
----------------HAPPY READING----------------
Tingg tingg Suara alarm daru ponsel Windy berbunyi, sehingga membuat si pemilik terbangun dari mimpi indahnya. Windy mengucek matanya sebentar, setelah Ia mematikan Alarm tersebut.
Hari ini rapat osis Pikir Windy
Windy melipat selimut. Lalu ia berjalan, meninggalkan Lita yang masih tertidur nyenyak di atas kasur. Windy meraih handuk berwarna putih,yang tergantung di belakang pintu kamar. Windy memasuki kamar mandi, untuk membersihkan seluruh tubuhnya.
Dancing on the hood in the middle of the woods
On an old Mustang, where we sang
Songs with all our childhood friends
And it went like this, say
Oops, I got 99 problems singing bye, bye, bye
Hold up, if you wanna go and take a ride with me
Better hit me, baby, one more time, uh
Paint a picture for you and me
On the days when we were young, uh
Singing at the top of both our lungs
Windy mengguyur tubuhnya dengan air, sambil bernyanyi. Windy bukan seorang penyanyi profesional,tetapi suara nyanyian windy. Terdengar bagus saat di kamar mandi.
Tidak lupa Windy mengerakkan tubuhnya,menari penuh semangat. Seakan dirinya seprti di atas panggung. Sesekali Windy menggunakan gayung sebagai micnya.
Sudah tiga puluh menit Windy berada di dalam kamar mandi. Dan sekarang Windy baru keluar dari kamar mandi, dengan tubuh yang dibaluti handuk. Windy berjalan cepat menuju kamar. Tangan windy membuka lemari baju, Ia mengambil kaos berwarna navy dan celana jeans hitam.
Windy sudah berpakaian rapi, dengan kaos berwarna navy yang dimasukkan ke dalam celana jeans nya itu. Windy duduk di depan meja rias, mengeringkan rambutnya yang basah.
Brzz Ponsel Windy yang berada di atas nakas berbunyi. Windy mematikan hair dryer, lalu meletakkan hair dryer tersebut, di atas meja rias. Windy meraih ponsel milikknya, lalu membuka aplika chat. karena ada pesan yang masuk.
REZA : Windy !
WINDY : apa✔
REZA : Ke sekolahnya bareng gw ya
WINDY : Oke✔
REZA : Dua puluh menit lagi, gw ke rumah lu
WINDY : Kan rapat jam 10, trus sekarang masih jam 8. Ke pagian kali Rez✔
REZA : Ga kepagian, temenin gw makan dulu
WINDY : Banyak maunya✔
REZA : Uda nebeng, banyak comment
WINDY : yang nawarin siapa ?✔
REZA : Cih
WINDY : Yauda, terserah✔
REZA : nice
Windy menutup aplikasi chat tersebut, lalu meletakkan kembali ponselnya di atas nakas. Windy melanjutkan aktivitas yang tertunda tadi.
" Kering juga " Windy menyimpan hair dryer berwarna hitam ke dalam laci meja rias. Windy menyisir rambutnya sebentar, lalu Ia meraih ponsel untuk dimasukkan ke dalam tas selempang nya itu.
Windy berjalan ke luar kamar, menuju teras rumah. Windy menduduki diri atas bangku,yang berada di teras. Sambil menunggu Reza, Windy memainkan ponsel nya itu.
fanda_pensl Rise n shine 🌞
Felix_bmz Eww banget
__ADS_1
alvin_09 cantik💕
windy.anastasya perfect!
ken_nelson 🔥🔥
devan.van life is simply, dreams, learns, and performs
keyrien_02 Looking good🖤
ester.zefanya tumben ganteng
sammy_adn Ih bulu keteknya banyak
ziion_sahndre @sammy_adn ketek lu bersih emng?
salsa_qt12 😍😍
rendy_lino lagi galau dia.
reza.wagner kucing gw😑
grisel_anndl lucunyaa💕
veto_santoso @grace.vania lucu kek kamu😍
fey.amora lu kali yang galau ren🤣
alvin_09 @veto_santoso bucin liat tempat,tolong.
alex.oeyn hai babe
sandra.lens cantik bell
jesen_ikrana bebeknya lucu
reza_wagner no caption
bella.shellena bangbang tamvan
vano_09 wahh gila, tumben banget
rendy_lino batu akinya gede
fransisca.brista duhh meleleh gw
amora.fey @nixon.kenzo bae coba kamu foto kek gini
nixon.kenzo entar ku coba bi @amora.fey
jessica_20 tambah ganteng aja rez
joana._05 awiii😍😍
windy.anastaaya 🙄🙄
Saat Windy sedang asik memainkan ponselnya. Tiba - tiba datang seorang cowo berdiri di hadapan Windy. Cowo itu tersenyum kecil, saat menatap layar ponsel Windy.
Windy mendongak,saat menyadari kehadiran seseorang di hadapannya. " Reza ! "
" jangan di liatin mulu kali,foto gw " Ujar Reza, tersenyum menatap Windy.
__ADS_1
Windy segera menutup aplikasi instagrem nya, lalu bangkut berdiri. " Apaan sih, kebetulan itu foto kau yang muncul " Windy menatap datar Reza
" Yauda kalau ga mau ngaku. kita jalan aja deh sekarang " Ucap Reza, kemudian berjalan melewati pintu pagar windy, yang sudah terbuka sejak tadi.
" Ishh apaan sih " Seru Windy, sembari berjalan mengikuti Reza dari belakang
Reza menaiki motor hitam miliknya, lalu menyalakan mesin motor tersebut. " Cepet naik "
" hmm " Windy menaiki motor Reza. Dan sekarang Windy sudah terduduk di belakang motor Reza. Tidak lupa Windy memegang pinggang Reza. Agar dirinya tidak terjatuh, saat Reza menjalankan motornya.
"uda ? " Reza melirik spion motor,yang berada di depan nya
" Hmm " Windy mengangguk pelan
Rezapun mulai menjalakan motornya, saat mendengar jawaban dari Windy. Motor Reza melaju dengan kecepatan standar, meninggalkan perkalangan rumah Windy.
*****
Reza menghentikan laju motornya, tepat di depan gerobak yang menjual bubur ayam. Reza memakirkan motornya di pinggil jalan. Setelah motornya terpakir, Reza dan Windy pun turun dari motor tersebut. Dan berjalan menuju tempat duduk yang tersedia di depan gerobak bubur.
Reza menuduki diri di atas kursi kayu, begitu juga windy yang menuduki diri di samping Reza. Tak lama setelah mereka duduk, datang abang tukang bubur yang memghampiri mereka,sambil membawa centong bubur.
" Eh mas Reza " Celetuk si abang tukang bubur,yang memiliki kumis tipis.
" Mang biasa ya. win, lu pedes atau ngak ? " Reza yang sebelumnya menatap ke arah abang bubur,kini menoleh ke arah Windy. Windy menggeleng tidak.
" Yang satu pedas,yang satu ngak " Ucap Reza senyum
" Siap mas Reza, di tunggu ya " Abang tukang bubur mengacungkan jempol,lalu pergi meninggalkan Reza dan Windy.
Windy melirik sekelilingnya, disana ia melihat beberapa pengunjung yang sedang menyatap bubur. Lalu Windy kembali menatap Reza, yang duduk di sampingnya " Kau sering kesini rez? "
" Iyaa "
Windy mengangguk paham,akan jawaban Reza. " Setiap hari ? "
" Ngak. Setiap weekend aja "
" Ohh "
Sekitar lima menit kemudian. Abang tukang buburpun datang, membawa nampan berisi dua mangko bubur berserta duateh tawar. Abang tukang bubur,meletakkan dua mangko bubur tersebut, di atas meja yang berada di depan Windy dan Reza.
" Makasih mang "
" makasih "
Setelah mengantar bubur ke, abang bubur pum pergi membuatkan pesanan untuk pengunjung yang baru datang. Windy dan Reza segera menyatap bubur mereka, yang masih panas. Tidak lupan mereka menambahkan kecap pada bubur mereka.
Windy dan Reza menikmati setiap suapan bubur yang masuk ke dalam mulut mereka. Tidak ada pembicaraan selama mereka menyatap bubur tersebut,hanya ada suara bising para pengujung lain. Yang duduk tidak jauh dari tempat mereka.
Bubur Reza sudah lebih dulu habis, tak lama Windy pun juga selesai menghabiskan bubur miliknya itu. Reza bangkit berdiri dari kursinya,lalu membayar bubur mereka, tampa Windy ketahui. selesai Reza membayar, dirinha kembali menghampiri Windy.
" Yuk cabut" Reza menatap Windy sebentar, kemudian berjalan ke arah tempat. Dimana motornya terpakir.
"Bentar ku bayar dulu " Windy segera berdiri
Reza menghentikan langkahnya " Uda gw bayar " Reza kembali berjalan, disusul Windy di belakangnya.
"Reza nih, ku ganti "Windy menyerahkan uang dua puluh ribu, kepada Reza yang sedang menghidupkan motor.
" Gausah, anggap aja tratiran. Karena lu uda nemenin gw sarapan " Reza memundurkan motornya, agar motor tersebut menghadap jalanan.
" Ga usah pakai acara traktir. Ini terima dong " Windy berusaha, agar Reza mau menerima Uang tersebut.
Reza menghelai nafas " Cepetan naik, itu diliatin orang -orang. Emang lu ga malu? "
Windy melirik ke belakang,dimana orang -orang duduk. Menatap Windy dan Reza. " Ishh"
Windy memegang pundak Reza,kemudian menaiki motor tersebut. Hingga kini,Windy sudah duduk di jok motor milik Reza.
Reza mulai menlajukan motornya, tidak lupa ia melirik ke arah spion terdahulu. Untuk memastikan Windy aman di sana. Sedangkan yang di lirik, sedang memasang raut wajah kesal. Kesal, karena lagi -lagi Reza mentraktir dirinya. kalau bunda tau, bisa - bisa kena omel lagi pikir Windy
BERSAMBUNG
ps : Haiii.... leaderssss. sehat selalu yaa💦
btw, chapter kali ini, bingung banget nentuin judul.
__ADS_1