Ayo turun!" Windy meraih tasnya kemudian bergegas untuk turun dari mobil.
"Bayarnya pakai Gopay kan pak?" tanya Angela, memastikan.
"Iya, dek" jawab Sang Pengemudi senyum.
"Makasih Pak." Setelah mendapat anggukan, Angela segera membuka pintu mobil lalu turun.
✺ ✺ ✺ ✺
"Ayo kita makan dulu!" Angela berjalan di depan Windy dan Lita.
"Iya, Ngel." Windy menggandeng tangan Lita sembari berjalan di belakang Angela.
Setelah berjalan beberap menit, Langkah mereka pun terhenti tepat di depan salah satu restoran ramen yang cukup ramai akan pengunjung.
"Ngel kamu cari tempat duduk aja sama Lita, biar aku yang antri," ucap Windy.
" Oke, yuk Lita!" Setelah Angela dan Lita pergi, Windy pun melangkah menuju ke tempat atrian.
Di saat Windy tengah mengantri, dari depan barisan ada seseorang yang tampa seangaja menyenggol dirinya, sehingga membuat ponsel yang di pegang Windy jatuh kebawa.
"Aduh," pekik Windy, kaget.
"Maaf," ucap seseorang yang menyenggol Windy dan ia membantu mengambil ponsel Windy yang terjatu.
Orang itu meraih ponsel Windy di lantai, kemudian di berikanlah ponsel itu kepada sang pemilik. "Nih pon_ Windy?"
Kedua mata Windy membulat. "Reza?"
__ADS_1
Bersambung → → →→ →