ADA CINTA.

ADA CINTA.
Bab 5


__ADS_3

Untuk kesekian kalinya Windy dan Angela pulang sekolah bersama. Mereka pulang tidak dengan kendaraan melainkan jalan kaki karena jarak dari sekolah ke rumah cukup dekat. Di tengah perjalanan pulang, mereka selalu berbincang membahas berbagai hal.


"Ngel, waktu itu kamu bilang kalau si reza punya temen deket. Kalau boleh tau namanya siapa ya?" tanya Windy, yang berjalan di sebelah kanan Angela.


"Namanya Rendy Lino, Win. Anak XI IPS 2, kelasnya ada di sebelah kelas kita," jawab Angela.


"Ternyata bener temennya Rendy yang rumahnya, sebelahan sama rumah aku itu si Reza," balas Windy, yakin.


"Hah?! Serius?! Jangan-jangan kamu sama Reza beneran jodoh ... tadi aja kamu di isengin sama guru killer teru di kasi hukuman buat bujuk si reza biar dia gak bolos lagi," pekik Angela, heboh.


Windy memutar kedua bola matanya malas, saat mendengar ucapan Angela. "Idihh ... gabakal mau aku."


"Bohong kamu win, Reza ganteng gitu padahal," ujar Angela, terkekeh.


Windy meletakan jari telunjuknya ke bibir. "Aku gamau denger kamu puji dia lagi Ngel! mending sekarang kamu bantu aku mikiran cara bujuk Reza biar gak bolos lagi. Soalnya dari kemarin uda mohon-mohon ke dia, tapi dianya malah marah-marah."


"Bentar deh ... tapi pas aku sebut nama Rendy keknya kamu uda kenal gitu sama dia?" ucap Angela, penasaran.


"Iya. Aku kenal dia waktu baru pindah ke sini, terus sekarang kita temenan." Windy sedikit mendekat ke Angela, saat ada mobil yang melaju melewati mereka.


"Nah! Kamu uda temenan sama rendy kan? Sekalian aja kamu minta bantuan dia buat bujuk Reza," pekik Angela, mengalahkan suara kendaraan yang berlalu lalang.


"Iya ... juga yaa. Tapi emangnya Rendy mau?" tanya Windy, bingung.


"Selama aku sekolah di Cendrawasih, yang aku tahu. Rendy itu baik terus ramah Win, jadi aku yakin dia mau bantuin kamu," tutur Angela, senyum.


"Oke, nanti aku coba minta bantuan Rendy. Makasih Ngel," ucap Windy, malu-malu.


"Santai aja kali Win." Angela tertawa kecil sembari menatap lurus ke jalanan.


Windy tidak membalas ucapan Angela, sekarang gadis itu membisu saat melangkah. Pikirannya mengingat kembali kejadian di belakang sekolah. Ya, kejadian yang meribatkan Rendy dan Reza saat jam istirahat pertama.


Flashback On ❧


"Hah!? Kapan gw bilang mau ketemu dia?" Reza berusaha memberi kode kepada Rendy.


Rendy menyadari kode yang diberikan Reza dan ia pun tersenyum kikuk. "Eh, iya gw salah. Bukan lu yang bilang ya."


Windy bingung dengan ucapan Rendy yang berubah-ubah. "Aneh ... aku balik ke kelas dulu Ren." Mendadak keinginan Windy yang ingin membujuk Reza, lenyap begitu saja. Dengan wajah jengkel gadis itu melangkah pergi meninggalkan Reza dan Rendy di belakang.


Seraya menatap Windy yang sudah menjauh, telunjuk Rendy bergerak menggaruk kulit kepalanya yang tidak terasa gatal. "Reza! Kok lu gamau Windy tahu, kalau lu pengen ketemu dia sih?"


"Itu sebelum gw tau, kalau yang lu ngomongin waktu itu dia. Cantik sih, tapi gw gak suka," celetuk Reza, datar.


Rendy mengerutkan pelipis heran. "Emang kanapa sama Windy?"


"Duhh ... dia baru ketemu gw baru beberala kali, tapi uda berani maksa gw buat gak bolos. Dia itu tipe cewek rempog!" ucap Reza, jengkel.


Rendy berjalan kemudian duduk di sebelah kanan Reza. "Menurut gw, Windy itu friendly bukan rempong."


"Dah lu gam ngerti, coba aja lu diposisi gw," celetuk Reza, malas.


"Windy itu cantik, sekali liat cowok-cowok langsung naksir." Rendy menatap heran teman baiknya itu.


"Dari tadi lu muji-muji dia muku, gak sekalian aja lu jadiin pacar?" geram Reza.


"Ntar saiangan kita." Rendy terkekeh.

__ADS_1


Flashback Off ❧


Angela menggoyang pundak Windy. "Windy!"


Windy tersadar dari lamunannya. "Hah? Kenapa Ngel?"


"Ngelamunin apa hayo?" Angela menunjuk dan menatap Windy.


"Ngelamunin tugas ... hari ini gak ada tugas kan ngel?" ujar Windy, cepat.


Angela menggeleng pelan. "Gak ada Win."


"Mau main ke rumah aku gak Ngel? Masih belum puas ngobrol nih." Windy tersenyum dan menatap Angela dengan tatapan memohon.


"Iya mau, tapi aku chat mama ku dulu ya, buat ijin." Angela mengambil ponselnya dari tas.


Windy mengangguk paha. "Oke."


Angela tersenyun senang saat membaca balasan mamanya. "Uda nih"


"Yauda yuk!" Windy mengenggam tangan Angela kemudian keduanya berjalan cepat.


✺ ✺ ✺ ✺


Langkah Windy dan angela berhenti tepat di depan rumah berpagar coklat. Windy membuka pintu pagar tersebut, Setelah Ia dan Angela sudah melangkah masuk. Gadis itu kembali menutup pintu pagar tersebut.


"Bunda Windy pulang." Dengan sepatu yang sudah terlepas dari kaki, Windy dan Angela memasuki rumah sederhana berlantai dua itu.


Ana yang sedang terduduk di sofa sembari menyaksikan acara televisi, melirik ke arah Windy dan Angela. "Ini siapa Win?" Bunda tersenyum saat melihat Angela.


"Hallo tante," sapa Angela, senyum.


"Hallo Angela, ayo duduk dulu." Ana menepok sofa, mempersilakan Angela untum duduk.


"Iya tante." Angela berjalan perlahan lalu Ia duduki diri di samping Ana dengan jarak 15 cm.


"Bunda ... Windy mau mandi dulu, Bunda tolong temenin Angela sebentar ya." Setelah mendapat anggukan dari Ana. Gadi berkulit putih itu pun melangkah ke kamar untuk mengambil handuk serta baju ganti.


✺ ✺ ✺ ✺


Windy baru keluar dari kamar mandi dengan pakaian santai yang melekat pada tubuhnya. Angela terlihat legah saat melihat kedatangan Windy. Bagaiman tidak legah, sejak tadi Angela sudah merasa canggung saat dirinya duduk di sebelah Ana.


"Windy bunda kan uda bilang mandinya yang cepat, kok tetap lama," celetuk Ana.


"Maaf bunda ... sekalian buang air besar," tutur Windy, malu.


"Kamu ... ini." Bunda menggeleng takjub.


"Ngel main ke kamar aja yuk!" ajak Windy, mendapat anggukan dari Angela.


"Tante, Angela ke kamar Windy ya," pamit Angela, senyum.


"Iya," balas Ana lembut.


Setelah mendapat balasan dari Ana, gadis berkacamata itu pun berjalan mengikuti Windy dari belakang menuju kamar.


"Hallo Kak," sapa Lita saat melihat Windy dan Angela berjalan memasiki kamar.

__ADS_1


"Haii." Angela tersenyum dan melambaikan tangan kepada Lita.


"Dek! Keluar dong!" pinta Windy.


"Iya ... iya ..." Lita turun dari kasur dan berjala keluar dari kamar.


"Win itu adik kamu kan?" tanya Angela penasaran.


"Iya." Windy membarikan diri ke kasur.


"Namanya siapa?" Angela menduduki diri, tepat di sebelah Windy.


"Lita Anastasya," tutur Windy.


"Jangan marah ya Win, jujur cantikan adik mu dari pada kamu." Angela terkekeh


Itu memang benar. Dan Angela merupakan orang ke 26 yang bilang seperti itu. Bukan hanya cantik, Lita juga imut seperti noneka. Karena wajahnya yang cantik dan imut itulah, membuat Lita jadi primadona di sekolah lama dan barunya.


"Wahh apaan nih." Windy bangun dari kasur dan duduk di sebekah Angela sembari terkekeh.


✺ ✺ ✺ ✺


Tak terasa, sudah dua jam lebih Angela menetap di kamar Windy. Mereka berbicang, curhat, dan gosip bersama. Windy dan Angela semakin dekat layaknya sahabat lama yang bertemu kembali setelah lama berpisah.


"Uda jam 05 : 20 sore nih Win, aku mau pamit pulang dulu. Takut mama ku cariin." Angela bangkit dari duduknya, lalu meraih tasnya yang tergeletak di lantai.


"Yahh ... cepet banget." Windy ikut berdiri dan berjalan dibelakang Angela, keluar dari kamar.


"Bunda, Angela pamit pulang ya ..." pamit Angela sewaktu melewati ruang depan.


"Cepat banget Angela, kapan-kapan mampir lagi ya. Oh yaa kalau bisa, ikut Windy buat datang ke toko kue Bunda. Nanti Bunda kasi kue gratis buat kamu." celetuk Ana antusias.


"Iya Bun, makasih banyak ... bye bunda." Angela melambaikan tangan, kemudian berjalan keluar pintu bersama Windy di depannya.


"Hati-hati ya Ngel." Ana menatap kepergin Windy dan Angela yang menghilang di balik pintu.


Windy suda membuka pintu pagar dan kini ia berdiri di depan rumah. Angela yang baru selesai memakai sepatu, berjalan cepat menghampiri Windy.


"Lah Reza?" Angela melihat Reza sedang mengunci pintu pagar rumahnya dari luar.


"Kok lu disini?" tanya Reza heran.


"Aku habis dari rumah Windy, ini rumah kamu?" Angela menunjuk rumah mewah berlantai tiga itu.


"Yaa," ucap Reza datar.


Angela melirik ke sebelah kiri, di mana Windy tengah berdri mematung sejak melihat Reza. " Wahh sebelahan beneran rumahnya, Ciaelah ...." Angela melirik Reza dan Windy secara bergantian, kemudian ia terkekeh keras.


"Apaan sih Ngel, gajadi pulang nih?" celetuk Windy, jengkel.


"Oh iya kelupaan, bye Windy ... Reza ... Awas Cinlok!" Angela berjalan cepat meninggalkan Windy dan Reza.


Saat Angela sudah menghilang dari pandangannya, Reza melirik Windy sekilas dengan raut dinginna. Tanpa berkata-kata cowok berparas bule langsung masuk ke dalam rumahnya, meninggalkan Windy sendiri.


"Ih ... nyebelin banget sih tuh cowok!" geram Windy, saat melihat wajah datar Reza barusan.


Bersambung → → → → → →

__ADS_1


__ADS_2