
----------------HAPPY READING----------------
Windy menghentikan langkahnya di depan taman sekolah, yang sepi. Dirinya merasakan kecewa dan marah kepada Rendy. Kenapa Rendy harus berbicara seperti itu ? Pikir Windy.
Windy mengehelai nafas berat, lalu menduduki diri di atas kursi taman sekolah. Gadis itu menyederkan tubuhnya ke atas kursi kayu, Ia berusaha membuang semua amarah yang dirasakanya Sekarang.
Kenapa harus Ada Cinta, kalau pada akhirnya hanya sakit yang kurasakan Ucap Windy pada dirinya sendiri.
Dari kejauhan datang sosok cowo yang menghampiri Windy. Cowo tersebut memasang raut wajah bingung sekaligus bersalah. Bingung kenapa Windy bisa semarah itu. Bersalah karena dirinya Windy menjadi marah.
Windy melihat Cowo tersebut, langsung bangkit dari duduknya untuk segera pergi. Sekarang Ia sedang tidak ingin berhadapan dengan Cowo tersebut. Namun, belum sempat Windy melangkah pergi. Tangan nya sudah di tahan oleh cowo itu.
" Lepas Ren " Ucap Windy. Yaa, Cowo itu adalah Rendy.
Rendy tetap memegang erat tangan Windy " Lu kenapa Win? " Rendy bertanya dengan suara yang lembut
Windy yang sebelumnya menoleh ke arah lain, kini menatap Rendy " Aku gatau " Windy membuang nafas berat
" Gatau gimana? " Nada bicara Rendy meninggi
" Aku gatau ren. Aku gatau, kenapa aku harus marah. saat kamu bilang, aku ini cerobah "
" Dan aku juga gatau, kenapa aku selalu ngerasa marah. Waktu aku liat kamu sama Camela berduan " Lanjut Windy. Kedua manik mata Windy dan manik mata Rendy saling bertemu.
Rendy terkekeh " Lu cemburu Win? "
Wajah Windy memerah, Ia menggeleng pelan
" Ga mungkin lu marah kalau liat gw sama camela, kalau bukan karena lu cemburu sama Camela. Kecuali " Rendy menggantung ucapannya
" Kecuali apa? " Tanya Windy penasaran
" Kecuali lu suka sama Camela " Rendy terkekeh
Windy menginjak kaki kanan Rendy, sehingga membuat Rendy memgadu kesakitan. " Ga lucu Ren "
__ADS_1
" Asal lu tau ya win. Camela itu adik gw, soalnya Kakaknya Camela 6 bulan lagi bakal nikah sama Abang gw. Makanya gw deket sama dia, Walaupun dulu gw uda deket dan pernah suka sama dia. Tapi rasa suka gw uda hilang, dan sekarang gw uda suka sama orang lain " Ucap Rendy senyum.
Windy merasa Legah saat mendengar bahwa Camela akan menjadi adik Rendy, tapi Ia juga kecewa saat tau Rendy sudah menyukai orang lain. Raut wajah kecewanya terpangpang jelas.
" Lu mau tau ga, siapa yang gw suka? " Rendy menaik turun kan alis
" ga ren. Ku pergi dulu deh " Windy hendak meninggalkan Rendy, dan sekali lagi tangan nya di tahan oleh Rendy.
" Orang yang gw suka namanya Windy Anastasya " Rendy berbisik tepat di telinga Windy. Tiba- tiba senyuman kecil menghiasi sudah bibir Windy.
" Apaan sih ren. Becandanya ga lucu " Gadis berusaha untuk tidak percaya akan ucapan Rendy. Walaupun kalimat yang keluar dari mulut Rendy, sudah membuat hati gadis itu bahagia.
Rendy menggeleng " Kali ini gw ga becanda Win. Gw beneran suka sama lu, bahkan sayang sama lu " Rendy mengenggam kedua tangan Windy. Sehingga membuat gadis itu berhadapan dengan dirinya.
" Windy Anastasya. Would you be mine ? " Raut wajah Rendy terlihat serius, menatap manik mata Windy
Windy mengangguk " Iyaa ren. Aku mau"
Rendy langsung memeluk gadis di hadapan nya itu. Rasa bahagia langsung dirasakan oleh Windy dan Rendy. Amarah yang dalam diri Windy, menghilang begitu saja, dan Kini kedua sudah resmi menjadi sepasang kekasih.
Di kebalik kebahagian mereka berdua, ada seorang cowo yang sejak tadi berdiri jauh dari mereka. Menatap keduanya dengan hati yang hancur. Pada akhirnya, semua yang gw lakukan ga berarti sama sekali di mata lu win Batin cowo berparas bule itu. Ia kemudian melangkah pergi meninggal taman sekolah.
****
Kini keduanya sedang duduk bersama di ruang Osis, bersama dengan Anggota Osis lainnya. " Nanti pulang bareng ya ? " Ucap Rendy, matanya fokus memandangi wajah cantik Windy.
" Iya " Balas Windy senyum.
Felix berdehem " Gw sama yang lainnya masih disini kali "
" Orang lagi mesra, ganggu aja lu " Celetuk Jonatan
" gw kira windy bakal sama Reza " Pekik Fanda. Bukan tampa alasan Fanda berkata seperti itu, pasanya Ia pernah melihat Windy dan Reza memakai baju yang sama saat di bioskop.
" Sama " Sahut Grace terkekeh
__ADS_1
" ehh ngomong - ngomong si Reza kemana ya? " Tanya Alex, Ia menatap Satu per satu aggota Osis
" Oh ya,gw lupa bilang. Tadi si Reza bantu gendong Peserta MPLS ke ruang UKS " Ujar Grisel
" Ohh, kirain " Balas Alex
" kirain apa ? " Tanya Alvin penasaran
" Kepo lu kambing " Celetuk Alex. Membuat Alvin berdecak kesal
****
Kini MPLS hari kedua, telah memasuki kegiatan terakhir. Yaitu perfome dari masing - masing kelompok peserta MPLS. Dan besok merepukan hari terakhir MPLS, dimana para peserta MPLS hanya di minta menyerahkan tanda tangan Osis Yang sudah di kumpulkan. Serta bermain game bersama. Tidak lupa Besok juga merupakan peresmian peserta MPLS menjadi Muris SMA Cendrwasih yang sah.
Di antara ramai penonton yang sedang duduk menyaksikan perfome, terdapat Windy yang duduk di sebelah Angela. Gadis berkaca mata itu sudah mendengar kabar Windy dan Rendy menjadi sepasang kekasih. Angela sebagai teman baik, ikut bahagia mendengar kabar tersebut.
Sama seperti Fanda, gadis berkaca mata itu juga sebelumnya mengira. Bahwa Windy akan bersama Reza bukan Rendy. Hati manusia emang ga ada yang tau Pikir Angela.
" Win " Panggil Angela dengan nada yang tinggi, Gadis itu berusaha mengalahakan sorak sorai penonton. yang sedang menonton perfome peserta MPLS, dimana mereka menampilkan perfome dance modern di campur tradisional.
Keren pikir penonton, saat menyaksikan perfome dance tersebut. Bagaimana tidak keren, hanya dengan waktu dua jam. Mereka bisa menampilkan perfome dance dengan gerakan yang terlihat kompak.
" windy " Angela Windy untuk kedua kalinya
Windy menoleh ke arah Angela " Apa ? "
" kamu belum Cerita ke aku, gimana kamu sama Rendy bisa Jadian "
" nanti ku ceritain lewat chat aja " Ucap Windy senyum
" Bener ya ? " Tanya Angela.
Windy mengangguk " iya "
" sipp deh "
__ADS_1
TAMAT.
ps : Di chapter 46,Uda aku tambahin cast anak OSIS tuh, silakan balik ke chapter itu. Untuk melihat castnya hihihihi.