ADA CINTA.

ADA CINTA.
MPLS Pertama


__ADS_3

----------------HAPPY READING----------------


Tepat pukul enam pagi. Semua anggota Osis SMA Cendrawasih, sudah berkumpul di ruang Osis. Mereka sedang mengadakan rapat Osis. Sebelum Kegiatan MPLS dimulai, pada pukul tujuh pagi nanti.


Semua Anggota Osis, yang berkumpul di ruang Osis. Memakai seragam putih abu -abu, serta atribut lengkap. Tidak lupa jas berwarna biru tua, yang bertulisan OSIS CENDRAWASIH.  melekat di tubuh mereka.


Rendy sebagai Ketua Osis, sudah berdiri di depan. Memimpin jalanya rapat Osis. Sebelum ia memulai rapat, Rendy mengabsen Anggota Osis terdahulu. Untuk memastikan tidak ada yang telat atau bolos. Di hari penting ini.


" Bagus, ga ada yang bolos atau telat " Rendy selesai mengabsen.


Rendy berjalan, lalu meletakkan buku bertulisan nama - nama anggota osis, ke dalam lemari berwarna coklat. Seusai buku tersebut sudah tersimpan dengan aman, Rendy kembali berdiri. menghadap semua anggota osis yang duduk melingkari meja berbentuk persegi panjang.


" Zion, tolong lu jelasin game yang akan di pakai buat MPLS  " Pinta Rendy.


Zion mengangguk paham. Ia berdiri dari kursi,lalu berjalan ke depan. Semua pasang mata mengikuti sosok Zion. Hingga cowo berparas manis itu,berhenti dan berdiri di sebelah kiri Rendy.


" Jadi gw, liko, sam Grace. Uda siapan dua game buat MPLS " Suara jantan Zion, dapat didengar jelas. Oleh Semua orang yang berada di ruang Osis.


" Kedikitian itu gamenya " Protes Alvin. Semua orang mendadak melirik sang empunya suara.


" Tolong. Buat kritik dan saran disampaikan, saat Zion uda selesai menjelaskan " Tegur Rendy. Ia menatap ke arah Alvin dengan raut wajah datar.


" Iya maaf " Alvin menunduk malu


" Gw lanjut nih? " Tanya Zion. Ia menolek ke arah Rendy, meminta persetujuan. Rendy mengangguk mengijinkan.


" Game pertama namanya SIAPA SAYA?, dan itu dipakai buat hari ini. Trus game kedua namanya SAMBUNG BISIK, dipakai buat hari terakhir " Zion mengehelai nafas, lalu lanjut menjelaskan


" Gw bakal jelasin game pertama dulu. Dan gw butuh bantuan " Zion melirik satu per satu Anggota Osis


"  Brokoli, sini bantu gw " Zion menunju Jonatan cowo berambut kribo.


Jonantan bedesis " Nama gw jonatan, bukan brokoli ABANG "


Jonatan memamg tidak suka di panggil Brokoli. Walaupun memamg rambut kribonya mirip dengan sayur Brokoli, tetap saja Ia tidak terima julukan itu.


" Uda sini cepet " Pinta Zion terkekeh


Jonatan bangkif dari duduknya. lalu Ia berjalan ke depan, menghampiri Zion " Ribet lu " Dumel Jonatan


" Lik sini, bantuin gw " Zion melambaikan tangan ke arah Liko, mengisyaratkan meminta Liko untuk segera maju.


Liko maju, lalu Ia berdiri di samping si Kribo, Eh Jonatan maksudnya. Semua manik mata, menatap kedepan memperhatikan ketiga cowo itu.


" Jadi game nya nanti, Kita minta semua peserta MPLS untuk berdiri dan membentuk lingkaran. Nah angap aja gw, liko, sama jonatan Itu peserta MPLS ya. Nah si rendy sebagai Osis, nunjuk salah satu dari kita bertiga. "


" Tunjuk ren " Lanjut Zion


" Gw nunjuk lu ion " Ucap Rendy


" Si Rendy uda nunjuk gw. Trus gw harus sebutin nama, asal SMP, Cita - cita , Sama hobbi. Contoh yaa, Nama gw Zion, dari SMP tadika mesra, cita -cita gw mau jadi pilot , hobbi gw main futsal. Kalau uda selesai gw sebutin, gw boleh nunjuk orang lain secara acak. "


" Gw nunjuk Liko. Lu lik harus sebutin nama, asal SMP, cita-cita, sama hobi gw "  Ujar Zion


" Nama dia Zion, asal SMP dia Tadika mesra, cita - cita di pilot,  hobbi dia main futsal " Ucap Liko


" Kalau uda, lu juga sebutin nama, asal SMP, cita - cita, sama hobi lu " Celetuk Zion


" Nama gw liko, asal SMP kartika sari, cita - cita jadi dokter, hobi baca "


" Kalau si liko uda selesai sebutin, si liko boleh nunjuk orang lain buat ngelakauin hal yang sama. Misal si liko nunjuk Jonatan "


" Jadi jonatan harus sebutin nama, asal SMP, cita - cita sama hobi nya gw, liko ditambah punya nya sendiri "  Lanjut Zion


" Paham ga lu pada ? " Ucap Zion, Ia memandang anggota Osis yang masih terduduk di kursi


" Bentar, berarti misalnya orang keempat yang ditunjuk. Jadi si orang keempat, harus sebutin nama,hobbi, cita- cita sama asal smp nya orang pertama ,kedua ,dan ketiga dong. Trus begitu seteruanya " Tanya Tania


Zion mengangguk iya " Yapss betul "


" Trus ion, misalnya itu orang ke dua pulu nih. Susah dong, dia harus ngafalin nama, cita-cita, hobi, sama asal SMP. Dari 20 orang, temasuk punya dia sendiri ? " Tanya Christ


" Nah itu tangtangannya " Zion tersenyum penuh arti


" Kalau ada yang salah pas nyebut gimana? " Tanya Windy


" Yahh dapat hukum. Kita ambil sepuluh orang, yang ngelakuin kesahan. Trus yang uda ngelakuin kesalahan, ga boleh ikutan lagi. " Terang Zion


" Hukuman nya apa? " Tanya Grisel


" Hukumannya. Mereka haru pilih tiga kelas, trus nyanyi di depan kelas itu " Sahut Liko


" Wihh mantap " Seru Alvin


"  Uda.. Uda.. Ayo lanjut rapat lagi. sisa 35 menit nih " Celetuk Rendy


****


Jam sudah menunjukkan pukul enam lewat lima puluh menit. Rapat Osis sudah berakhir, Semua Anggota Osis pun keluar dari ruang Osis. Mereka berpencar, untuk menjaga setiap titik tempat yang akan di datangi oleh peserta MPLS. Hal itu dilakukan oleh Osis, untuk mengarahkan semua Peserta MPLS. Berkumpul di Aulla SMA Cendrawasih.


Reza, Christ, dan Tania. Mereka bertugas untuk berjaga,di depan gerbang sekolah. Windy, Alvin, dan Alex Mereka bertugas untuk berjaga, di lapangan SMA Cendrawasih. Rendy, Fanda,dan Felix. Mereka bertugas berjaga, di dalam Aulla. Sisanya ada berjaga, di depan aulla, di kantin sekolah, dan di belakang sekolah.


Tepat pukul tujuh. Semua Anggota Osis berkumpul di Aulla, karena Kegiatan MPLS akan segera di mulai. Semua Anggota Osis berdiri di depan panggung Aulla, kecuali Alex dan Tania. Mereka berdua, bertugas di depan pintu Aulla. Untuk mencatat nama peserta MPLS yang telat.


" Ga salah gw sekolah di sini, Kakel nya ganteng - ganteng "


" Ketua Osisnya yang mana ya? "


" Yang berdiri di paling Kanan, cantik banget "


" Calon pacar gw di depan"


" Hati ku bergejolak, ngeliat Cogan di depan "


" Wajah datar aja ganteng, apalagi senyum "


" Itu Osis ganteng, yang jaga di depan gerbang barusan kan? "


" Cantik tuh bro "


" Itu ada Osis keturunan bule, kek di novel lapak jeruk "


" Semoga yang berdiri di tengah, masih jomblo "


Itulah hasil percakapan dari perserta MPLS. Mereka berkumpul dan duduk di ruang Aulla. Seragam yang di pakai Peserta MPLS adalah putih biru. Sejak masuk ke dalam ruang Aulla, Peserta MPLS ini sudah heboh sendiri, mereka terlihat sangat antusias untuk mengikuti Kegiatan MPLS di hari pertama.


Suara mereka sangat terdengar jelas di ruang Aulla. Mereka saling beradu suara, bagaikan di pasar. Mungkin, bisa dibilang lebih berisik dari pasar.


" Selamat Pagi Semua " Sapa Rendy. Rendy menggunakan mic, Sehingga Suara lembut Rendy dapat di dengar jelas,  oleh semua orang. Yang berada di dalam ruang Aulla.

__ADS_1


" PAGII KAK " Seru semua peserta MPLS


" Perkenal kan nama saya Rendy. Ketua Osis SMA Cendrawasih. Dan di sebelah kiri dan kanan saya, adalah parnet Osis saya. " Rendy menoleh ke sebelah kiri dan sebelah kanan, secara bergantian.


" Dengan Hormat, saya meminta pak Joko selaku kepala Sekolah SMA Cendrawasih. Naik ke atas panggung, untuk meresmikan kegiatan MPLS ini " Ucap Rendy semyum. Matanya menatap ke arah pak joko. yang duduk di barisan paling depan kanan.


Pak Joko, si kepala Sekolah. Bangkit dari duduknya, lalu berjalan dan naik ke atas panggung. Rendy menyerahkan mic yang Ia pegang kepada pak Joko. Diterimalah mic tersebut oleh pak Joko.


" Selamat pagi Anak - Anak " Sambut Pak Joko


" PAGI PAK " Serentak jawab Peserta MPLS


" Tampa basa basi lagi. Dengan ini, saya kepala Sekolah SMA Cendrawasih. Menyatakan kegiatan MPLS tahun 2019 dibuka "


PLOKK PLOKK


YEAYY


UHH


Suara tepuk tangan dan sorak sorai yang meriah, mengisi ruang Aulla.


Pak joko, mengembalikan mic yang Ia pegang kepada Rendy. Pak joko melontarkan senyum, lalu berjalan menuruni panggung.


" Untuk hari pertama MPLS. Saya akan membagi kalian menjadi perkelompok " Ujar Rendy.


Reza menoleh ke arah Windy,lalu memberi isyarat. Windy yang mengerti maksud Rendy, langsung memberikan buka berisi nama - nama kelompok kepada Rendy.


Rendy meraih buku tersebut, lalu membukanya. " Dengar baik - baik. Siapkan pulpen dan kertas untu mencatat nama anggoata kelompok kalian. Karena saya hanya akan menbacakan satu kali saja "


Semua peserta MPLS segera mengeluarkan buku dan pulpen. Ada peserta yang tidak membawa pulpen, langsung meminjam orang yang duduk di sebelahnya. Karena takut tidak dapat menghafal nama kelompoknya.


" Oke, saya akan membagi kalian menjadi 22 kelompok. "


Rendy membaca isi buku yang ia pegang


" Dengar baik - baik. Kelompok pertama. Ara Elsea, Sean haryanto, Rayhan agas, Ambar kosasih, Gralilea ica, Felicia rasefa, Hagar iskal, Samuel abram, Ateri tissa, Zoana putri, Valevya ace "


Peserta MPLS langsung mencatat nama - nama kelompok yang di sebutkan oleh Rendy. Walau itu bukan merupakan kelompoknya, tetap saja. Itu dilakukan untuk berjaga - jaga.


****


Pembagian kelompok telah selesai. Kini Osis dan peserta MPLS berjalan beriringan menuju lapangan sekolah. Mereka akan bermain game SIAPA SAYA?. Sesampai mereka di di lapangan, Osis langsung menyuruh semua peserta berbaris melingkar.


Sulit bagi Osis untuk mengatur barisan, karena jumlah peserta MPLS yang terlalu banyak. Sehingga membuat Osis kewalahan. Cuaca panas, membuat sebagian peseta mengeluh.


Alex sudah hilang kesabaran. Dari tadi dirinya sudah menahan amarah. Manja pikir Alex si cowo bertindik


Alex berdecak kesal " UDA TAU PANAS, YAA BARIS YANG BENER. YANG BIKIN LAMA TUH KALIAN, SUSAH BANGET DI ATUR " Bentak Alex. Jangan ditanya lagi, suara alex langsung membuat semua peserta MPLS menurut. Takut, itu alasan mereka menurut.


Serem banget sih Batin salah seirang peserta MPLS


Buset, si Alex sampai marah gitu Pikir Felix


" Giliran di marahin baru bisa di atur. Dari tadi kemana aja? " Cibir Tania


" Kalian masih mending, cuma di suruh baris di lapangan trus terpapar matahari. Dulu tuh kita lebih parah dari kalian " Celetuk Fanda. Hampir semua peserta hanya bisa menunduk takut, bersalah, dan malu.


" Uda. Ayo kita mulai main game nya yaa " Ucap Rendy senyum


Rendy meminta zion untuk mengambil alih aba- aba. Zion yang sejak tadi diam, kini mulai membuka suara. Ia mulai menjelaskan bagaimana cara bermain game SIAPA SAYA?. setelah selesai menjelaskan, Zion mulai menunjuk peserta laki - laki, yang memakai kaca mata.


Perserta laki - laki tersebut mulai melakukan apa yang di minta Zion " Nama saya Haikal rizki, dari SMP Eummania, Cita - cita saya menjadi seorang guru, hobi saya rebahan " Seusai peserta tersebut melakukan yang di minga Zion, Ia pun menunjuk peserta perempuan.


" SALAH " Serentah semua peserta berseru.


Peserta perempuan itu, menggaruk kulit kepalanya bingung. Zion melambaikan tangan, meminta Gadis beekuncir kuda itu. Untuk beediri di sampingnya. Gadis itu pun menurut. gapapa deh salah, kalau ujungnya bisa berdiri di sebelah cogan Pikir Gadis itu


" Kamu kenapa cengengesan? " Tanya Zion. Ia menatap Gadis bernama meimei Bingung. Gadis itu langsung menggeleng cepat.


" Kita lanjut yaa, mulai dari kamu " Seru Grace. Telunjuk grace menunjuk seorang peserta perempuan. Yang memiliki lesung di sebelah pipi kananya.


" Nama saya Valerie, Saya dari SMP Karya Nusantara, Cita - cita menjadi make up artist, Hobi saya melukis " Gadis bernama valerie ini, langsung menunjuk seorang cewe yang berdiri di sebelahnya.


" Nama nya Valerie, dari SMP Karya Nusantara, Cita- Cita dia menjadi make up artist, hobi dia melukis. Nama saya cathy, Dari SMP Karya Nusantara, Cita -cita menjadi pelukis, hobi make up " Gadia bernama cathy, melirik ke kanan dan ke kir


Semua peserta memandangi Cathy, Berharap dirinya di tunjuk sekarang. Dari di tunjuk pas di akhir, harus menghafal lebih banyak.


Tania berdecak kesal " Cepet tunjuk "


Spontan Cathy menunjuk seorang Gadis yang memiliki paras dingin. " Nama dia veleria, dari SMP...... "


*****


Kini Zion sudah mendapatkan sepuluh peaerta, yang kalah dalam permaianan, Dan permaianan pun dihentiakan. Mereka bermain selama dua jam. Kini jam menunjukkan pukul sepuluh. Di mana matahari semakin berani menampakkan dirinya.


Beberapa murid kelas XI dan XII yang berjalan melewati lapangan, sesekali melirik ke arah dimana MPLS dilaksanakan. Saat melihat Osis berdiri di bawa panasasnya matahari. Meraka merasa iba sekaligus bangga dengan Osis. Iba karena mereka harus bertahan melawan pansa. Bangga karena mereka menjalankan amanat sebagai Osis dengan baik.


" Untuk hukuman nya, saya akan berikan. Pada saat hari MPLS terakhir. Dan sekarang kalian berbaris seauai kelompok " Seru Zion


Sebagia Peserta ada yang langsung melakukan hal yang di ucapkan Zion, dan sebagian lagi terdiam karena masih merasa bingung.


" BARIS PER KELOMPOK. GA NGERTI JUGA ? " Kali ini giliran Vano yang membentak.


Ganteng - ganteng tapi galak Batin salah seorang peserta


Masih ada Peserta yang belum berbaris. Bukanya berbaris, sebagian dari mereka malah mengobrol bahkan berpencar dari kelompoknya. Disini kesabaran Osis di uji.


Reza berdecak kesal " KALAU EMANG KALIAN GA NIAT BUAT IKUT MPLS, MENDING PULANG SANA. " Bentak Reza. Cowo berparas bule ini, menjadi sorotan setiap pasang mata. Suasana du lapangan mendadak menjadi sunyi.


" GW HITUNG SAMPAI 3. KALAU KALIAN BELUM BARIS, JANGAN HARAP GW IJININ KALIAN BUAT ISTIRAHAT " Reza memasang raut wajah dingin, dan tatapan tanjam, menatap para Peserta.


" SATU "


Semua peserta langsung berlarian, mencari kelompok mereka, lalu berbaris cepat.


" DUA "


Hampir semua peserta sudah berbaris rapi, sesuai kelompok


" TIGA "


Sekarang semua kelompok sudah berbarus rapi menghadap Rendy si Ketua Osis. para peserta kini dapat bernafas lega.


" Sekarang kita bakal PBB. Jadi kalau kalian berhasil mengikuti aba -aba, kalian boleh langsung istirahat. " Ucap Ken


Semua Anggota Osis sudah berada di posisi masing -masing, memantau oara paserta


" SEMUA TUTUP MATA, JANGAN ADA YANG NGINTIP " Seru Felix.

__ADS_1


Jadi galak tuh bocah Pikir Fanda


Semua peserta mulai menutup mata, sesuai perintak Ken. Setelah Reza membentak, mereka menjadi penurut.


" Aba - aba saya ambil alih " Ucap Rendy. Ia berjalan mondar - mandir memantau lara peserta.


" Tangan di kepal, badan tegak, dan pandangan lurus kedepan. Jalan di tempat.. Grak " Lanjut Rendy


" Kiri.. kiri.. kiri.. kanan.. kiri.. " Serentak ucap para peserta


" Kiri.. kiri.. kiri... kanan... kiri.. " Kedua kami mereka sibuk berjalan di tempat


" MANA SUARANYA ? " Seru Grisel


" KIRI.. KIRI.. KIRI.. KANAN.. KIRI.. " Suara para peserta mendadak menjadi keras.


" KIRI.. KIRI.. KIRI.. KANAN.. KIRI.. "


" Berhenti... grak " Seru Rendy. membuat peserta berhenti bergerak.


Rendy menoleh ke arah Christ, mengisyratkan agar christ mengambil alih aba - aba. Christ mengangguk paham.


" Aba - aba saya ambil alih. Matanya tetal di tutup " Ucap christ


" Balik kanan, serong kanan, serong kanan... grak " Lanjut Christ. Semua peserta mengerakan kaki mereka, mengikuti aba - aba.


" Kali ini, kalau yang benar. Uda boleh istirahat " Seru Christ. membuat para peswrta tersenyum senang.


" Kita ngawasin kalian, jadi gausah curang " Celetuk Bella


" Serong kanan, serong kanan, hadap kanan, balik kiri... grak " Seru Christ. Setengah peserta salah mengikuti aba - aba.


" SIAP ULANGI KAK " Jawaban dari para peserta yang benar, saat mengikuti aba-aba.


" Bagus, yang uda benar. Boleh istrihat " Pekik Fanda


Para peserta yang benar, langsung berjalan keluar daei barisan " Makasih kak" Ucap mereka, sembari berjalan mengambil tas. Yang tergeletak di tepi lapangan. Sebagian dari peserta yang masih harus berbaris, menatap iri para peserta yang pergi.


" Aba- aba saya ambil alih " Seru Grace


" Matanya di tutup " Pinta Jonatan


" Balik kana, serong kiri, serong kana.... "


*****


MPLS hari pertama pun telah usai. Sekarang Osis sudah berkumpul di ruang Osis untuk beristirahat. mereka tidak mengikuti proses belajar mengajar selama tiga hari, Karena sudah mendapat ijin dari kepala sekolah.


" Capee bangett " Keluh Fanda, tangan nya sibuk mengibas - ngipas wajahny dengan buku


" Uda panas, tuh murid - murid baru suaah banget di atur " Sahut Vano


" Tadi si Reza keren gila. Galak nya membara " Celetus Alvin terkekeh


" Iya, gw sampai cengok tadi " Balas Felix terkekeh


Tok.. tok.. Suara ketokan pintu daru luar pintu ruang Osis. Semua orang yang berada di ruang osis menoleh ke arah pintu. Pintu tersebut di dari luar, terlihat seorang gadis cantik memakai seragm puti biru, berdiri di ambang pintu.


" Permisi saya mau cari kak Rendy " Ucap Gadis itu. Dia adalah Camela.


" Mau pulang sekarang ya mel? " Tanya Rendy


" Iya kak " Jawab Camela


" Guys gw pamit duluan ya, ini kunci ruang osis Christ. Tolong ntar di kunci " Ucap Rendy. sembari memberikan kunci kepada Christ.


Rendy berjalan menghampiri Camela yang berdiri di ambang pintu. " Yuk " Ujar Rendy. Ia dan Camela keljar dari ruang Osis. Semua pasang mata memandangi kepergian mereka berdua. Termasuk Windy dan Reza.


Kok Ku jadi kesal yaa Batin Windy


CAST ANAK OSIS



ZION



ALEX



CHRIST



ALVIN



LIKO



VANO



JONATAN



KEN



FANDA



AMELIA



TANIA



GRISEL

__ADS_1


BERSAMBUNG


Ps : Chapter paling panjang ini 🤣🤣


__ADS_2