ADA CINTA.

ADA CINTA.
Cowo ga peka


__ADS_3

----------------HAPPY READING----------------


Hari ini para peserta MPLS kembali mengenakan seragam putih biru. Berbeda dengan hari sebelumnya, hari kedua ini peserta MPLS diwajibkan mengenakan name tag yang terbuat dari kertas karton, dan diikat dengan tali lafia. Name tag berisi biodata dan foto itu, di gantungkan ke leher masing - masing Peserta MPLS. Hal di itu lakukan, untuk mempermudah anak OSIS mengetahui dan mengingat nama mereka.


Di lapangan sekolah SMA Cendrawasih, para peserta MPLS sudah berbaris rapi sesuai kelompok. Sebagai Peserta MPLS, mereka tidak ingin lagi mendapat amukan dari OSIS, seperti yang terjadi di hari sebelumnya. Rasanya menakutkan pikir mereka.


Kegiatan MPLS sudah berlangsung selama sepuluh menit. sekarang para OSIS sedang sibuk mengecek peserta MPLS, yang tidak membawa name tag. Tentu saja, hal itu membuat peserta MPLS yang lupa membawa name tag, ketakutan. Mereka takut, bila harus mendapat hukuman yang berat.


Reza bertugas mengecek barisan belakang bersama Zion, Liko dan Bella. Ia berjalan pelan, memeriksa setiap peserta. " Kamu " Reza menunjuk seorang peserta cewe, yang rambutnya di kuncir dua.


Aduh kena nih batin peserta cewe yang di tunjuk oleh Reza


" I.. iya.. kak " Peserta itu menelan salivanya berat, beberapa sorot mata melirik ke sumber suara. Reza memang tampan, tapi Ia merupakan anak OSIS yang paling ditakuti oleh para peserta MPLS.


" Name tag " Singkat ucap Reza, dengan raut wajah datarnya.


" Ma.. maaf kak. Saya lupa " Keringat dingin membasahi telapak tangan peserta cewe berkuncir dua . Ada beberapa pasanga mata, yang menatap iba kearah Cewe itu. Iba, karena Si peserta Cewe harus berhadapan dengan Reza.


" Maju ke depan " Pinta Reza. Cewe berkuncir dua itu, langsung keluar dari barisan lalu berjalan pergi meninggalkan Reza di belakang. Tampa mengucapkan sepata katapun.


****


" Name tag kamu mana dek ? " Tanya Windy. Windy bertugas mengecek barisan bagian kanan bersama Alex, Fanda dan Grisel.


Cewe berambut sebahu yang dari tadi menunduk, langsung mendongak menatap Windy legah


Untuk bukan kak Alex Batin Cewe berambut sebahu.


" Kok malah diam dek?  Name tag kamu kemana ? " Ulang tanya Windy lembut.


" Maaf kak Windy. Name tag saya ketinggalan di rumah "  Jawab Cewe berambut sebahu, sambil cengengesan


" Kenapa bisa ketinggalan, kamu ga masukin ke dalam tas? " Ucap Windy tersenyum


" Tadi pagi saya sarapan, trus name tag nya ku tarok di meja makan. Pas aku uda sampai sekolah, baru nyadar " Kini peserta cewe itu, tersenyum kaku sambil menggaruk kulit kepalanya yang tiba - tiba terasa gatal.


Windy menghelai nafas pelan " Yauda kamu maju dek, gabung sama teman - teman kamu yang ga bawa name tag juga " Pinta Windy


Peserta Cewe itu menganguk paham, lalu berjalan keluar dari barisan. Kemudian melangkah ke arah kumpulan para peserta yang tidak membawa name tag, seperti dirinya.


Windy menatap para peserta yang tidak membawa name tag itu. Di antara peserta itu ada Camela, dan di sana Camela terlihat sedang asik mengobrol dengan Rendy. Mereka berdua mengobrol sambil tertawa kecil bersama, seakan dunia hanya milik Rendy dan  Camela.


Windy berdecak kesal melihat pemandangan yang berada jauh di di depan nya. Uda ga bawa name tag, masih bisa ketawa Batin Windy. Windy tersenyum hambar


" Windy " Fanda menepok pundak Windy pelan.


Windy menoleh ke sumber suara " Kenapa fan? "


" Lu yang kenapa, kok ga lanjut periksa. Malah diam aja " Fanda tertawa kecil menatap Windy


" Fan, ku mau ke kelas dulu deh bentar. Mau ambil barang " Gerak Gerik Windy terlihat aneh.


Fanda menatap Windy curiga " Bener ambil barang? Bukan karena mau menghindar dari tugas OSIS kan? "


" iya fan. Ambil barang " Ucap Windy senyum, Ia berusaha menyakinkan Fanda.


" Yauda sana, ijin ke KETOS dulu " Fanda menunjuk ke depan, dimana Rendy berdiri.


Windy mengangguk paham, Ia melontarkan senyum ke arah Fanda. Kemudian berjalan menghampiri Rendy. Beberapa Pasang mata, mengikuti sosok Windy yang sedang berjalan.

__ADS_1


*****


" Apaan sih kak Ren " Celetuk Camela, Ia tertawa kecil ke arah Rendy. Membuat peserta MPLS yang masih berbaris di lapangan, langsung mengalihkan fokus mereka Memandangi Rendy dan Camela.


*Baru masuk uda Caper


Najis, Centil banget jadi Cewe


Gila mereka cocok banget


Enak amat jadi ketos, bisa nempel sama cewe cakep.


Kak Rendy ngapain sih, ladenin tuh Cewe


Mentang - mentang Cakep, jadinya Sok ngartis


Baru gw mau deketin si cewe, uda di embat duluan ama si KETOS


Wahh couple goals banget


Rendy sialan, Gw panas - panasan. Dia malah asik ketawa ketiwi sama si Camela


Bingung Gw, kenapa bukan si Felix aja yang jadi KETOS


Romantis banget mereka


Kapan aku punya cowo ganteng kek Kak Rendy


Berasa nonton drama romantis*


Itulah suara hati dari para peserta MPLS, yang  sejak tadi memperhatikan intraksi Rendy dan Cemela. Mereka masih berdiri berbaris perkelompok di lapangan yang terasa panas, Karena sang surya semakin menampakkan diri.


Tiba - tiba dari arah kiri, seorang gadis menghampiri Rendy dan Camela. Sehingga membuat beberapa peserta MPLS menjerit di dalam hati. Mereka seperti menonton sinetron, yang dimana seorang pacar sedang tertangkap basah  berselingkuh.


Gadis itu adalah Windy. Entah apa yang dirasakan Windy, Ia benar - benar tidak suka melihat Camela dan Rendy bersama.  Hati Windy memanas saat melihat pemandangan tersebut, Seperti ada api yang sedang menyala, di dalam hatinya.


Windy menhentikan langkahnya, lalu Ia berdiri menghadap Rendy dan Camela. " Ren " Panggil Windy


Obrolan Rendy dan Camela terputus. Rendy menoleh dan menatap Windy, begitu juga Camela " Yaa, kenapa win? "  Tanya Rendy


" Aku ijin ke kelas bentar ya " Celetuk Windy dengan raut wajah datar.


" mau ngapain win? " Rendy mengerutkan pelipis bingung.


" Ambil barang bentar " Jawab Windy


 " Ambil barang? Kan tas lu aja di ruang osis " Sahut Rendy. Cemela yang berdiri di sebelah Rendy, berusaha menahan tawanya.


Peserta MPLS yang berbaris rapi semakin serius memperhatikan Rendy, Windy dan Camela . Semakin menarik pikir Peserta MPLS. Sedangkan beberapa anggoya OSIS, mulai ikut  mengalihkan fokus ke arah Windy dan Rendy. Termasuk Reza yang sedang berdiri diam di bagian belakang barisan.


Windy yang berdiam sejenak, lalu berkata " Barang nya sama Angela "


" Lahh, Angela kan uda ga satu kelas sama lu lagi win " Rendy semakin bingung. Dia bingung, apa windy sedang berbohong atau jujur. Sedangakan Camela, masih berusaha menahan tawanya.


" Kasian kak Windy " Gumam seorang peserta MPLS, yang berbaris di belakanh


" Je, Gw berasa lagi nonton Drama gila " Peserta cewe kepada teman nya


" Iya bener " Balas teman si Cewe

__ADS_1


Duh kok malah jadi gini Batin Windy


Windy menelan salivanya berat " Iya ini ku mau ijin ke kelas Angela "


" Gw ijinin, tapi langsung balik ke sini ya " Sebenarnya Rendy masih curiga, bahwa Windy sedang berbohong. Tapi seorang Windy, buat apa dia berbohong untuk hal seoerti ini. Rendy benar - benar di buat bingung, oleh gadis yang berdiri di hadapannya.


" Hmm " Windy langsung berjalan cepat meninggalkan lapangan. Diriny sudah kesal saat melihat Rendy dan Camela, dan kini Ia semakin kesal, karena menjadi tontonan.


Windy ingin sekali memaki Rendy. Rendy memang tidak berbuat salah kepada Windy, tapi Windy merasa kesal dengan Rendy. Cowo ga peka pikir Windy.


Windy berjalan melewati lorong sekolah, hingga kakinya berhenti di depan pintu yang bertulisan UKS. Windy membuka pintu tersebut, didapati ruang tersebut sedang kosong. Windy segera berjalan masuk ke dalam, lalu membaringkan tubuhnya  di atas kasur. Windy merasa lelah. Lelah, nehanan amarah dalam hatinya.


*****


Rendy sudah memberikan hukuman jongkok bangun sebanyak dua puluh kali, Kepada para peserta MPLS yang tidak membawa name tag. kini para peserta yang tidak membawa name tag, sudah kembali berbaris sesuai kelompok.


" Besok kalau ada yang ga bawa name tag lagi, saya suruh lari lapangan sebanyak 20 kali " Celetuk Alex, matanya menatap Peserta MPLS.


Serem banget sih Pikir seorang peserta cewe berambut gelomnang


Kak Alex galak banget Batin seorang peserta cewe berkaca mata


" Kaliam bawa buku sama pulpen ga ? " Tanya Rendy


" BAWA KAK " Serentak jawab peserta MPLS


" Oke kalau kalian semua bawa. Saya kasi kalian waktu 2 jam buat persiapin perfom kelompok. Trus Jangan lupa tanda tangan Osis, besok harus di kumpul " Ucap Rendy


" Sekarang kalian boleh bubar, dan kumpul kembali di Aulla tepat jam 10. Jangan ada yang telat, trus sebelum persiapin perfome. Kalian juga boleh ke kantin dulu buat makan " Rendy memandang lurus ke depan, menatap para peserta.


" BAII KAK " Seru peserta MPLS bersamaan. Lalu mereka pun membubarkan barisan secara teratur.


Saat semua nya sudah membubarkan diri dari lapangan, Windy baru datang. Windy menghampiri Osis yang masih berada di lapangan. Di antara anak Osis, ada Camela disana. Sulit bagi Windy untuk melangkahkan kakinya.


" Lama banget win? " Tanya Fanda


Windy berusaha tersenyum kepada Anak Osis " Maaf,tadi sekalian mampir ke toilet juga "


Windy melirik ke arah Camela, yang sedang berdiri di sebelah Rendy. Hati Windy kembali merasakan Sakit saat melihat mereka berdua.


" Kak Rendy, ke kantin yuk " Ajak Camela. Kedua tangan Camela, memegang erat lengan Rendy.


Rendy mengangguk " Guys gw duluan ya "


" Iyaa "


" Hmm "


" Yaa "


Setelah mendapat jawaban dari anak Osis, Rendy dan Camela pun pergi meninggalkan lapangan. Windy terus menatap Rendy dan Camela, yang kini mulai menghilang dari pandangan nya.


Hati Windy seperti di iris - iris oleh pisau. Windy terdiam, Ia bingung harus berbuat apa. Seorang Cowo melangkul pundak Windy. Cowo itu adalah Reza.


Windy menoleh ke arah si pemilik tangan, yang merangkul pundaknya. Windy menatap bingung Reza. " Ngapain ? "


" Ke kantin yukk " Tangan Reza masih merangkul pundak Windy. Reza berjalan, begitu juga Windy yang terpaksah berjalan di samping Reza.


" Moduss lu reza " Seru Alvin, Ia memandang ke arah Windy dan Reza yang sudah mulai menjauh dari lapangan.

__ADS_1


Beberapa Anggota Osis, yang masih berdiri di lapangan hanya bisa tersenyum. Melihat Windy dan Reza. Seperti pasangan Kekasih pikir mereka


BERSAMBUNG


__ADS_2