
Pukul 20 : 40 Malam
windy yang sedang terbaring di kasur tiba - tiba berdiri dan berkata " Oh ngel ku lupa telp bundaku, Ku mau keluar dulu yaa buat telp bunda "
" Yauda sana, jangan jauh - jauh " Ucap Angela, yang masih berbaring di kasur
Teman kamar Windy yang lain hanya melirik, dan tak peduli apapun yang di lakukan oleh Windy dan angela
" pengen nya sih nelepon bunda di depan kamar, tapi ntar malah ganggu yang lagi " Gumam Windy, sambil berjalan cepat.
Tiba -tiba langkah Windy berhenti karena Ia melihat sebuah kursi panjang yang berada tepat di depan Villa, Ia duduk di situ dan mulai melakukan panggilan
Tutt.. tut.. tut..
" Hallo Windy "
" Hallo bun, Windy mau kabarin kalau Windy uda sampai di tempat Retreat " Sambil senyum di ucap nya
" Kok malam banget sampai nya win? bukan harus nya dari sore uda sampai ya? " Suara Bunda terdengar sedikit khawatir
Windy menghelai nafas panjang " Iya Windy uda sampai dari tadi, tapi Windy lupa buat kabarin Bunda.. Soalnya aktivitas disini padet, trus ini aja Windy baru di kasih free bun "
" Ohh, kamu uda makan win? " Suara Bunda terdengar lembut dan halus
" Uda bun, bunda tenang aja.. disini Windy selalu di kasi makan kok "
Di tengah - tengah Windy melakukan panggilan Telepon, Rendy yang berjalan sekitar depan Villa, melihat Windy sedang duduk sendiri, kemudian Ia menghampiri Windy
" Yauda win, kamu jaga diri yaa bye sayang "
" Iya bun bye " Windy yang memejamkan matanya saat menelepon, kemudian membuka matanya.. Ia terkejut karena Rendy berdiri di depan nya
" Sejak kapan nih anak disini " ucap Windy dalam hati, yang masih terkejut melihat Rendy di depan nya..
__ADS_1
" Kok kaget gitu win " Rendy berkata, sambil tertawa kecil
" Yaa kau tiba -tiba beridiri di depan ku, bikin kaget aja " windy memasang raut wajah cemberut
" Maaf.. maaf.. uda bikin lu kaget " Rendy pelahan duduk disamping Windy
" Kau habis ngapain ren, kok bisa di sini ? " Tanya Windy, sambil memandang ke Rendy
" Lu sendiri ngapain di sini ? "
" Lah ku nanya kau, kok malah nanya balik "
" pfft.. gw tadi di suruh sama Ketua Osis galak buat pantau anak - anak yang mau keluar Villa "
" Ohh.. "
Suasana menjadi hening dalam sekejap, Windy duduk diam memandang ke bawah tanah, sedangkan Rendy sesekali melirik ke arah Windy
" Win.. Gw suka sama lu " Bisik Rendy
" Gw ga bilang apa - apa, Lu bengong yaa ? " celetuk Rendy, sambil memegang jidat Windy
" Iyaa sih tadi bentar doang, tapi serius tadi ku dengar kau ngomong sesuatu " Ucap Windy, yang dimana bola matanya membesar, karena ia yakin barusan rendy berkata sesuaatu
" Hadeuh windy, mending lu balik kamar sana.. Gw mau cari Reza dulu, Bye win " Balas Rendy, yang yang kemudian berlari ke arah tempat kamar anak Cowo berada
" Jelas tadi ku denger dia ngomong sesuatu kok, pas ku lagi bengong " Gumam Windy, yang berdiri dan berjalan ke kamar nya
****
Rendy berhenti berlari dan memandang ke belakang, Ia memastikan bahwa Windy sudah tidak terlihat lagi
" Arghh bodoh.. bodoh.. padahal gw sendiri yang berusaha bikin Windy sama Reza deket, sampai gw ngedeketin angela buat cari info tentang Windy, kenapa malah gw yang kebawa perasaan sihh " Gumam Rendy, sambil mengacak - acak rambut nya itu
" Ini pasti karena keseringan Gw cari info tentang Windy, dan efek Gw sering merhatiin dia diam - diam.. " Rendy berdiri di tengah jalan sambil menutup mata nya dengan tangan, bila orang lain melihat, pasti Rendy di kira kesurupan
__ADS_1
" Woi lu ngapain disitu " Salah satu teman sekamar Rendy menepok Pundak Rendy
" Ngak gak " Ucap rendy, kaget
" Lu di tungguin Reza tuh di kamar, mau ajak lu main Mobile Lekend " Jari telunjuk teman sekamar Rendy, menunjuk ke arah kamar nya
" Iya " Balas rendy , sambil berjalan pelan
" Woii Ren, kenapa si lu.. ga semangat banget " Celetuk Cowo berkulit sawo mateng, yang berjalan di samping Rendy
" ... " Rendy hanya terdiam
" Huftt.. Dulu Reza yang paling susah di ajak ngobrol, trus sekarang Reza uda ga begitu, tapi malah lu yang begitu " Di ucap Cowo tersebut, sambil memasang raut wajah kurang senang
Langkah Rendy berhenti di depan kamar nya, dan tangan mulai membuka pintu secara pelahan
" Aishh, rendy.. rendy.. Gw uda di cuekin, trus sekarang lu buka pintu aja pakai Slowmotion " Sambil menepok pelan pipi sebelah kanan rendy, Cowo berkulit sawo mateng berkata
" Jesen, kenapa sih lu ngoceh - ngoceh ? " Seru Pria Berkaca mata, berkulit putih dan mata sipit yang terbaring di atas kasur dekat pintu
" Ini si Rendy dari gw ketemu dia di depan, sikap nya aneh banget.. bikin orang kesel " Sambil Menunjuk ke Rendy yang berada di belakang nya
" Lu aja kali yang lebay " Celetuk Reza, yang duduk di lantai bersama dua orang lain nya
" Mentang - mentang temen deket lu, dibelain si Rendy " balas Cowo berkulit Sawo mateng
Melihat tingkah Si cowo berkulit sawo mateng yang mengoceh seperti ibu - ibu, teman - teman sekamar hanya menertawai nya, kecuali Rendy yang duduk di sebelah Reza
" Uda kali ngoceh nya, uda sini main Si Reza uda dateng kan " Ucap Cowo bertubuh Gendut berambut orange, yang duduk di hadapan Reza
mendengar kata main, cowo berkulit sawo mateng langsung berhenti berbicara, Ia sekarang duduk di hadapan Rendy
" Kalau uda denger kata main aja, diem lu jesen " Celetuk Cowo berkaca mata yang masih berbaring di kasur dekat pintu
" Uda Ah Vin, jangan di pancing lagi.. Uda bagus dia diem " Balas Cowo berambut godrong dengan kumis tipis, yang berbaring tepat di samping cowo Berkaca mata itu
__ADS_1
Bersambung..