
Sesaat setelah Windy kembali ke rumahnya. Evi_Ibunda Reza melangkah menaiki anak tangga menuju kamar putra sematang wayangnya.
Tok ... tok ...
"Reza kamu sudah tidur?" tanya Evi, seraya mengetuk pintu kamar Reza.
"Belum." Reza bangkit dari kasur, kemudian berjalan unuk membukakan pintu kamarnya.
"Reza, mama mau ngomong sama kamu. Bisa ikut turun ke bawah? Kita ngobrol di ruang tamu." ucap Evi, yang kemudian berjalan untuk menurunin anak tangga.
"Iya, ma." Reza mengikut Evi dari belakang.
"Sini duduk Reza," ucap Evi, ketika dirinya dan Reza tiba di ruang tamu.
"Tumben Mama ngajak Reza ngomong berdua? Kenapa?" Reza menduduki diri di sebelah Evi.
"Kamu kenal Windy?" tanya Evi, seraya memasang raut wajah serius.
"Iya kenal, Ma. Dia tetangga kita sekaligus teman sekelas Reza. Kok mama kenal Windy?" balas Reza, keheranan.
"Tadi, waktu kamu masih dia atas. Windy mampir kesini, anterin kue. Dan dia cerita kenapa kamu bisa bolos di setiap jam pelajaran pertama," Evi menghelai napas sejenak-,"Reza, kenapa kamu gak cerita sama mama, tentang apa yang kamu rasain? Kenapa kamu pendam sendiri? Kalau Windy ga ngomong ke mama, mungkin mama gak bakal pernah tau." lanjut Evi.
Reza terkelu sejenak, saat mendengar ucapn yang keluar dari mulut Evi. "Ma, bukan Reza gak mau cerita ke mama tentang apa yang Reza rasain. Tapi, setiap kali Reza mau mulai cerita ke mama. Mama malah menghindar dengan alasan Sibuk," terang Reza, dengan suara yang terdengar lantang.
"Maaf Reza, selama ini mama gak menjadi sosok irang tua yang baik untuk kamu. Mulai sekarang mama janji, bakal menjadi lebih baik lagi. Dan kamu juga janji jangan bolos lagi di jam pelajaran pertama." Evi memeluk erat tubuh Reza, tangan kanannya mengelus sayang kepala Reza.
"Iy, Ma. Reza janji gak bakal cari masalah lagi, untuk menarik perhatian mama dan papa," lontar Reza, yaanpa disadari dirinya meneteskan air mata.
"Lahh anak mama kok nangis?" ledek Evi. Saat melihat putranya menangis.
"Apaan sih, Ma. Reza gak nangis!" elak Reza. Dengan buru-buru dirinya mengelap air mata yang jatuh ke pipinya.
"Eh, ngomong - ngomonh. Windy perhatian sekali sama kamu, dia teman atau pacar kamu?" tuur Evi, terkekeh.
"Temen. Ga mungkin Reza pacaran sama cek cerewet. Kan Reza ga suka sama cewe cerewet." ungkap Reza, dengar raut datar.
"Hati-hati, nanti tiba-tiba suka aja. Yauda kamu sana naik, pergi tidur." Evi bangkit dari duduknya.
"Amit-amit. Yaudahh Reza naik duluan, Ma," cetus Reza, kemudian berdiri dan melangkah menaikin anak tangga dengan cepat.
"Inget, besok ga ada acara bolos-bolos lagi ya! " seru Evi, sembari menatap ke arah Reza yang terhenti di atas anak tangga. Dan dengan yakin Reza mengacungakan kedua jempolnya ke Evi.
"Dasar anak itu, cepat banget besarnga. perasaan kemarin, baru aja dia mulai masuk bangku sekolah dasar," gumam Evi, sembari melangkah ke kamarnya.
✺ ✺ ✺ ✺
__ADS_1
Seusai Reza sampai di kamar, Reza langsung melompat dan merebahkan diri ke atas kasur. Raut wajahnya terlihat gembira. tangannya langsung meraih ponsel yang terletak di atas nakas. Saat ponselnya sudah berada di genggaman tangan nya. Dengan cepat Reza mengirim pesa kepada Windy.
REZA
: Woii , lu uda tidur?
: Woiii
: Pura - pura uda tidur ya
: payah, masa uda tidue
: *tidur
WINDY
: Apaa sih Reza?
: Malam - malam spam gajelas.
REZA
: Mkh.
WINDY
REZA
: makasih.
WINDY
: Ohh makasih, buat?
REZA
: ya mksh aja
WINDY
: Gajelas kau , yaa.. yaa.. sama - sama.
REZA
: Uda ah bye, mau tidur
__ADS_1
WINDY
: Met tidur Reza
Senyum tipis menghiasi wajah Reza saat membaca isi pesat terakhir Windy. Ia mematikan ponsel lalu meletakkan kembali ke atas nakas. Tangannya menarik selimut hingga menutupi dirinya, Kemudian mulai memejamkan mata untuk tidur.
✺ ✺ ✺ ✺
" Kakak, uda malam masih main handphone. Lita bilangan bunda nih." Celetuk Lita. Ia terbaring di sebelah Windy. Dirinya merasa tidak nyaman karena melihat Windy masih menatap layar ponsel
" Iya, Iya nih kakak tarok handphone -nya, Cerewet kamu dek "Balas Windy. kemudian Ia meletakkan ponsel nya di nakas samping kasurnya itu.
" Dih gak ngaca nih kakak " Ujar Lita. Kedua tangan nya segera merai selimut dan menutup wajahnya menggunakan selimut.
" Kok kamu nutup Muka kamu pakai selimut siihh dek? oh gamau di suruh matiin lampu ya? pinter yaa" Ucap Windy. Ia kemudian berdiri mematikan lampu kamar
" Berisik kak.. berisik, uda malam nih " Sahut Lita. wajahnya masih berada di dalam selimut.
" Ihh nih bocah, minta di slending yaa " Celetuk Windy. tiba - tiba melompat ke atas kasur dan mengeritik adiknya itu.
" Aduhh hahahha... ampun kakak " ucap Lita, sambil tertawa geli.
"WINDY... LITA.. Kalian tau malam tidak? " Seru Bunda. dari kamar sebelah, dirinya terbangun mendengar suara ribut
" Iya Bunda, maaf.. " Balas Windy. langsung berhenti mengelitik adiknya itu, dan bergegas tidur.
Bersambung...
FYI :
1.Ayah Windy meninggal pada usui ke 41 Tahun, dan Usia Bunda Windy sekarnag 39 Tahun
2.Waktu kelas 3 smp Reza pernah pacaran sama teman sekelasnya, trus 2 minggu kemudian putus, dan Reza sedah pernah mendapat pernyataan cinta dari 17 cewe
3.Windy tidak pernah pacaran, karena menurut dia itu bukan hal yan penting dalam hidupnya, dan Windy pernah mendapat penyataan cinta dari 8 Cowo.
4.Angela pernah jadian sama anak XI IPA, trus pas 1 bulan kemudian mereka putus gara - gata cowo tersebut selingkuh
5.Rendy ga pernah pacaran, tapi pernah mendapatkan penyataan cinta sebanyak 18 kali, karena sifat Rendy yang baik dan ramah ke semua orang, jadi gampang membuat cewe baper
6.Fernando kakak kelas XII ips, merupakan orang yang memberi tahu Windy dimana letak Toilet pada episode 2, tapi sayangnya Windy tidak mengingat hal itu
7.Toko kue bunda mempunyai 1 orang pegawai berumur 23 tahun
__ADS_1