ADA CINTA.

ADA CINTA.
Bab 13


__ADS_3

Di bawah Langit malam, kita berjalan bersama. Dimana kaki kita melangkah bersamaan, dan pandangan kita memandang lurus ke depan.


Aku sesekali mencoba melirik ke arah mu, ingin mencoba mengajakmu berbincang untuk mencairkan suasana yang terasa canggung. Tapi bibir ku tak dapat bersuara.


"Kenapa lu, Dari tadi lirik ke arah gw mulu?" tanya Reza tiba-tiba.


"Ehh ... Siapa yang ngelirik ke arah kamu? Aku cuma ngeliat perumahan yang ada di sebelah kamu aja" jawab Windy, sembari mengepal tangannya dengan erat-erat karena gugup.


Reza mengembuskan nafas pela. "Kalau mau ngomong. Ngomong aja kali, gausah di tahan-tahan. Emang gw bakal mukul lu ya, kalau lu ngomong?" tutur Reza, dengan pandangan menatap lurus ke depan jalanan.


"Kamu kok gak bawa motor, Rez?" celetuk Windy.


"Rumah deket gitu, ngapain gw bawa motor. Kurang kerjaan tau gak," balas Reza, datar.


"Reza, aku mau tanya nih ... tapi kamu janji dulu, kamu jangan marah?!" Windy menjulurkan kelingkingnya ke depan wajah Reza.


Sejenak, Reza menghentikan langkah kakinya itu. "Lu nanya apa dulu?"


Windy ikut berhenti melangkah. "Janji dulu"


"Hmm, iyaa ... iya ...," ujar Reza, seraya menyatuhkan kelingkingnya dengan kelingking Windy.


Windy menarik napas dalam-dalam. "Reza, kamu kenapa, kok bolos mulu di setiap jam pelajaran pertama? Maaf aku nanya pertanyaan yang uda pernah aku tanyain, oh ya dan inget kamu uda janji ga bakal marah."


Reza berdecak kesal. "Lu bohongin gw kalau gitu!" Reza menatap Windy, dengan raut wajah dongkol.


"Maaf ....," ucap Windy, takut-takut.


Reza terus menatap Windy, dan hingga akhirnya cowok bermata coklat itu mulai membuka suara kembali. "Jadi dari gw SD, orang tua gw sibuk kerja. Mereka gak punya waktu buat ngurusin gw, mau itu nyokap atau bokap. Itu terus berlangsung selama gw SMP dan SMA. Akhirnya waktu pertama masuk SMA, gw mencoba mencari perhatian orang tua gw. Dengan mencari masalah di sekolah, gw bolos di setiap jam pelajaran pertama. Tapi itu semua sia-sia, pihak sekolah menelepon orang tua gw, dan orang tua gw bukannya marahin gw, mereka malah membujuk sekolah agar mengijinkan gw untuk bolos, karena nilai gw yang selalu bagus membuat sekolah mengijinkan. Aneh kan orang tua gw?"


"Maaf ya Rez, aku bukanya mau bela orang tua kamu. Tapi menurut aku orang tua kamu kerja juga biar hidup kamu ga berkekurangan dan waktu orang tua kamu membujuk pihak ekolah, itu artinya orang tua kamu percaya sama kamu." tutur Windy, panjang lebar.


" Trus kenapa, mereka ga pernah ajak gw


jalan - jalan bareng, walaupun Weekend tetap aja kerja " Pekik Reza. Ia memasang raut wajah Kecewa dan kesal


" Emang kamu uda pernah jujur langsung ke orang tua mu, tentang apa yang kamu rasain?" Tanya Windy, yang mulai berjalan kembali.

__ADS_1


" Belum " Jawab Reza, yang ikut berjalan di belakang Windy.


Tiba - tiba Windy berhenti kembali dan membalikan badangnya " Ya iyalah sikap orang tua mu ga berubah, kamu sendiri aja ga pernah mencoba bilang ke orang tua kamu"


" Masa harus gw yang ngomong duluan? Emang meraka ga ngerasa, kalau hubungan mereka dengan Anaknya sendiri itu ga baik? "Pekik Reza. Lalu berjalan melewati Windy yang berdiri di depan -nya.


" Ihh keras kepala banget sih kau Reza, Yaudalah terserah kamu aja " Ucap Windy, sambil berjalan cepat. Kini Windy berjalan jauh di depan Reza


" Apaan sih, kok malah dia yang marah " Batin Reza. yang melihat windy berjalan cepat meninggalkan dia.


* * * *


Gadis cantik bernama Windy, Sudah tiba di rumah. Kaki Windy melangkah masuk ke dalam rumah, seraya mencari sosok Ana - Bundanya.


" Bunda Windy pulang " Ucap Windy. saat melihat bunda duduk di sofa sambil menonton TV.


" Eh anak Bunda uda pulang, " Balas Bunda. lalu kemudian berdiri, dan berjalan menuju ke dapur.


" Bunda itu apaan yang di kantong plastik? " Tanya windy. Saat melihat Kantong platik besar di atas meja dapur.


" Itu kue dari Toko, Kamu bawa aja besok buat teman - teman mu" Jawab Bunda


" Boleh, sini bunda siapin tempatnya " Ucap Bunda. Ia mengambil toples besar dari lemari.


" Sini Bunda, biar Windy yang Susun " Celetuk Windy


" Semangat banget kamu win, emang kamu kenal tetangga sebelah? "Tanya Bunda. sambil membantu Windy.


" Itu teman sekelas Windy bun " Jawab Windy. Ia menutup toples tersebut, seusai menyusun kue


" Pantes aja " Ujar bunda senyum


" Bun Windy pergi antar kue dulu, nanti abis itu Windy baru makan" Seru Windy. saat pergi membukan Pintu pagar.


" Ya ampun itu anak " Memandang ke arah windy yang keluar rumah


* * * *

__ADS_1


Tingg Tongg ( suara bel rumah )


" Siapa itu malam - malam ? " Tanya Mama Reza. yangvtengsh duduk di ruang depan.


" Gatau bu, coba saya bukain dulu " Balas bi suti. Ia melangkah keluar untuk membuka pintu.


" Cari siapa dek? " Tanya bibi. Saat melihat Windy berdiri di depan


" Saya teman Sekelas Reza dan juga tetangga sebelah, ini mau anterin kue dari bunda saya " Jawab Windy. memperihatkan kue yang di pegangnya.


" Ohh, masuk aja dek " Ucap bibi. mempersilakan Windy masuk


" Maaf, ini tante.. mamanya Reza bukan? " Tanya Windy senyum.


" Ehh Bukan, saya Asisten rumah tangga di sini " Jawab Bibi. Ia berjalan masuk ke dalam


" Ohwalah saya kira Mama nya Reza hehe " Ucap Windy. mengikuti bi suti berjalan masuk ke dalam


" Ini baru mamanya den Reza " Balas bibi. saat ia tiba di ruang depan


" Siapa bi? " Tanya Evi, mama Reza


" Ini ada teman sekolah Den Reza, sekaligus tetangga " Jawab bibi. menoleh Windy.


" Malam tante, ini saya mau anterin Kue dari bunda saya " Ucap Windy senyum. Ia berdiri di hadapan Evi, mama Reza


" Ohh, sini duduk aja. Mau tante panggilin Rezanya? " Jawab Evi


" Eh gausah tante, kebetulan saya ada perlunya sama tante" Balas Windy. lalu duduk di samping mama Reza.


" Sama tante? "


" Iya sama tente, Saya mau ngobrol sama Tante soal Reza"


" Bibi tolong ke dapur yaa, siapin minum " Ucap mama Reza, sambil senyum


" Iya bu " Jawab bibi, yan kemudian berjalan ke dapur

__ADS_1


BERSAMBUNG...


__ADS_2