ADA CINTA.

ADA CINTA.
Jadi Tamu


__ADS_3

----------------HAPPY READING----------------


Windy baru saja menyelesaikan tugasnya, sebagai sekretaris Osis. Yaitu mencatat semua hasil rapat hari ini. Windy menutup buku Osis, tidak lupa Windy meletakkan pulpen yang Ia pakai, ke dalam buku tersebut.


Windy bangkit dari duduknya, lalu Ia meraih tas selempang miliknya. Di pakailah tas selempang tersebut. Windy berjalan ke arah lemari yang terletak di ujung ruang osis. Di simpanlah buku Osis tersebut, ke dalam lemari besar berwarna coklat.


" Win, ayo pulang " Ajak Reza. Windy yang baru saja menutup pintu lemari, langsung menghadap belakang dan menoleh ke arah Reza.


" Pulang sama gw aja win " Celetek Rendy. Windy yang sebelumnya menatap Reza. Kini berpindah menoleh ke arah Rendy.


Reza melirik Rendy sebentar, lalu Ia berjalan mendekat ke arah Windy. Reza meraih tangan Windy, lalu menarik tangan tersebut. Sehingga si pemilik tangan, terpaksah mengikuti Rendy berjalan menuju pintu ruang Osis " Lu datang sama gw, jadi pulang nya sama gw " Pekik Reza, sembari berjalan.


Belum sempat Reza dan Windy sampai di pintu ruang Osis. Langkah mereka berdua harus terhenti. Karena Rendy, yang tiba -tiba saja menghalangi jalan Reza.


Rendy menepak tangan Reza. sehingga membuat Windy, terlepas dari genggaman tangan Reza. Reza berdecak kesal. Sedangkan Windy terkelu, Saat menyaksikan tindakan yang dilakukan Rendy.


" Apa sih Ren " Protes Reza, Ia menatap malas Rendy


" Biar Windy yang milih, dia mau pulang sama siapa. Gausah maksah " Balas Rendy senyum


" Ku pulang sama ___ "


tringg tringg Belum sempat Windy menyelesaikan kalimatnya. Tiba - tiba ponsel Rendy berdering. Rendy meraih ponsel miliknya di dalam saku celana, lalu melihat siapa yang menelepon dirinya.


CAMELA CALL


Rendy memencet tombol hijau, untuk mengangkat panggilan tersebut. Sebelum Rendy mengangkat panggilan itu. Tampa sengaja Windy melihat, nama orang yang menelepon Rendy.


Rendy menempelkan ponsel itu ke telinga " Hallo "


" ...... "


" Iyaa, nanti aku jemput "


" ....... "


" sama - sama mel "


Windy dan Reza hanya bisa berdiri diam, menunggu Rendy menyelesaikan panggilan.


" ....... "


" Bye "


Rendy menutup sambungan telepon itu, lalu menyimpan kembali ponsel miliknya ke dalam saku celana. " Jadi,lu mau pulang sama Gw atau Reza win ? " Tanya Rendy


" Sama Reza aja, rumah kita sebelahan. Yuk Rez " Jawab Windy senyum. Tampa menunggu jawaban dari Rendy atau Reza, Windy langsung berjalan keluar dari ruang Osis.


" Duluan " Reza menepon pundak Rendy pelan, kemuadiam berjalan menyusul Windy


" Sial " Rendy mengumpat dalam hati. Entalah, mendadak Rendy merasa kesal. Rendy menatap kepergian Windy dan Reza, dengan tatapan yang sulit di artikan.


*****


Reza yang baru keluar dari ruang osis. Langsung berlari kecil mengejar Windy, yang berada di depan nya. " Windy" Panggil Reza, Kakinya masih sibuk berlari kecil.


Gadis itu menghentikan langkahnya. Sehingga membuat Reza dan Windy berjalan di lorong sekolah, lalu menuruni anak tangga secara beriringan.


Mereka pun tiba di pakiran sekolah. Reza menyalakan dan mengeluarkan sepeda motor nya dari tempat pakiran. Tampa perlu di minta, Windy langsung menaiki motor Reza, hingga Ia terduduk di atas sepeda motor tersebut.


" Reza, antar aku ke toko kue Bunda aja ya " Pinta Windy


Reza melirik spion, Ia masih belum menlajukan motornya " Kenapa ? ga jadi pulang? "

__ADS_1


Windy menggeleng pelan " Ga. mau bantu bunda aja "


" Yauda kalau gitu" Reza melajukan motornya. Ia menggonceng Windy, agar gadis itu, dapat sampai di toko kue milik Ibunya. Dengan selamat.


Windy menutup mata, sambil memdengarkan suara angin yang menerpa tubuhnya. Ada perasaan tenang yang dirasakan, saat mendengar suara angin yang di tangkap oleh kedua telinganya. Reza yang sedang fokus menjalankan sepeda motornya, sesekali melirik spion untuk melihat apa sedang dilakukan gadis itu. Pantes diem dari tadi, tidur toh Pikir Reza


Sekitar tiga puluh menit. Sepeda motor yang di lajukan Reza pun berhenti, tepat di depan toko kue milik Ibu Windy. " Windy " Panggil Reza


Windy membuka matanya " Uda sampai ya? "


" hmm sana turun "


Windy beranjak turun, dari sepeda motor Reza. Setelah Windy sudah tidak lagi, berada di sepeda motornya. Reza langsung menyalakan kembalu mesin motornya "Gw cabut yaa " Reza memundurkan motornya sedikit


" Ga mau mampir? " Tanya Windy


Reza menggeleng tidak. kemudian Ia langsung melajukan motornya, Pergi meningglkan Windy yang masih berdiri di depan toko kue Bunda.


****


Windy sekarang berada di rumah Reza. sudah dua puluh menit, Ia duduk di samping Bundanya. Yang sedang asik mengobrol dengan Evi mama Reza. Windy sejak tadi hanya diam, mendengarkan obrolam yang dianggapnya membosankan.


Flashback on


Langit sudah gelap, karena jam sudah menunjukkan pukul tujuh. Saat pulang dari toko kue, Windy dan Bunda. Pergi ke tempat makan dahulu. Mereka makan disana, tidak lupa membungkus makanan tersebut. Untuk di berikan kepada Lita.


Saat Windy ingin membuka pintu pagar. Kebetulan Evi mama Reza, baru saja pulang dari kantor. Evi menyapa Bunda, lalu mengajak Bunda serta Windy untuk mampir berkunjung.


Bunda tidak menolak, Ia langsung menarik tangan Windy. Lalu ikut masuk ke dalam rumah Evi. Sedangakan Windy hanya bisa pasrah, dan ikut melangkah kan kakinya. Masuk ke dalam rumah bercat hitam itu.


Flashback off


Evi yang sebelumnya asik mengobrol, tiba - tiba menoleh ke arah Windy " Windy, kamu bosen ya ? "


Evi terkekeh. " Bibi.. " Seru Evi halus


Bibi yang berada di dapur, langsung menghampiri Evi. Yang berada di ruang Tamu. " Iya kenapa bu? " Tanya bibi, yang berdiri di samping sofa, dimana Evi terduduk.


" Bibi, tolong panggilin Reza turun yaa " Ucap Evi senyum.


Windy melirik bingung evi. Kenapa malah suruh Reza turun Pikir Windy


" Iya " Bibi mengangguk


" Makasih bi " Ujar Evi.


Bibi pun pergi menaiki anak tangga menuju kamar Reza. Evi kembali lanjut mengobrol dengan Ana. Baru beberapa menit mereka kembali mengobrol, dan lagi obrolan tersebut harus terputus. Terputus, karena sosok Reza sudah berada di ruang tamu.


Evi memandang ke arah Reza, yang berdiri diam. Di samping sofa " Reza " Panggil Ebi


"Iya ma? " Jawab Reza, dengan raut wajah datarnya


" Kamu aja Windy ke balkon lantai dua sana "


" Iya " Reza mengangguk pelan


" Uda sana sayang, ikut Reza ke atas " Pinta Ana? Bunda Windy.


" Yaa bun " Windy bangkit dari duduknya, lalu berjalan mengikuti Reza menaiki anak tangga.


Evi dan Ana memandangi anak mereka, sambil melontarkan semyum. Setelah Reza dan Windy hilang dari andangan mereka. Evi dan Ana pun kembali melanjutkan obrolan, yang sempat terputus.


****

__ADS_1


Reza membuka pintu balkon. Setelah pintu terbuka, Ia dan windy berjalan dan menduduki diri di atas kursi panjang, Yang berada di balkon.


Pemandangan langit malam, terlihat indah. karena di langit yang gelap terdapat bulan yang bercahaya terang, serta bintang - bintang yang menemani sang bulan.


Udara malam yang dingin, dapat dirasakan oleh Windy dan Reza. Mereka hanya terduduk diam di atas kursi, menatap lurus kedepan.


Canggung Batin Windy


" Ga dingin " Reza memulai membuka pembicaraan


" Gak kok " Windy menoleh ke kanan. Sehingga manik mata Windy bertemu dengan manik mata Reza


" Yakin? kalau dingin, gw ambilin selimut " Reza berbicara dengan raut wajah datarnya


" Gaa dingin kok rez. Makasih " Balas Windy senyum


" Lu kenapa win? "


" Hah? kenapa gimana? " Windy mengerutkan pelipis bingung


Reza mengubah posisi tubuhnya, menghadap Windy " Dari pas pulang rapat, lu jadi pendiam gini "


" Apaan sih rez. Setelah rapat osis, Kita aja baru ketemu lagi. Sekarang "


" Tadi, pas di motor. lu juga diam ya " Nada biacara Reza meninggi


" Yaa, kan kamu sendiri aja ga ngajak aku ngobrol. pas di motor " Nada bicara Windy, ikut meninggi


iya sih, mungkin emang gw aja yang terlalu curiga Batin Reza


Reza mencubit hidung Windy pelan " Kalau misalnya,lu ada masalah. cerita ya win "


Windy terkekeh " Sejak kapan seorang Reza, jadi perhatian gini? "


" Sejak dulu " Reza menaik turunkan alis, sambil tersenyum


" Idihh " Windy tertawa kecil, melihat tingkah Reza


" Idihh.. idihh juga naksir lu "


" Mana ada "


" Ntar juga ada " Reza terkekeh


" Ga nyambung " Windy menekan setiap kata


" Makanya di sambungin " Reza tersenyum tipis


" Hah ? " Windy menatap Reza bingung


" Pakai hati "


Windy berdecak kesal " Ga jelas sumpah "


" Mau di perjelas ? "


" Apaanya? " Lagi -lagi Windy di buat bingung,oleh Reza


" Hubungan kita "


" Gila "


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2