ADA CINTA.

ADA CINTA.
Bersama


__ADS_3


RENDY : Win


WINDY : kenapa ren ?✔


RENDY : lu lagi sibuk ga?


WINDY : Gak Ren✔


RENDY : tolong bantu siapan acara buat wisuda kakak kelas, bisa ga?


WINDY : sekarang?✔


RENDY : iya sekarang cantik


WINDY : Bisa ren✔


RENDY : Oke, gw jemput ya


WINDY : Yaa ✔



Windy langsung bangkit dari kasur, lalu berganti pakaian, tidak lupa Ia memakai jaket warna abu kesayangan nya. Windy meraih ponsel di kasur lalu di masukan ke dalam tas ransel berwarna hitam. Windy keluar dari kamar dan duduk di depan teras, sambil menunggu kedatangan Rendy.


Sepuluh menit Windy menunggu, suara motor Rendy sudah terdengar. Windy bangkit berdiri dan berjalan menghampiri Rendy yang sudah berada di depan pagar rumah. Windy membuka pintu pagar, lalu menutup nya kembali.


" Uda lama nunggu nya win ?" Tanya Rendy senyum. Matanya tidak berkedip memandangi Windy


" Ga kok "


" Oh, yauda naik win " Ujar Rendy. Ia menghidupkan motornya. Windy pun menaiki motor Rendy, tidak lupa Ia memegang pundak Rendy untuk menaiki motor besar tersebut.


" Uda ? " Rendy menoleh ke belakang, memastikan Windy sudah duduk dengan aman.


" Uda ren " Seru Windy. Tak butuh lama, Rendy pun langsung menjalankan motornya. Windy memegang erat baju Rendy agar dirinya tidak jatuh dari motor. Saat Rendy dan Windy sudah pergi, Reza yang melihat mereka dari Balkon kamar dari tadi, kemudian masuk kembali ke kamarnya dengan raut wajah datar.


⏲⏲⏲⏲


Rendy dan Windy pun tiba di sekolah, Rendy memakirkan motornya, dan Windy menunggu Rendy di lapangan . Seusai Rendy selesai memakirkan motornya, Ia berjalan menghampiri Windy.


" Ayo win, ke ruang Osis " Rendy menepuk pelan pundah Windy. Windy menoleh, dan mengangguk pelan. Mereka meninggalkan lapangan. kemudian berjalan di lorong sekolah. Sekolah terlihat sangat sepi karena hari libur


" Ini yang ngurus acara Wisuda buat kakak kelas, kita berdua doang ren? " Tanya Windy. Ia berjalan beriringan dengan Rendy


" Lu mah berduan sama gw ? " Balas Rendy, sambil terkekeh saat berjalan


" Ishh, Ku serius nanya ren " Windy menepok dan menatap Rendy


" Galak amat. Ga kok, nanti kita di bantu juga sama Felix, Fanda, Alvin, Christ, Grace. " Rendy berhenti di depan ruangan Osis, lalu membuka pintu tersebut dan melangkah masuk ke dalam.


" Reza ga ikut ? " Tanya Windy. Ia mengikuti Rendy dari belakang, masuk ke ruang Osis. kemudian duduk di salah satu kursi, yang terletak di dekat papan tulis


" Gak. Reza kan Sie olahraga " Celetuk Reza. Tangan nya sibuk membuka Lemari dan mengambil tumpukan kertas. Ia membawa tumpukan kertas tersebut ke atas meja


" Ohh " Windy mengangguk paham. Ia berdiri dan menghampiri Rendy yang tengah sibuk memberekan tumpukan kertas di meja


" Dari pada lu bengong, mending bantuin gw beresin nih kertas, trus kalau ketemu tulisan Proposal Wisuda. kasi ke gw ya " Rendy Membagi tumpukan kertas tersebut menjadi dua, lalu menyerahkan setengah tumpukan kertas tersebut kepada Windy.


" Siap bos " Windy menerima Tumpukan kertas tersebut, lalu kembali duduk


Dari arah pintu terdengar suara. Felix dan Fanda datang bersama, Windy dan Rendy yang sedang sibuk mencari proposal Wisuda tahun lalu, kemudian menoleh ke arah pintu.

__ADS_1


" Wiss, maaf ren lama. Soalnya jemput tuan putri dulu " Ucap Felix. berjalan menghampiri Rendy sambil terkekeh


" Hilihhh " Fanda memutar bola matanya malas. Ia berjalan menghampiri Windy lalu duduk di samping Windy


" Haii win, berdua aja dari tadi? " Tanya Fanda Senyum. Sesekali Ia melirik ke arah Rendy


" Iyaa " Jawab Windy.


" Win, Ini uda ketemu proposal wisudanya. Uda itu kertas -kertasnya biar si Fanda aja yang beresin. Lu kesini bantuin Gw nyusun Acara " Seru Rendy. Ia memandang ke arah Windy dan Fanda


" Uda sana win. Biar ini gw yang beresin " Ucap Fanda, Tangan nya meraih tumpukan kertas yang terletak di depan Windy. Windy mengangguk pelan, lalu berdiri dan berjalan ke arah Rendy


" Fel, lu gantiin gw beresin ini. Kalau uda simpan ke lemari, disusun yang rapi " Rendy menyerahkan tumpukan kertas kepada Felix.


" Iya Iyaa " Felix bangkit dari kursi nya, dan berjalan ke arah Fanda, Ia duduk di samping Fanda. Sedangkan Windy, yang tadi nya berdiri, duduk di kursi yang sebelum nya di duduki oleh felix


Saat Windy dan Rendy sibuk menyusun acara, Felix dan Fanda sibuk merapikan tumpukan kerta. Alvin dan Christ datang, lalu di susul oleh Grace di belakang mereka. Felix dan Fanda menoleh ke arah pintu, menatap kehadiran mereka bertiga, Sedangkan Windy dan Rendy masih serius menyusun Acara.


" Gilaa, ini Ruang Osis atau Ruang bucin " Seru Alvin sambil terkekeh


" Berisik " Christ menoyor kepala Alvin dari belakang, lalu berjalan dan duduk di samping Felix. Fanda, Feli×, Grace, Rendy dan Windy mereka terkekeh melihat Alvin yang memegang kepalanya dan meringis kesahitan.


" Jomblo sirik aja " Celetuk Felix


" Etsss, ini lu ga liat, cewe gw. Grace " Alvin tersenyum, sambil menunjuk Grace yang berdiri di belakang nya


" Minta di bogem ama Veto lu? Jones jangan gitu juga kali " Pekik Fanda, terkekeh. Grace hanya bisa mengerutkan pelipis, lalu berjalan ke arah Windy.


" Becandaa, jangan di aduin yaa Grace " Ucap Alvin. Fanda dan Windy hanya bisa tertawa kecil melihat Grace yang di Usilin oleh Alvin


" Christ, Alvin. Sini lu bantuin gw " Seru Rendy. Christ dan Alvin pun berjalan menghampiri Rendy , dan duduk di samping Rendy


⏲⏲⏲⏲


" Akhirnya selesai juga " Ucap Alvin. Ia melenggokkan tubuh dan bernapas lega


" Iyaa, uda. Makasih uda bantuin " Balas Rendy


" Kan emang tanggung jawab kita bersama " Celetuk Fanda. Ia berdiri di samping Felix


" Ehh Ku duluan ya, Veto uda di depan. Byee " Grace melambaikan tangan ke arah windy dan Fanda. kemudian berlari kecil keluar dari ruang Osis.


" Sayang yaa " Ucap Alvin


" Sayang kenapa ? " Tanya Christ. semua orang di ruang Osis, menoleh ke arah Alvin


" Sayang Grace cantik, tapi uda ada yang punya " Alvin tersenyum miris. semuanya terkekeh mendengar kalimat yang keluar dari mulut Alvin


" Udah ah, Gw ama Fanda pulang dulu ya. Uda sore, nanti mama nya Fanda cariin " Pekik Felix. yang berjalan ke arah pintu, dan membuka pintu tersebut


" Duluan ya " Ujar Fanda. Ia menghampiri Felix yang sudah menunggu di depan pintu. Windy, Rendy, Alvin dan Christ hanya mengangguk.


" Gw juga pulang ya ren, win. Mau bareng ga vin? " Christ bangkit berdiri dan berjalan keluar ruang Osis.


" Eh tungguin christ. Duluan Rendy, Windy Cantik " Ucap Alvin Senyum. Ia berlari menyusul Christ yang sudah keluar dari Ruang Osis. Windy menatap bingung, dan Rendy menatap sinis Alvin.


" Win, yuk pulang " Ajak Rendy. Windy mengangguk, dan berjalan mengikuti Rendy keluar Ruang Osis.


" Lu lapar ga win? mau makan dulu ga? " Tanya Rendy. Tangan sibuk, menguncing kembali Ruang Osis agar aman.


" Boleh " Jawab windy senyum


" Yauda yuk " Selesai Rendy memastikan pintu ruang Osis, sudah terkunci. Ia pun berjalan ke arah pakiran motor, diikuti Windy di belakang nya.

__ADS_1


" Pelan - pelan kali jalan Ren " Seru Windy. ia tertinggal jauh di belakang Rendy. Rendy memutar badanya 180° dan berjalan menghampiri Windy, Ia meraih tangan Windy lalu menggenggam erat tangan tersebut.


" Biar ga ketinggal lagi " Ucap Rendy senyum. Windy hanya bisa pasrah tangan di genggam oleh Rendy.


⏲⏲⏲⏲


Langit sudah mulai gelap, Rendy menghentikan motornya di depan kedai pecel lele. Rendy mematikan motornya dan membiarkan Windy turun duluan, lalu baru dirinya turun dari motor. Keduanya berjalan masuk ke dalam kedai tersebut secara beriringan.


" Lu mau nasi biasa atau nasi uduk win " Tanya Rendy. ia menatap Windy yang berdiri di samping nya


" Nasi biasa aja Ren " Jawab Windy senyum


" Bang, pecel lele nya dua sama nasi,yang satu nasi biasa trus satu lagu nasi uduk. Trus minumnya Es teh manis " Ucap Reza.


" Siapp " Balas Abang tukang pecel lele, sambil mengarahkan jempol ke arah Rendy. Windy dan Rendy pun berjalan ke arah tempat duduk, lalu duduk bersebelahan.


" Ini buat cuci tangan nya " Abang pecel lele tersebut, memberika dua air kobokan kepada Rendy. Rendy tersenyun dan mengangguk paham.


" Baru mau gw kasi jaket, biar kaya di film - film. Eh lu nya pakai jaket " Ucap Rendy. Ia menatap Windy sambil terkekeh


" Biar apa begitu? " Balas Windy senyum


" Biar lu sayang sama gw. Becanda - becamda win " Rendy terkekeh, sambil mengarahkan dua jari yang membentuk huruf V


Windy memutar bola matanya " Untung ku ga baper Ren " Celetuk windy


" Kalau baper juga gapapa " pekik Rendy. Ia tertawa kecil


" Semua Cewe kau gituin kali yaa ren? "


" Ga ke lu doang, soalnya lu kan ga baperan orang nya "


" ga bape__ " Ucapan Windy terpotong, karena Lele yang mereka pesan sudah datang, berserta dua Es teh manis.


" Makasih bang " Ucap Windy. Abang pecel lele tersebut mengangguk lalu berjalan pergi


" uda laper yaa win? semangat banget " Ledek Rendy


" Iya nih, dari siang belum makan " Windy pun langsung menyatap makanan nya itu, seusai Ia berdoa.


" Pelan - pelan win, nanti kesedek " Rendy menggeleng heran dengan tingkah laku Windy. Ia pun ikut menyatap makanan nya. Tidak lupa dirinya membaca doa dahulu sebelum makan.


⏲⏲⏲⏲


" Makasih Ren uda bayarin makan, trus uda anter pulang juga " Ucap Windy senyum. Ia baru saja sampai dirumah dan sekarang berdiri di depan gerbang menatap Rendy yang duduk di atas motor


" Iyaa, Gw pulang yaa. Bye win " Rendy menyalakan mesin motornya, lalu melaju pergi, meninggalkan perkalangan rumah Windy. Saat Rendy sudah menghilang dari pandangan nya, Windy pun membuka pagar dan masuk ke dalan rumah.


" Dari mana Win? " Tanya Bunda. Ia duduk di sofa sambil menonton televisi bersama Lita


" Habis kerjain tugas Osis bun " Bakas Windy. Ia kemudian duduk di samping Lita


" Uda makan win? "


" Uda bun, tadi di traktir Rendy " Windy tersenyum


" Besok - besok kalau mau di traktir lagi, di tolak ya win. kan sama - sama sekokah, masa orang tua nya kasi duit, trus malah bayarin kamu makan " Celetuk Bunda. Ia menatap dalam Windy


" Iyaa bun. Windy ke kamar yaa bun " Windy mengangguk paham. lalu Ia bangkit dari sofa dan berjalan kerah kamar


Windy melepaskna tas ransel dari punggung nya, lalu merebahkan diri ke atas kasur, Ia menarik nafas dalam - dalam lalu membuangnya.


" I feel something wrong wit my heart " Gumam Windy.

__ADS_1


BERSAMBUNG


Ps : Makasih buat yang setia menunggu sampai satu tahun. jangan pernah bosan yaa membaca novel gaje ku ini ^^


__ADS_2