ADA CINTA.

ADA CINTA.
Bohong


__ADS_3

-----------------HAPPY READING---------------


Seperti kemarin, hari ini Windy sudah berada di toko kue Bunda. Membantu Lesti disana. Hari ini pengunjung lebih ramai dari hari sebelumnya, sampai - sampai Lesti dan Windy kewalahan.


Semua pesanan pelanggan sudah selesai di antar Windy. Windy yang dari tadi sibuk bolak balik mengantar kue dan minuman, kini bisa bernapas legah. Windy menduduki diri di atas kursi, yang terletak di samping Lesti.


" Kak Lesti "


Lesti menoleh ke arah Windy " Hmm "


" Setiap hari kakak sama Bunda begini ya? "


" Maksudnya " Lesti kurang mengerti, maksud dari pertanyaan Windy.


Windy menatap sekeliling ruangan" Maksud windy. setiap hari, Kak Lesti sama Bunda, cuma berdua yaa. Pas lagi ramai ? "


Lesti tertawa kecil " yaa berdualah Win, emang ada siapa lagi? Kamu? Kamu kan sekolah "


Windy mengaruk kepalanya dengan telujuk, lalu tersenyum kaku "Emang kakak sama Bunda ga cepe ? "


" jujur ya win, kalau aku sih cape kadang. Tapi Bunda kamu itu, dia ga pernah mengeluh cape sih, kadang kakak aja ngerasa malu sama Bunda kamu, yang lebih tua dari kakak, tapi lebih semangat " Lesti terkekeh


" Bunda ga pernah bilang ke kakak, buat nambah pegawai? "


" pegawai ? Dulu sebenarnya, awal pas toko ini buka. Pegawai Bunda ada dua "


Windy mengerutkan pelipis bingung " kok Windy gatau ya kak ? "


Lesti menghelai nafas pelan " mau kakak ceritain ? "


" ceritain apa ? "


" kenapa pegawai bunda bisa cuma satu "


Windy mengangguk penasaran. Lesti menoleh ke arah pintu sebentar, memastikan tidak akan ada pengujung yang datang lagi.


Lesti membenarkan posisi duduknya " Jadi pas awal Bunda kamu buka toko ini, pegawainya ada dua orang. Kakak sama satu orang lagi, cewe juga. Bunda ka_ "


Pembicaraan Lesti terpotong, karena seorang pelanggan yang ingin membayar makanam nya.


" Bentar " Lesti menoleh ke arah pelanggan tersebut


" semuanya jadi empat puluh dua ribu mas "


Lelaki bertubuh tinggi itu, mengeluarkan uang dari dompet. Lalu memberikan uang lima puluh ribu kepada Lesti.


" ini kembalian dan struk nya" Lesti menyerahkan uang kembalian dan kertas kecil kepada lelaki tersebut, Sambil melontarkan senyum ramah. Lelaki tersebut mengambil uang dan kertas tersebut lalu pergi, tidak lupa Ia membalas senyum yang di lontarkan Lesti,  sebelum Ia pergi.


" Hmmm " Windy berdehem


Lesti menoleh " Kenapa kamu "


" kayaknya kakak di taksir, sama mas -mas tadi deh " Windy terkekeh.


Wajah Lesti memerah " Ngacoh kamu. Nih kakak mau lanjut cerita "


Windy mengangguk " ayo lanjut kak"


" Satu pegawai ini suka ambil uang di kasir, kalau bunda kamu sama kakak lagi ga liat. Trus suatu hari, dia ketangkap basah sama bunda, lalu Bunda kamu pecat dia. Untung bunda kamu baik, ga suruh dia ganti uang yang uda diambil sama dia "


" Kok bisa ketahuan kak ? "


" Bunda kamu ga curiga sama dia awalnya,tapi kakak yang curiga. Kakak bilang ke bunda kamu. Trus bunda kamu,diam -diam pasang CCTV di atas tempat kasir. Tuh CCTV nya " Lesti menunjuk ke langit - langit, dimana CCTV berada. Windy menatap ke atas, dimana benda hitam terpasang.


" trus kak "


Lesti membasahi bibirnya,yang kering " yaa trus Bunda kamu jadi susah percaya sama orang lain, makanya pegawainya cuma satu sekarang. Ga nambah lagi "


" Jadi kasian sama Bunda " Windy mendukkan kepalanya, sedih.


Lesti memegang satu pundak Windy " makanya kalau kamu uda pulang sekolah, trus ga ada Pr atau ulangan. Ke sini aja, bantu-bantu. Sekalian cari pengalaman "


Windy tersenyum, lalu mengangguk paham


****


Jam menunjukkan pukul empat sore lewat sepuluh menit. Pengunjung semakin bertambah, dari yang hanya membeli kue lalu di bawa pulang. Bahkan ada yang hanya membeli minuman,tetapi duduk di dalam toko selama berjam - jam untuk mencari wifi.


Dari arah pintu, datang empat pengunjung cowo. Mereka berjalan dan duduk di tempat yang masih kosong. Windy yang melihat, langsung membawa menu dan di berikan kepada mereka.


" ini menu nya mas " Ucap windy senyum. Lalu windy meletakkan menu tersebut di atas meja. Windy berdiri, menunggu mereka menyebutkan pesanan.


" Yakin dia pegawai disini " Bisik salah seorang dari mereka


Cowo yang memakai kaca mata, memang sering datang ke toko kue bunda. Mengangkat bahu tidak tahu  " Gw juga baru liat "


" saya mau Red velvet sama Es coklat " sebut cowo berambut gondrong


" Saya Cheese cake sama kopi  jangan pakai gula.  " Sebut cowo berkaca mata, pelanggan setia Bunda


" saya Tiramisu cake, minum nya air mineral " Ucap cowo, yang bertindik di sebelah kanan telinganya.

__ADS_1


" Saya es teh manis aja " Ucap cowo berkulit sawo mateng.


" Saya sebut ulang pesanan nya ya. Red velvet satu,es coklat satu, cheese cake satu, kopi tampa gula satu, tiramisu cake satu, air mineral satu,sama es teh manis satu. Ada tambahan lain ?" Ucap Windy, memandang keempat cowo tersebut,secara bergantian.


" tidak " Ucap cowk berkaca mata.


" Mohon di tunggu " Windy berjalan bergi ke kasir, meminta kak lesti membuatkan minuman tersebut. Sedangkan Windy mengambil kue yang sudah tersedia


Keempat cowo tersebut terus menatap Windy yang mengambil kue. Lalu mereka saling pandang.


" Pantes lu sering kesini fan. Gara - gara dia toh " Pekik cowo berambut gondrong


" Gw baru liat, lagian gw kan sukanya sama intan bodoh " Balas cowo berkaca mata


" mulus gila, jadi suka " Ucap cowo bertindik


" Cewe lu uda banyak. Lagian dia juga ga bakal suka sama lu " Celetuk cowo berkulit sawo mateng


" gw ganteng, ga mungkin di ga demen ama gw " balas cowo bertindik, sambil terkekeh


" Pede amat, kalau dia uda punya cowo gimana ? " Tanya cowo berambut gondrong


" Misal emang dia uda punya, trus cowonya lebih ganteng dari gw. yaa Gw mundur " Cowo bertindik terus menatap Windy


Windy membali ke tempat empat cowo itu duduk. Windy membawakan pesanan mereka, lalu meletakkan nya di atas meja.


" makasih cantik " Ucap cowo bertindik. Ketiga teman nya menatap geli.


Windy hanya mengangguk,lalu tersenyum canggung.


" Cantik " panggil cowo bertindik


" mas nya panggil saya ? "


" Iyalah "


Dari arah pintu masuk seorang cowo, keturunan bule. Ia adalah Reza. Reza yang baru masuk, langsung mencari keberadaan Windy.


Reza melihat windy sedang melayani pelanggan di sebelah kenan, tempat Reza berdiri. Reza segera menghampiri Windy. Reza berdiri di samping Windy, lalu merangkul Windy.


Windy menoleh ke arah orang yang merangkulnya " Reza? "


" Hai sayang " Reza tersenyum kepada Windy. Lalu menatap tajam cowo bertindik


Windy yang terdiam karena sikap Reza,hanya bisa pasrah membiarkan dirinya di bawa pergi oleh Reza ke tempat lain.


" Syukurin " Celetuk cowo berkaca mata


Reza berhenti di tempat duduk yang masih kosong,dan berada agak jauh dari keempat cowo tersebut. Reza melepaskan rangkulannya. Reza menduduki diri di atas kursi, Windy ikut duduk di samping Reza.


Windy menghelai nafas " Makasih reza "


" Hmm " Reza menatap Windy datar


" kok kau bisa tau, toko kue bunda disini rez ? " windy membulatkan matanya, menunggu jawaban Reza karena penasaran.


" Gw pernah kesini "


" Kapan ? "


" Dua bulan ya lalu, kalau ga salah "


" trus kau kesini mau ngapain ? "


" Gw di suruh nyokap, beliin kue buat dia " Jawab Reza asal


Windy mengangguk paham. " Yuk ke tempat kasir, pilih kuenya " Windy bangkit berdiri dan berjalan ke arah kasir, diikuti Reza.


" kak Lesti, kenalin teman sekolah Windy  "


 


" Uda tau Win, dia pernah kesini "


" Yauda, kalau dah kenal. Reza tuh pilih mau kue apa, gratis buat kau "


Reza menunjuk salah satu kue yang terletak di dalam lemari kaca " Yang ini "


Windy berjalan memutari meja kaca tersebut, lalu mengambil kue yang baru saja di tunjuk Reza. " ini aja ? "


"Hmm "


Windy membungkus kue tersebut, lalu di berikan kepada Reza. Reza menerima kue tersebut " makasih " Ucap Reza senyum


" Iya "


" Lu mau ikut pulang ga win ? "


Windy melirik ke arah jam dingding. Jam sudah menunjukan pukul empat sore,lewat empat puluh menit. Sebentar lagi toko kue akan tutup.


Windy mengangguk "mau " Windy mengambil tas dan ponsel nya.

__ADS_1


" Gw tunggu di luar. Kak saya pamit ya "


" iya "


Setelah mendengar jawaban dari Kak Lesti, Reza pun langsung berjalan keluar dari toko kue tersebut. Windy mengecek kembali barang - barangnya.


" kak Lesti, Windy pulang duluan ya " Windy berjalan ke arah pintu, setelah mendapat anggukan dari Lesti.


 ****


Windy yang baru keluar dari toko kue bunda , mendapatkan Reza sudah menyalakan mesin motornya.


" Ku naik ya reza "


" Iyaa "


Windy menaiki motor Reza, dengan bentuan pundak Reza. Windy berhasil duduk di atas motor Reza. " Uda rez "


" Ke pet shop dulu ya " Reza melirik Windy dari Spion


" Ngapain? " Tanya Windy bingung


" Mau beli makanan buat si putih " Reza mulai menjalan kan motornya. Motor Reza melaju cukup cepat. sehingga membuat windy, harus memegang erat pinggang Reza.


" Si putih siapa ? " Seru Windy, yang berusaha mengalahkan suara angin


" Kucing kesayangan gw " Balas Reza. Suaranya tidak kalah keras dengan suara Windy.


" oh kucing warna putih, yang pernah gw temui di jalan " Windy berteriak tepat di telingan Reza.


Reza menganguk " hmm "


****


Reza dan windy memasuki petshop. Windy yang tadinga mengikuti Reza, kini terdiam. Ia melihat anjing berwarna hitam. Lucunya, jadi pengen pikir Windy


Reza berjalan ke tempat makanan hewan dijual. Reza mengambil sebungkus makanan kucing lalu membawa nya ke kasir.


" jadi enam puluh tujuh ribu " Ucap mbak kasir.


Reza membayar makanan kucing tersebut, lalu menerima kembalian dan kantong plastik berisi makanan kucing. Reza menghampiri Windy, yang masih asik memandangi anjing hitam itu.


"Pengen? " Tanya Reza yang tiba -tiba membungkukan badan, di belakang Windy.


Windy mengangguk reflek " Iya " Mata Windy masih menatap anjing tersebut, yang berada di dalam kandang.


" Nanti, kalau kita uda nikah. Aku beliin " Bisik Reza,Yang kemudian berjalan keluar dari petshop, meninggalkan Windy.


Windy yang mendengar ucapan Reza, kemudian menoleh ke kanan. Ia memandangi Reza yang berjalan pergi. Lalu Windy tersadar, Ia berlari kecil menghampiri Reza yang sudah duduk di atas motor.


" Kok ku tinggal sih " Dumel Windy


Reza menyalakan motornya " cepetan naik. Mau gw tinggal beneran ? "


Windy yang takut di tinggal, langsung segera menaiki motor Reza. Setelah memastikan Windy sudah duduk di atas motornya, Reza pun melajukan motornya.


Sepanjang perjalanan. windy melamun, Ia memikirkan ucapan Reza. " tau ah, pusing " celetuk Windy


Reza yang mendengar suara Windy samar,mulai melirik melalui kaca spion " kenapa ? "


Windy menggeleng cepat "gak "


" Lu mau beli makan ga? Lu sendiri kan di rumah " Reza mulai memperlambat laju motornya, agar suaranya dapat terdengar oleh Windy


"ga usah, ku bisa masak sendiri "


Reza menaiki satu alis nya " lu bisa masak ? "


" iya bisa "


" masakin buat gw juga, ntar anter ke rumah gw "


" mama mu? Ga masakin ? "


" nyokap sama bokap pergi ke luar negeri "


" hmm "


Windy merasa ada janggal dari jawaban Reza barusan, tapi apa. Windy bingung, seperti ada sesuatu yang Ia lupakan.


****


Windy dan Reza pun sampai di depan rumah mereka. Windy turun dari motor, lalu segera membuka pintu pagar.


" Jangan lupa, anterin makanan nya. Gw tunggu "Ucap Reza, kemudian melajukan motornya masuk ke dalam teras rumahnya.


Windy belum sempat menjawab, karena Reza sudah menghilang dari pandangannya. Windy pun segera menutup pintu pagar, kemudian langsung pergi  menuju dapur.


BERSAMBUNG


ps : Saya ga pernah bosan, buat bilang makasih. Buat para leaders, yang selalu setiap baca novel saya. Jangan lupa berikan ranting kepada novel ini yaa,saya ga maksah kalian buat harus kasih ranting 5 kok. kasih ranting menurut kalian aja hehehe. Sekali lagi makasihh ^^

__ADS_1


__ADS_2