ADA CINTA.

ADA CINTA.
Wisuda


__ADS_3


Windy dan Angela memasuki ruang Aulla bersama. Tempat duduk di dalam Aulla sudah terisi penuh, tetapi Windy dan Angela tetap berjalan dengan santai, mereka melirik ke kanan dan ke kiri. Mencari di mana Fey, Yohan, Ester, Grace, Debby, dan Grace duduk.


Angela mengunci pandangan nya ke kanan, Ia sudah melihat sosok Fey dan Ester sedang bercengkraman. Angela menyengol pundak Windy pelan, dan mata Angela memberi kode kepada Windy, bahwa Ia sudah melihat orang yang mereka cari. Segera Windy dan Angela melangkah menghampiri mereka.


" Ehh, Mentang - mentang uda di bookingin tempat duduk. Datangnya malah telat " Celetuk Ester, saat melihat kedatangan Windy dan Angela. Memang Ester sudah mengabari di group chat yang berisi delapan orang cewe cantik. Bahwa Ester dan Fey sudah menyiapkan tempat duduk untuk mereka berdelapan duduk bersama.


" Duduk Win, Ngel " Pinta Fey. Fey dari tadi merasa kurang nyaman, melihat Windy dan Angela yang dari tadi hanya berdiri saja. Serta tidak ada tanda atau niat dari mereka akan duduk.


Windy dan Angela mengangguk paham, Mereka pun melangkah dan menduduki diri di atas kursi yang sudah di susun sejajar di ruang Aulla.


Hari ini Ruang Aulla memang lebih ramai dari biasanya, karena kehadiran para orang tua murid XII SMA CENDRAWASIH. Mereka hadir dengan maksud ingin ikut merayakan kelulusan anak mereka, tidak lupa orang tua XII membawa bunga atau boneka, yang nantinya akan di berikan kepada anak mereka, Sebagai ungkapan selamat atas kelulusan putri atau putra mereka.


Mata Angela tidak berkedit memandangi Zean yang terlihat lebih tampan, walau biasa Zean memang sudah tampan. Tapi kali ini berbeda, karena hari ini Zean yang memakai kemeja putih serta jas hitam. Ia terlihat lebih gagah dan dewasa Pikir Angela


Tak lama setelah Angela dan Windy duduk. Dari kejauhan Grace, Debby pun datang menghampiri mereka lalu di susul Yohan dan Glory. Sekarang mereka berdelapan sudah duduk bersama, dimana paling ujung kiri ada Windy, dan paling Ujung kanan ada Yohan.


Acara sudah berlangsung selama lima belas menit. Sekarang Kepala sekolah sedang memberikan kata sambutan untuk murid dan para tua murid yang hadir di ruang Aulla. Raut wajah bahagia terpancar pada wajah murid XII SMA CENDRAWASIH yang duduk di deretan bangku paling depan.


🌞🌞🌞🌞


Rendy yang duduk di belakang bersama anak Osis, melirik jam yang terlilit di pergelangan tangan nya. Tiba - tiba senyuman tipis terpancar di wajahnya. Segara Rendy berdiri dari tempat duduk dan berjalan cepat ke depan Aulla.


" Ngapain Ren ?" Tanya Yohan. Yohan adalah orang pertama yang menyadari kehadiran Rendy. Rendy melontarkan senyum, lalu Ia menunjuk Windy yang sedang duduk menatap ke depan.


Yohan paham maksud Rendy. Yohan mencolek Fey, kemudian berbisik " Bilang ke Windy, Itu Rendy cariin "


Fey mengangguk paham, lalu mecolek Angela dan berbisik " Ngel kasi tau Windy, Dia dicariin Rendy "


Angela yang menoleh ke arah Fey dan membalas anggukan. Angela memanggil sebanyak dua kali, baru Windy menoleh ke arah Angela. Windy menaiki satu alisnya bingung.


" Kau di di cariin Rendy " Jari Angela menunjuk ke arah Rendy, yang sedang berdiri di samping Yohan. Windy melirk ketempat yang di tunjuk Angela.


Rendy melambaikan tangan, menyuruh Windy ke sana. Windy berdiri dan berjalan melewati tujuh teman nya yang sedang duduk, dan pandangan mereka serius menatap ke depan


" Aduh win "


" Windy awas "


" Rese nih Windy "


" kenapa ga muter sih "


Itu keluh mereka, saat Windy berjalan mengahalangi pandangan mereka. Windy hanya bisa terkekeh melihat teman - teman nya yang terlihat sedikit kesal.


" Win, bantuin gw yuk. Ngawas di belakang panggung " Pinta Rendy.


" Kenapa ga sama ya lain? "


" Mereka sibuk. ayo ikut aja " Tanpa ijin , Rendy langsung menggegam tangan Windy, lalu menarik Windy ke belakang panggung. Windy pun hanya berjalan pasrah, mengikuti Rendy.


Seorang cowo yang duduk, memandangi Rendy yang sedang menggenggam tangan Windy. Cowo tersebut adalah Reza. Mata Reza terus memperhatikan dua orang tersebut, sampai kedua orang tersebut pun menghilang dari pandangan Reza


🌚🌚🌚🌚


Kesal dan Senang, Itu yang di rasakan Windy. Ia kesal karena harus berpisah dengan teman -teman nya. Tetapi mengapa ada rasa senang yang dirasakan Windy, Saat tau orang yang memisahkan dia dan teman - temannya adalah Rendy.


Windy merasakan detak jantung nya berbeda dari biasanya. Pikiran Windy melayang - layang di udara. Aku kenapa sih Batin Windy


Rendy berhenti tepat di belakang panggung. Sebenarnya Rendy tidak memiliki tugas di belakang panggung, Rendy hanya mendapatkan ide untuk memanfaatkan kesempatan yang ada, agar bisa lebih dekat dengan Windy, dan mengatakan Tugas osis sebagai alasan.


Rendy melepaskan genggamannya dan Windy merasa sedikit kecewa. Windy belum mengerti, kenapa Ia harus merasa kecewa, Saat tangan Rendy melepaskan genggaman nya.


" Ren lu di cariin Felix " Kalimat itu di ucapkan Reza. Reza yang tadi nya hanya duduk menatap Windy dan Rendy yang berjalan pergi, membuat Reza tidak mampu menahan diri sendiri untuk tidak mengikut mereka berdua. Hasilnya Rezapun berdiri di hadapan Windy dan Rendy.


Rendy mengerutkan pelipis bingung. Bagaimana Ia tidak bingung, Reza yang tiba - tiba saja datang dan bilang bahwa Felix mencari dirinya


" Kenapa dia nyariin gw ? " Tanya Rendy

__ADS_1


Reza hanya menaiki bahu tidak tahu. Rendy yang menatap Reza curiga, Walau begitu Rendy tetap berjalan ke tempat dimana Felix berada.


" Kok masih di sini rez " Tanya Windy


" Nemenin lu, kasian berdiri sendiri. Kek anak ilang " Reza terkekeh


Windy memutar kedua bola matanya malas. " Apaan sih " Celetuk Windy


" Bentar lagi tuh mata lu keluar "


" Jadi cowo kok nyebelin "


" Biarin, yang penting gw ganteng "


" Narsis "


" kenyataan kali "


" Bodoh amat "


" Amat ga bodoh win "


Windy berdecak kesal, Ia memukul punda Reza. Sedangkan yang di pukul mendesis kesakitan. Windy terkekeh melihat Reza.


🌚🌚🌚🌚


Yohan bangkit dari tempat duduk nya. Baru kakinya ingin melangkah tetapi tangan di tahan oleh Ester. Yohan menatap Ester bingung


" Mau kemana? " Tanya Ester penasaran


" Toilet, mau ikut ?"


Ester langsung melepaskan genggamannya. " Ogah, uda posisi wenak. Jangan ganggu " Pekik Ester, terkekeh.


Yohan berdecak kesal, lalu berjalan cepat ke arah toilet yang terletak di luar Aulla. Yohan tiba di toilet, tetapi Ia harus sedikit mengantri, karena toilet penuh.


sepuluh menit


lima belas menit


Yohan baru keluar dari toilet, dan sekarang Ia berjalan masuk ke dalam ruang Aulla. Saat Yohan sudah berada di dalam Aulla dan ingin kembali ke tempat duduk, Seorang cowo menabrak Yohan. Cowo yang terlihat berlarian kecil tanpa tidak sengaja menabrak Yohan. Felix Cowo berkaca mata dengan tubuh tinggi adalah pelakunya.


Felix hanya cengengesan, menatap Yohan. Sedangkan yang di tabrak berdecak kesal, Ia langsung melangkah pergi melewati Felix.


Felix buru - buru mencegat Yohan, dengan wajah tidak bersalahnya Ia menatap Yohan. Sedangkan yang ditatap, malah menatap balik sinis.


" Ngapain ? " Yohan berdesis


" Galak amat " Felix sekarang berdiri di depan yohan, mencegat langkah Yohan. Tampang tidak bersalahnya masih terpasang jelas di wajah Felix.


" Awas " Yohan berjalan ke kanan, untuk menghindar dari Fekix. Dan lagi - lagi Felix menghalangi langkah Yohan


" Budek? Awas "


Felix bukanlah cowo yang usil, tapi saat melihat respon Yohan saat di tabrak, Dengan sikap acuhnya. Membuat felix tidak tahan untuk tidak menggoda Yohan. Cewe Unik Pikir Felix. Kalau Cewe lain mungkin akan mengoceh, atau malah cari perhatian saat di tabrak Felix.


" Galak " Balas Felix


" Awas b.go " Kini Yohan sudah hilang kesabaran, Wajah nya sudah memarah. Bukan karena suka, tapi amarah nya sudah memuncak


Felix terkekeh " Makin cantik deh "


" Najis. Uda punya cewe masih ganjen " Yohan menatap Felix jijik


" Siapa cewe gw? Fanda ? " Felix menaiki satu alis Bingung.


Fanda bukan pacar Felix, tetapi sepupu Felix. Felix atau Fanda tidak pernah mengaku bahwa mereka berpacaran, itu hanya status yang di simpulkan oleh murid -murid SMA CEMDRAWASIH. Tidak heran bila mereka menyimpulkan begitu, Karena Felix dan Fanda sering terlihat bersama. Seperti ke kantin bersama dan Pulang bersama.


Fanda dan Felix tidak pernah membatah opini tersebut, karena itu merupakan keuntungan bagi mereka berdua. Keuntungan, karena hal tersebut dapat membantu felix terhindar dari cewe - cewe genit yang ingin mendekati dirinya, begitu jugga Fanda terhindar dari cowo yang agresif yang suka mendekatinya.

__ADS_1


" Bukan, Kunti. Ya siapa lagi Cewe lu kalau bukan Fanda " Nada bicara Yohan meninggi


" Cemburu? "


" Mikir pak__ " Ucapan Yohan terpotong. Karena dari belakang Rendy memanggil Felix.


Felix menoleh ke arah Rendy, Rendy berjalan menghapiri Felix. " Lu nyari gw ? " Tanya Rendy


" Ngapain gw nyari lu " Felix menatap Rendy bingung


" Kata Reza, lu nyari gw? Gw kira lu may bahas tentang Osis "


" Apaan sih, Gw ga nyari lu. Awas lu ganggu gw aja " Felix memalingkan pandangan nya dari Rendy, lalu menoleh ke tempa dimana Yohan berdiri. Felix tidak menemukan sosok Yohan. Yohan sudah pergi sejak tadi, saat Rendy berhasil mengambil focus Felix.


Felix berdecak kesal dan menatap Rendy kesal. " Ah lu sih " Felix pergi meninggalkan Rendy.


" Kok malah di yang marah? Trus Reza bohong gitu ? " Gumam Rendy


☻☻☻☻


Rendy berjalan kembali ke belakang panggung, sembari berpikir. Berpikir, kenapa Reza berbohong. Aneh pikir Rendy


Rendy sampai di belakang Aulla, kedua matanya menangkap Windy dan Reza yang sedang tertawa bersama. Rendy berdecak kesal


" Lu bohong ya rez? " Pekik Rendy. Windy mentap Rendy bingung


" Bohong? "Ucap Reza santai


" Iya, lu bohong kalau gw di cariin Felix "


" Ga tuh "


" Kalau lu ga bohong, kenapa Felix bilang dia ga nyari gw "


" Dia ga manggil ya? Berarti tadi gw salah dengar kali " Ucap Reza acuh


Windy memutar kedua bola matanya malas. Malas melihat kelakuan dua cowo, yang berdiri di hadapan nya


" Ku balik dulu Ren. Tuh minta Reza temenin aja " Windy beranjak pergi, meninggal Rendy Dan reza. Kedua Cowo tersebut hanya bisa menatap kepergian Windy.


" Mungkin awal niat gw, pengen comblangin lu sama Windy, rez. Tapi maaf, niat tersebut gw tarik. Gw juga bingung, kenapa malah gw yang suka sama Dia. Dan maaf, kalau gw malah kekeh ngejar Dia " Batin Rendy. Matanya menatap Reza, dengan wajah datar


" Ngapain lu liatin gw mulu? " Pekik Reza bingung


" Lu suka Windy ? " Tanya Rendy. Raut wajah Rendy masih datar


Reza menaiki satu alisnya " mungkin "


" Jawab aja Iya atau Ngak "


" Kita bersaing secara adil "


Memang Rendy sudah bisa menebak, bila akhirnya dirinya dan Reza haru menyukai Perempuan yang sama. Bahkan harus bersaingan dengan teman baiknya sendiri.


" oke " Rendy mengangguk paham. Reza melontarkan senyum, lalu pergi meninggalkan Rendy.


🌏🌏🌏🌏


Acara Wisuda sudah selesai, sekarang murid XII SMA CENDRAWASIH sedang sibuk mengabil dengan keluarga, teman, dan pacar. Bukan hanya murid XII yang berbahagia atas kelulusan, tetapi murid X dan XII juga ikut bahagia. Bahagia karena mendapat kabar sekolah diliburkan selama tiga minggu.


Itu merupakan Liburan kenaikan kelas, diamana saat mereka masuk. Muris XI seperti Windy akan menjadi murid XII. Dan murid X menjadi murid XI.


Lalu Zean yang mendapat beasiswa kuliah di singapore harus menjalin hubungan jarak jauh dengan Angela. Angela tidak masalah, karena Zean sedang mengejae mimpinya. Jadi sebagai kekasih, Angela hanya bisa menyemangati sang Pacar.


BERSAMBUNG


ps : Masih bingung end nya tar si Windy ama siapa, lagi mikir keras. biar nanti end nya wenak di hati. Trus sengaja aku tendang Zean dari novel ini Wkwkwkw, soalnya dia pemeran figuran dalam cerita Windy, jadi mencolok Hahahaha.


Btw chapter ini kaliam berasa aneh ga pas baca? Entah kenap, aku pas ngetik dan mikir. Berasa chapter ini terlalu kaya ngebet pen tamat, yaa nyatanya pen cepet aku tamatin.

__ADS_1


__ADS_2